Ketua MUI Kepulauan Meranti Seru Masyarakat Jaga Persatuan dan Tolak Informasi Provokatif Riau
Riau
Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Ketua MUI Kepulauan Meranti Seru Masyarakat Jaga Persatuan dan Tolak Informasi Provokatif

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepulauan Meranti, Dr Imam Ghozali M Pdi, imbau seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, Minggu (26/4). Dr Imam Ghozali, M Pdi menegaskan persatuan, dan kerukunan fondasi utama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat punya tanggung jawab bersama untuk pererat tali silaturahmi, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai di tengah keberagaman yang ada. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menerima, dan sebarluaskan informasi, khususnya yang beredar melalui media sosial. Masyarakat, harap Ketua MUI Tanah Jantan nama lain dari Kepulauan Meranti, tidak mudah percaya terhadap berita yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta menolak segala bentuk informasi yang bersifat provokatif, menyesatkan, dan berpotensi memecah belah persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat. “Persatuan adalah kekuatan utama dalam menjaga kedamaian. Mari kita terus mempererat silaturahmi, saling menjaga kerukunan, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah belah kebersamaan kita,” terang Dr Imam Ghozali M Pdi Melalui imbauan ini, diharapkan seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti dapat terus menjaga persatuan, memperkokoh kebersamaan, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman, damai dan kondusif

Stafsus Presiden Serukan Goro Digital 64 Juta UMKM di MitMe Fest 2026 Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 29 April 2026 | 16:10 WIB

Stafsus Presiden Serukan Goro Digital 64 Juta UMKM di MitMe Fest 2026

Jakarta, katakabar.com - Festival Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) angkat tema “Cerita Lokal, Karya Nusantara” sukses digelar tiga hari di M Bloc Space, Jakarta Selatan, menghadirkan model baru pemberdayaan UMKM berbasis solusi nyata. Selama tiga hari penuh, Melting Pop M Bloc Space, Jakarta Selatan, bertransformasi menjadi pusat gravitasi bagi ekosistem UMKM Indonesia. MitMe Fest 2026, yang berlangsung pada 24 hingga 26 April 2026 usung tema "Cerita Lokal, Karya Nusantara", resmi ditutup dengan antusiasme luar biasa dari pelaku usaha, komunitas, hingga pemangku kepentingan nasional.  Festival ini perkenalkan format baru yang tidak sekadar mengejar transaksi komersial melainkan berfokus pada penguatan kapasitas, literasi teknologi, dan ekosistem bisnis UMKM secara menyeluruh. Pada konteks Indonesia yang kini memiliki sekitar 64 juta pelaku UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional, urgensi pemberdayaan seperti ini tidak bisa ditunda. Pemerintah Serukan Gotong Royong (Goro) Digital Momen paling krusial MitMe Fest 2026 hadir pada hari penutupan: Dialog Strategis bersama Tiar N Karbala, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia bidang UMKM dan Digitalisasi. Sesi ini bukan seremonial belaka pameran tersebut menjadi ruang dialog terbuka yang mempertemukan perspektif kebijakan negara dengan realitas keras yang dihadapi jutaan pelaku usaha di lapangan.  Tiar membuka diskusi dengan mengurai paradoks digitalisasi Indonesia: meski penetrasi internet telah mencapai 77 persen hingga 80 persen hingga pelosok negeri, indeks literasi digital pelaku usaha secara umum masih stagnan di level menengah.  Kondisi ini memunculkan risiko nyata adopsi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) berpotensi memperlebar jurang antara korporasi besar bermodal kuat dengan pengusaha mikro yang masih minim literasi, bahkan takut sekadar untuk mencoba. "Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri untuk mengurusi masalah yang sebegitu banyak dari Sabang sampai Merauke. Harus ada semangat gotong-royong di mana program-program ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus berkolaborasi secara kolektif dengan talenta muda, komunitas, hingga pihak swasta,” kata Tiar N Karbala. Pernyataan ini disambut dengan resonansi kuat dari audiens yang hadir para pelaku UMKM, mitra strategis, dan komunitas yang selama ini bekerja di garis terdepan pemberdayaan ekonomi lokal. Tiar menegaskan bahwa kesenjangan digital bukan sekadar masalah infrastruktur, melainkan masalah ekosistem: butuh sinergi antara negara, platform digital, dan komunitas untuk benar-benar mengangkat UMKM naik kelas. Lebih dari Pameran: Intervensi Nyata untuk UMKM MitMe Fest 2026 dirancang sejak awal sebagai platform berbasis solusi setiap program memiliki tujuan strategis yang terukur. Sepanjang acara, UMKM difasilitasi dengan asesmen level usaha untuk memetakan posisi dan kebutuhan kompetensi bisnis mereka. Pojok konsultasi strategis tanpa biaya dibuka untuk siapa saja, termasuk sesi mendalam selama 1,5 jam bersama pelaku usaha kopi roastery yang membedah strategi adaptasi teknologi hingga penyelesaian sertifikasi halal. "Bagi kami, UMKM tidak boleh hanya dijadikan objek bisnis, melainkan harus diberdayakan agar mereka tumbuh lebih cepat dan kita bisa bersama-sama membangun cerita lokal,” ujar Adhitya Noviardi, Founder Ekosistem Mitme.id Program fasilitasi sertifikasi halal gratis turut hadir sebagai langkah konkret mendongkrak daya saing produk lokal. Workshop kreatif seperti merangkai bunga dan DIY keychain memperkuat dimensi experiential festival ini, menjadikannya inklusif bagi berbagai segmen dari keluarga hingga generasi muda yang haus pengalaman berbasis kreativitas. Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Bukti Nyata Sebagai wujud konkret dari semangat gotong-royong yang disuarakan Tiar, MitMe Fest 2026 mendapat dukungan penuh dari mitra strategis lintas sektor yang mengirimkan perwakilan UMKM Binaan Wondr By Bank BNI, Bank Mandiri, Jamkrindo, InJourney Airports, JNE, dan Waringin Hospitality. Sinergi ini memastikan pendampingan UMKM berjalan terintegrasi dari solusi pembiayaan hingga perluasan jaringan distribusi. Bukan Sekadar Event Sebuah Gerakan Berkelanjutan Founder MitMe menegaskan MitMe Fest bukan titik akhir, melainkan titik awal dari strategi jangka panjang yang lebih besar. "Kami melihat UMKM tidak hanya butuh panggung, tetapi juga arah dan akses. MitMe Fest dirancang untuk menjawab itu — menghubungkan kebutuhan dengan solusi secara langsung,” jelasnya. Pasca-penyelenggaraan, MitMe berkomitmen melanjutkan rangkaian program pendampingan, edukasi bisnis melalui aplikasi digital, dan pemanfaatan media sosial memastikan dampak tidak berhenti di hari penutupan, melainkan berlanjut dalam pertumbuhan bisnis yang nyata dan terukur bagi setiap UMKM yang terlibat.

OTDA ke XXX: Pj Sekda Rohul Seru Seluruh OPD Wujudkan Asta Cita Riau
Riau
Senin, 27 April 2026 | 13:25 WIB

OTDA ke XXX: Pj Sekda Rohul Seru Seluruh OPD Wujudkan Asta Cita

Pasir Pengaraian, katakabar.com -  Semangat kemandirian dan tanggung jawab terasa kental selimuti Halaman Kantor Bupati Rokan Hulu, Senin (27/4). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu secara khidmat gelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke XXX tahun 2026, usung tema besar "Dengan Otonomi Daerah, Kita Wujudkan Asta Cita". Bertindak selaku Inspektur Upacara, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Drs. H. Yusmar, M.Si, pimpin langsung jalannya upacara yang dihadiri oleh Ketua DPRD, unsur Forkopimda, jajaran Kepala OPD, seluruh Camat, serta pimpinan organisasi wanita di lingkungan Pemkab Rohul. Dalam amanatnya, Yusmar menekankan peringatan ke 30 ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum reflektif untuk memperkuat langkah daerah dalam mengelola potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat, selaras dengan delapan prioritas nasional atau Asta Cita. "Otonomi daerah memberikan ruang bagi kita untuk berinovasi dan mempercepat pembangunan. Melalui semangat Asta Cita, kita berkomitmen meningkatkan pelayanan publik dan daya saing Rokan Hulu," ujarnya penuh semangat. Yusmar menjelaskan, tema yang diangkat melambangkan kematangan daerah dalam bertanggung jawab mengelola sumber daya secara bersama-sama. "Pemerintah daerah dituntut untuk menyelaraskan langkah dengan program prioritas nasional yang mencakup delapan klaster penting, mulai dari kedaulatan pangan, energi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga ekonomi kerakyatan," terangnya. Beberapa program strategis pun menjadi sorotan utama, seperti pengelolaan sampah menjadi energi listrik, rehabilitasi pasca bencana, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, hingga reformasi birokrasi yang berbasis digital dan hasil nyata. "Kita ditantang untuk mewujudkan birokrasi yang cepat, lincah, dan responsif. Meskipun masih terdapat tantangan seperti kapasitas fiskal dan pengelolaan lingkungan, kita harus terus bergerak maju," tegasnya. Di akhir amanatnya, Pj Sekda mengingatkan kunci keberhasilan pembangunan terletak pada sinergi yang kuat antara pusat dan daerah. Daerah tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga mitra aktif yang mampu merespons potensi lokal dengan bijak. "Sinergi adalah kunci utama. Mari kita wujudkan pembangunan yang adil, merata, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat," imbuhnya. Acara berlangsung tertib dan penuh khidmat, menjadi pengingat bagi seluruh aparatur untuk terus bekerja maksimal mengabdi pada negeri.

ETLE Mobile Diterapkan, AKP Shandra A Seru Masyarakat Disiplin dan Patuhi Aturan Lalin Hukrim
Hukrim
Selasa, 21 April 2026 | 11:20 WIB

ETLE Mobile Diterapkan, AKP Shandra A Seru Masyarakat Disiplin dan Patuhi Aturan Lalin

Bengkalis, katakabar com - Implementasi (penerapan) sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile menggunakan perangkat handheld atau telepon genggam, rupanya sudah diberlakukan di Bengkalis, Riau beberapa hari belakangan ini. Lantaran itu Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bengkalis seru masyarakat agar lebih disiplin patuhi aturan berlalu lintas saat berkendara di jalan raya. Selain itu, pengendara diminta pastikan seluruh perlengkapan keselamatan digunakan dengan baik dan benar untuk menghindari penindakan ETLE Mobile. "Penerapan ETLE Mobile menggunakan perangkat handheld atau telepon genggam sebenarnya sudah diberlakukan beberapa tahun terakhir," jelas Kasatlantas Polres Bengkalis, AKP Shandra Amalia, dilansir dari laman rri.co.id, Selasa siang. Menurut AKP Shandra A, penilangan dengan ETLE Mobile ini, petugas tidak langsung berinteraksi dengan pelanggar. Hanya dilakukan dengan kamera handphone, dan foto yang tersimpan menjadi bukti pelanggaran yang masuk dalam sistem. "Data pelanggar akan diproses secara otomatis, kemudian pemilik kendaraan akan dihubungi melalui nomor telepon yang terdaftar serta dikirimkan surat ke alamat rumah," terangnya, Senin kemarin. Database pelanggar, terangnya, bakal dihubungi sesuai nomor telepon yang terdaftar dan disurati langsung ke rumah pemilik kendaraan. Ditegaskannya, pelanggar yang tidak menyelesaikan denda tilang dikenakan sanksi administratif berupa pemblokiran saat pembayaran pajak kendaraan. “Kalau tidak melakukan pembayaran denda tilang, saat pembayaran pajak akan terblokir. Pemilik kendaraan harus selesaikan lebih dulu denda tilang sebelum melakukan pembayaran pajak,” bebernya. Masyarakat, ucap AKP Shandra A, masih banyak belum menyadari penerapan ETLE Mobile ini. Kebanyakan baru mengetahui adanya pelanggaran saat mau membayar pajak kendaraan. “Penggunaan ETLE Mobile ini sebenarnya sudah berjalan, tetapi rata-rata pengendara masih belum banyak menyadari. Biasanya baru diketahui saat akan membayar pajak,” ulasnya. Sistem ETLE Mobile, imbuhnya, cukup efektif dalam memberikan efek jera bagi pelanggar lalu lintas karena setiap pelanggaran terekam secara jelas. “Kalau sudah di ETLE, pasal dan pelanggarannya jelas. Pelanggaran yang terdeteksi berupa pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm, sabuk pengaman, serta cara berkendara yang membahayakan,” bebernya. Harapannya, sebutnya, dengan adanya sistem ini kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas kian meningkat untuk keselamatan bersama saat berkendara di jalan raya.

Putra Asal 'Tanah Jantan' Sukses di 'Ranah Minang', drg. Azmil Hadi Seru Generasi Muda Bangun Daerah Riau
Riau
Rabu, 25 Maret 2026 | 09:17 WIB

Putra Asal 'Tanah Jantan' Sukses di 'Ranah Minang', drg. Azmil Hadi Seru Generasi Muda Bangun Daerah

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kiprah membanggakan ditorehkan putra asli Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti (Tanah Jantan), Riau. Adalah drg. Azmil Hadi, Sp.Ort, berhasil meniti karier sebagai dokter gigi spesialis ortodonti di Kota Padang, Sumatera Barat (Ranah Minang). Kesuksesan tersebut tak membuatnya lupa akan kampung halaman, bahkan ia mengajak generasi muda untuk berperan aktif membangun daerah. Azmil Hadi, yang akrab disapa Aad, saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Direktur Keuangan, Administrasi, dan Sumber Daya Manusia di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Baiturrahmah, Padang. Selain itu, ia juga aktif sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah. Perjalanan pendidikan Azmil dimulai dari daerah asalnya. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 104 Selatpanjang, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Selatpanjang, hingga menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Selatpanjang. “Sebagai anak asli Selatpanjang, perjalanan karier saya tidak lepas dari dukungan orang tua dan keluarga. Saya berpesan kepada generasi muda Kepulauan Meranti untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat meraih cita-cita,” ujar Azmil saat ditemui di Selatpanjang, Selasa (24/3) malam. Menurutnya, kesuksesan tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kerja keras, konsistensi, dan komitmen terhadap pendidikan. Meski telah berkarier di luar daerah, Azmil mengaku memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan kampung halaman. Ia menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dan berbagi ilmu, khususnya di bidang kesehatan, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kepulauan Meranti. “Saya melihat perkembangan Kepulauan Meranti, khususnya Selatpanjang, sudah semakin maju. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua. Saya siap mengabdikan diri dan berbagi ilmu untuk kemajuan daerah,” jelasnya. Ia juga mengajak para perantau asal Meranti yang telah sukses di berbagai daerah untuk tidak melupakan asal-usulnya dan ikut berkontribusi bagi pembangunan daerah. “Kami berharap putra-putri daerah yang telah berhasil di luar bisa kembali memberikan kontribusi nyata, baik di bidang kesehatan, teknologi, maupun pembangunan sumber daya manusia, agar Meranti semakin maju dan sejahtera,” sebutnya.

KAI Daop 2 Bandung Seru Masyarakat Gunakan Diskon 30 Persen KA Ekonomi Komersial AL 2026 Nasional
Nasional
Minggu, 01 Maret 2026 | 11:32 WIB

KAI Daop 2 Bandung Seru Masyarakat Gunakan Diskon 30 Persen KA Ekonomi Komersial AL 2026

Bandung, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program tarif diskon 30 persen KA Ekonomi Komersial pada momen Angkutan Lebaran 2026. Program ini merupakan program pemerintah yang diberikan kepada pengguna KA Ekonomi Komersial agar dapat menggunakan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau terutama bagi pelanggan yang akan melakukan perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran tahun ini. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap program diskon cukup positif. “Kami mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan tarif diskon 30 persen KA Ekonomi Komersial ini karena kuota yang tersedia terbatas. Dengan perencanaan perjalanan lebih awal, pelanggan dapat menikmati perjalanan yang hemat, aman, dan nyaman bersama kereta api,” ujar Kuswardojo. Berdasarkan update data per Rabu, 25 Februari 2026, total kapasitas tempat duduk (TD) dengan diskon 30 persen KA Ekonomi Komersial yang disediakan di wilayah Daop 2 Bandung sebanyak 85.632 tempat duduk. Kuota ini dialokasikan untuk sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh pada periode Angkutan Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 40.615 pelanggan dari Daop 2 Bandung telah memanfaatkan program tiket diskon 30 persen KA Ekonomi Komersial. Angka ini menunjukkan minat masyarakat yang cukup tinggi untuk menggunakan moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama perjalanan Lebaran 2026. Sedang, tingkat okupansi atau keterisian tiket diskon 30 persen KA Ekonomi Komersial hingga saat ini mencapai 47,4 persen. Artinya, masih tersedia lebih dari separuh kuota diskon yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. KAI Daop 2 Bandung mengingatkan bahwa penjualan tiket akan terus berjalan dan berpotensi meningkat mendekati puncak arus mudik. Program diskon ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mengatur anggaran perjalanan Lebaran, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya. Kereta api menjadi pilihan transportasi yang andal karena bebas macet, tepat waktu, serta didukung dengan berbagai peningkatan layanan demi kenyamanan pelanggan. KAI Daop 2 Bandung juga memastikan seluruh aspek operasional telah dipersiapkan secara optimal, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan di stasiun, hingga penguatan aspek keselamatan perjalanan. Seluruh petugas disiagakan untuk memberikan pelayanan terbaik selama masa Angkutan Lebaran 2026 berlangsung. Kuswardojo juga mengimbau masyarakat agar tidak menunda pembelian tiket. “Manfaatkan kesempatan tarif diskon 30 persen KA Ekonomi Komersial ini sebelum kuota habis. Rencanakan perjalanan dengan baik dan lakukan pemesanan melalui kanal resmi agar perjalanan mudik Lebaran menjadi lebih tenang dan menyenangkan bersama KAI,” sebutnya.

PSMTI Kepulauan Meranti Seru Masyarakat Jaga Kerukunan dan Kamtibmas Riau
Riau
Rabu, 18 Februari 2026 | 15:16 WIB

PSMTI Kepulauan Meranti Seru Masyarakat Jaga Kerukunan dan Kamtibmas

Kepulauan Meranti, katakabar.com – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Kepulauan Meranti menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya unsur Forkopimda, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh elemen masyarakat telah mendukung sehingga rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/Tahun 2026 di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar seperti tahun-tahun sebelumnya. Ketua PSMTI Kabupaten Kepulauan Meranti, Wanandi Salim (Lim Sun An), mengatakan keberhasilan pelaksanaan kegiatan Imlek tahun ini merupakan wujud nyata dari kebersamaan dan sinergitas seluruh masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Hal tersebut sekaligus mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Kepulauan Meranti. Sehubungan dengan masih berlangsungnya rangkaian perayaan Imlek, serta datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, PSMTI mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan, ketertiban, serta saling menghormati antarumat beragama. Momentum ini dinilai sebagai cerminan keunikan dan kekayaan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia, khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti. PSMTI juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan nilai-nilai toleransi, saling menghargai perbedaan, serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas. Dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan, diharapkan perayaan Imlek 2577 Kongzili/Tahun 2026 dan pelaksanaan ibadah di Bulan Suci Ramadhan 1447 H dapat berjalan dengan aman, damai, dan penuh keberkahan. Melalui momentum ini, tambah Wanandi Salim, PSMTI menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas, serta mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti.

KAI Daop 7 Madiun Seru Pelanggan Patuhi Aturan Bagasi Demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama Nasional
Nasional
Sabtu, 27 Desember 2025 | 11:33 WIB

KAI Daop 7 Madiun Seru Pelanggan Patuhi Aturan Bagasi Demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

Madiun, katakabar.com - Memasuki masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), volume penumpang di wilayah Daop 7 Madiun mengalami peningkatan signifikan. Menurut data pantauan sejak 18 hingga 26 Desember 2025, puncak kedatangan penumpang terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025, dengan total 13.015 penumpang yang turun di berbagai stasiun wilayah Daop 7. Secara akumulatif selama periode tersebut (18–26 Desember 2025), total penumpang yang berangkat dari wilayah Daop 7 Madiun mencapai 81.111 orang, sedangkan jumlah penumpang datang atau kedatangan tercatat sebanyak 91.545 orang. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan meskipun volume penumpang meningkat signifikan, KAI tetap berkomitmen menjaga kelancaran, keselamatan, dan kualitas pelayanan kepada seluruh pelanggan. “Momentum Nataru ini menjadi komitmen kami untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan semakin melayani. Puncak kedatangan sejauh ini terjadi pada malam Natal kemarin, dengan lebih dari 13 ribu pelanggan tiba di wilayah Daop 7 Madiun,” ujar Tohari. Sejalan dengan semangat Semakin Melayani, KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk memperhatikan aturan barang bawaan demi kenyamanan, keselamatan, dan keamanan bersama selama perjalanan. Penumpang diperbolehkan membawa bagasi dengan ketentuan sebagai berikut: Berat maksimal: 20 kilogram per penumpang Volume maksimal: Tidak lebih dari 100 dm³ (± 70 x 48 x 30 cm) Jumlah maksimal: 4 koli (item bagasi) Barang bawaan yang sesuai dengan ketentuan tersebut tidak dikenakan biaya tambahan. “Kami mengajak pelanggan membawa barang secukupnya. Apabila barang bawaan melebihi ketentuan, kami sarankan menggunakan jasa pengiriman agar perjalanan menjadi lebih aman, nyaman, dan tertib,” seru Tohari. Selain jumlah dan ukuran, KAI mengingatkan pentingnya penempatan barang bawaan di rak bagasi. Pelanggan diimbau memastikan barang diletakkan dalam posisi yang benar, stabil, serta tidak melebihi kapasitas rak bagasi, sehingga tidak berisiko terjatuh selama perjalanan dan membahayakan penumpang lain. Penempatan barang yang baik merupakan bagian dari upaya bersama dalam menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman. Petugas KAI di atas kereta akan terus melakukan pengawasan dan siap membantu pelanggan apabila diperlukan, sebagai wujud komitmen KAI untuk semakin melayani pelanggan selama masa Angkutan Nataru. Selain itu, pelanggan diingatkan untuk tidak membawa barang-barang terlarang ke dalam kereta api, antara lain: Binatang peliharaan Senjata api dan senjata tajam Narkotika dan zat adiktif lainnya Barang yang mudah terbakar atau meledak Barang dengan bau menyengat yang dapat mengganggu penumpang lain KAI menegaskan bahwa tanggung jawab atas barang bawaan sepenuhnya berada pada masing-masing penumpang. Sisa Ketersediaan Tempat Duduk Bagi masyarakat yang belum memiliki tiket perjalanan, hingga saat ini masih tersedia 1.867 tempat duduk. Sisa ketersediaan tersebut tersebar pada beberapa rangkaian kereta api, antara lain: KA Madiun Jaya kelas eksekutif KA Singasari kelas eksekutif KA Bangunkarta kelas eksekutif KA Brantas kelas eksekutif dan ekonomi KA Brantas Tambahan kelas eksekutif “Mengingat ketersediaan tempat duduk yang semakin terbatas, kami mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, maupun kanal penjualan resmi lainnya. KAI akan terus berupaya memberikan layanan terbaik dan semakin melayani kebutuhan perjalanan masyarakat,” sebut Tohari. Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait perjalanan dan layanan kereta api, dapat menghubungi Contact Center KAI 121, WhatsApp 081-122-233-121, email [email protected], atau media sosial @KAI121.

Toga dan PK Serukan Transformasi Sistem Pangan Berbasis Spritualisme dan Keberlanjutan Nusantara
Nusantara
Jumat, 12 Desember 2025 | 19:00 WIB

Toga dan PK Serukan Transformasi Sistem Pangan Berbasis Spritualisme dan Keberlanjutan

Depok, katakabar.com - Lebih dari 20 tokoh agama, penghayat kepercayaan, serta perwakilan organisasi keagamaan berkumpul dalam Lokakarya Sistem Pangan untuk Tokoh Agama dan Kepercayaan yang digelar Yayasan KEHATI bekerja sama dengan Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) pada 7 hingga 10 Desember 2025 di Wisma Hijau, Depok. Kegiatan ini menghasilkan Deklarasi Bersama Tokoh Agama dan Kepercayaan yang menegaskan komitmen lintas iman dalam mendorong transformasi sistem pangan nasional yang adil, berkelanjutan, serta berakar pada nilai-nilai spiritualitas nusantara. Di lokakarya tersebut, para peserta menyoroti krisis sistem pangan yang ditandai oleh hilangnya keanekaragaman hayati, perubahan fungsi lahan, ketimpangan akses pangan bagi kelompok rentan, hingga pola konsumsi yang semakin menjauh dari kearifan lokal. Manajer Program Ekosistem Pertanian Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), Puji Sumedi, menekankan pangan harus dipandang secara holistik. "Pangan adalah ruang spiritual, ekologis, dan sosial. Ia bukan sekadar komoditas. Transformasi sistem pangan tidak akan terjadi tanpa memulihkan relasi manusia dengan alam sebagai anugerah Tuhan,” ujarnya. Kepala Sekretariat KSPL, Gina Karina, menambahkan pendekatan teknokratik tidak cukup dalam menjawab krisis pangan. “Nilai agama dan kearifan lokal memberikan landasan moral yang kuat untuk menggerakkan perubahan. Tokoh agama memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku dan pilihan konsumsi masyarakat,” jelasnya. Peran Strategis Komunitas Agama dan Kepercayaan Di acara yang sama, Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas Jarot Indarto menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan komunitas iman. “Transformasi sistem pangan merupakan agenda besar dalam RPJMN, dan partisipasi tokoh agama sangat diperlukan agar kebijakan diversifikasi pangan serta perlindungan sumber daya lokal dapat berkembang menjadi gerakan luas di masyarakat,” ucapnya. Beberapa perwakilan tokoh agama dan kepercayaan turut menyuarakan beberapa poin penting peran strategis agama dalam program pangan lokal berkelanjutan. Perwakilan tokoh Katolik dari JPIC, Sr. Maria Monika, menyatakan dimensi spiritual harus tercermin dalam perilaku konsumsi umat, dan menurutnya bumi adalah rumah bersama sehingga memilih pangan lokal, mengurangi sampah, dan menjaga tanah merupakan bagian dari praktik iman sehari-hari. Dari kalangan penghayat kepercayaan, Kento Subarman, menekankan bahwa pangan memiliki keterhubungan erat dengan adat dan kosmos. Ia menyatakan merusak tanah sama artinya dengan merusak diri sendiri, sehingga regenerasi petani dan perlindungan lahan harus dipahami sebagai laku spiritual, bukan sekadar upaya teknis. Deklarasi Bersama Deklarasi yang disepakati para tokoh agama dan penghayat kepercayaan menegaskan komitmen untuk memperkuat pangan lokal dan kedaulatan benih dengan melindungi benih-benih lokal, mendorong diversifikasi pangan, dan mengembangkan inovasi olahan pangan yang dapat menarik minat generasi muda. Deklarasi tersebut juga menekankan pentingnya integrasi spiritualitas ekologis dalam pendidikan dan kebijakan dengan mengarusutamakan ajaran agama dan kearifan lokal tentang rasa syukur, kesederhanaan, dan harmoni dengan alam dalam pendidikan formal, khutbah, ritual, serta perayaan keagamaan. Selain itu, para tokoh menyatakan perlunya perlindungan lahan dan ekosistem melalui penolakan terhadap alih fungsi lahan subur, penguatan upaya restorasi lingkungan, dan penegakan hukum terhadap tindakan yang merusak alam. Mereka juga mendorong regenerasi petani dengan membuka akses lahan, menyediakan pendidikan pertanian ekologis, dan membangun kemitraan yang dapat menarik anak muda untuk kembali bergerak di sektor pertanian. Deklarasi tersebut turut menegaskan tata kelola sistem pangan harus dilakukan secara lintas sektor dan melibatkan kementerian terkait, lembaga agama, komunitas adat, serta organisasi masyarakat sipil secara setara dan kolaboratif. Pembentukan Forum Lintas Iman dan Komitmen Bersama Sistem Pangan Lestari Dengan menggunakan pendekatan System Thinking, para peserta lokakarya merumuskan Teori Perubahan Sistem Pangan Berkelanjutan, menyusun rencana aksi yang berlandaskan nilai-nilai spiritualitas, dan menyepakati pembentukan Forum Lintas Agama dan Kepercayaan untuk Sistem Pangan Lestari. Wakil Kementerian Agama, Deva Sebayang, memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini dan menegaskan bahwa agama memiliki kekuatan moral yang besar, serta bahwa gerakan lintas iman untuk pangan berkelanjutan merupakan bukti bahwa spiritualitas dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan nasional. Deklarasi penutup menegaskan bahwa pangan merupakan hak dasar sekaligus titipan Tuhan yang harus dijaga, konsumsi pangan harus dilakukan secara beragam, bergizi, seimbang, dan tidak berlebihan, serta komunitas agama, penghayat kepercayaan, dan masyarakat adat memiliki peran penting dalam mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat.

H Asmar Ajak Masyarakat Menanam Harapan di Hari Pohon Sedunia 2025 Riau
Riau
Jumat, 21 November 2025 | 15:31 WIB

H Asmar Ajak Masyarakat Menanam Harapan di Hari Pohon Sedunia 2025

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Peringatan Hari Pohon Sedunia 2025 di Kabupaten Kepulauan Meranti berlangsung penuh makna dan menegaskan komitmen bersama menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Perpustakaan Daerah Kepulauan Meranti, Jumat (21/11), dihadiri Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, bersama jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan perusahaan, serta organisasi keagamaan. Hadir pula Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Komandan Kodim 0303/Bengkalis, Kepala Kejaksaan Negeri Meranti, Ketua Pengadilan Agama Selatpanjang, Danramil 02 Tebing Tinggi, Danposal Selatpanjang, para kepala OPD, Kepala Kemenag Meranti, Ketua LAMR Meranti, FKUB, serta manajemen PT Imbang Tata Alam. Acara diawali dengan sambutan Ketua LAM Riau Kepulauan Meranti, Datuk Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., menegaskan kelestarian alam menjadi dasar keberlangsungan adat dan budaya Melayu. “Kalau alam hancur, pulau tenggelam, adat mana lagi yang bisa kita pertahankan?” ujarnya dengan penuh keprihatinan. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Farouki, atas komitmen dalam program penghijauan, serta menyampaikan pantun sebagai bentuk penghormatan. Dalam laporannya, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Lafa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., menekankan penanaman pohon menjadi bagian dari program Green Policing yang dicanangkan Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Riauwan S.I.K, M.A, M.Hum. Selama 11 hari pelaksanaan, mulai 10 hingga 21 November 2025, jajaran Polres dan Polsek menanam rata-rata 150 pohon per hari. Hasilnya, total 1.914 pohon berhasil ditanam, melampaui target Polda Riau sebanyak 1.750 pohon. “Kegiatan ini adalah investasi jangka panjang untuk anak-anak kita dan generasi mendatang,” tegasnya. Dukungan terhadap gerakan penghijauan disampaikan Area Manager PT Imbang Tata Alam, Bonar Ari Nindito. Ia menjelaskan komitmen perusahaan dalam pelestarian ekosistem mangrove dan edukasi lingkungan. Hingga Oktober 2025, perusahaan telah menanam 11.000 pohon berbagai jenis, mulai dari mangrove, ketapang kencana, pucuk merah, hingga bambu. PT Imbang Tata Alam juga aktif dalam pemberdayaan komunitas mangrove, pengembangan wisata mangrove di Telaga Air Merah dan Sungai Merambai, serta pembibitan tanaman endemik di Curacamp Pulau Padang. Mengakhiri rangkaian kegiatan, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Pohon Sedunia sebagai momentum memperkuat kesadaran ekologis. “Pohon adalah paru-paru dunia. Tanpa pohon, bumi semakin panas, bencana semakin sering, dan keanekaragaman hayati terancam. Satu pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik,” sebutnya. Ia mendorong gerakan nyata dari masyarakat, mulai dari menanam pohon di lingkungan sekitar hingga menjaga kawasan hutan dan mendukung pendidikan lingkungan.