Home / Sawit / Emas Hijau Berkembang Pesat di Jabar Tapi Bukan Kelapa Sawit Rakyat
Emas Hijau Berkembang Pesat di Jabar Tapi Bukan Kelapa Sawit Rakyat
Foto: Istimewa/katakabar.com.
Suka Bumi, katakabar.com - Perkebunan kelapa sawit dengan sebutan lain 'Emas Hijau' di Provinsi Jawa Barat (Jabar) berkembang pesat, di mana luasnya sudah mencapai sekitar 15.681 hektar.
Di antara kabupaten yang menjadi sentra kelapa sawit di provinsi yang dinakhodai KDM (Dedi Mulyadi) ini, yakni Kabupaten Suka Bumi.
Sejak 2022 kebun sawit di Sukabumi mencapai 9.892 hektare dengan produksi 84.936 ton. Lalu, meningkat jadi 11.255 hektare dengan produksi melonjak hingga 139.839 ton.
Tetapi, hamparan perkebunan tersebut perkebunan perusahaan milik negara yakni PTPN. Sebagian lagi milik perusahaan swasta tetapi luasnya tidak mencapai 100 hektar.
"Setahu saya di sana belum ada petani atau sawit rakyat. Yang ada milik PTPN," ujar Ketua Aspek-Pir Banten, M Nur dilansir dari laman elaeis.co, Selasa sore.
Bukan hanya kebun plasma yang bermitra dengan petani, kebun milik petani mandiri menurutnya belum ada terutama di Suka Bumi. Jika ada, setidaknya pihaknya tahu TBS kelapa sawit harus dijual di PKS yang ada di Banten.
Sesungguhnya, ini yang disayangkan M Nur, padahal lahan kosong di wilayah Suka Bumi cukup potensial untuk pengembangan kelapa sawit. Kendalanya, petani tidak memiliki modal untuk membangun kebun kelapa sawit tersebut.
"Harapan kita ada bantuan dari pemerintah kabupaten atau provinsi. Kemudian juga alokasi dana dari BPDP. Saya rasa tidak rumit untuk bangun kebun sawit di Suka Bumi karena tidak perlu repot chiping, sebab lahan kosong," terangnya.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Program Penghujung Tahun
LindungiHutan Taja GSS Bantu Perusahaan Bangun Program CSR Terukur dan Relevan Bisnis








Komentar Via Facebook :