Rokan Hulu, katakabar.com - Panggung keilmuan keinsinyuran tingkat ASEAN baru saja berlangsung di Bandung, Jawa Barat. Di tengah ribuan peserta dari berbagai negara, ada dua putra terbaik dari Kabupaten Rokan Hulu yang turut hadir.

Mereka bukan sekadar hadir tetapi mereka membawa harapan agar pembangunan daerah selaras dengan standar dan visi kawasan ASEAN ke depan.

Kedua tokoh tersebut adalah Ir. Fachruddin Siregar, S.T., M.T., IPP., selaku Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Rokan Hulu, serta Dr. Ir. Purwo Subekti, S.T., M.T., IPM., yang menjabat sebagai Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kabupaten Rokan Hulu. Keduanya mewakili daerah dalam dua agenda penting sekaligus: Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) PII 2026 dan Konferensi Federasi Organisasi Insinyur ASEAN ke-44 (CAFEO 44).

RAPIMNAS PII 2026 digelar di Auditorium Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI), Cimahi, pada 19 Oktober 2026, menjadi wadah konsolidasi dan penyelarasan arah organisasi. Sementara, CAFEO 44 berlangsung di Pullman Bandung International Convention Center pada 20 hingga 22 Oktober 2026 usung tema “Masa Depan ASEAN: Kemakmuran Bersama dan Kemanusiaan Melalui Industrialisasi Inklusif dan Berkelanjutan.” Sekitar 1.000 insinyur dari 11 negara se-ASEAN hadir dalam pertemuan besar ini.

Fachruddin Siregar menyampaikan, kehadiran pihaknya di forum strategis ini memiliki makna lebih dari sekadar keikutsertaan.

"Kami ingin memastikan perspektif daerah, terutama terkait tata ruang, kawasan permukiman, dan pembangunan yang inklusif, turut terdengar dalam penyusunan gagasan besar ke depan," ujarnya.

Ia menambahkan, insinyur berada di garis depan sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga bermanfaat luas bagi masyarakat dan berkelanjutan jangka panjang. "Semoga jejaring yang terbangun di sini bisa membawa manfaat nyata untuk kemajuan infrastruktur dan kawasan permukiman di Rokan Hulu," harapnya.

Ketua Umum PII, sekaligus Ketua AFEO, Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, MBA., IPU., ASEAN Eng., menegaskan kedua momen ini sebagai langkah penting untuk memperkuat kontribusi para insinyur Indonesia, baik di tingkat nasional maupun kawasan ASEAN. Kolaborasi lintas negara dan penguatan profesi dinilai krusial dalam menghadapi tantangan industrialisasi masa depan.

Kini, perjalanan dua delegasi Rokan Hulu di Bandung menjadi jembatan penting: ketika daerah tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi ikut berbicara dan berkontribusi di panggung yang lebih luas.

Semoga ilmu dan jejaring yang didapat membawa dampak positif bagi kemajuan Rokan Hulu di masa mendatang.