Pengalaman hidupnya kini menjadi bekal berharga untuk melahirkan petani-petani muda. Dalam Sekolah Lapang, Chaidir mengajarkan teknik budidaya, mulai dari menjaga kualitas rasa buah hingga inovasi media tanam polybag yang dapat digunakan hingga 22 kali masa tanam.

Inovasi tersebut mampu menekan biaya media tanam menjadi sekitar Rp400–Rp500 per siklus, jauh lebih efisien dibanding metode konvensional yang hanya dapat digunakan dua hingga empat kali.

Manager Community Involvement & Development (CID) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan Sekolah Lapang merupakan bagian dari komitmen Pertamina EP Field Rantau untuk mendorong regenerasi petani dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.