Sebanyak 12 kali pertemuan akan digelar dengan Chaidir sebagai mentor utama. "Pak Chaidir memiliki pengalaman panjang sebagai petani melon. Ilmu yang dimilikinya sangat berharga untuk dibagikan kepada generasi muda agar pertanian menjadi sektor yang semakin menjanjikan," kata Iwan Ridwan.
Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Pertamina berharap Melon Golden Alisha dapat berkembang menjadi komoditas unggulan sekaligus ikon baru kebanggaan Aceh Tamiang.
Kisah Chaidir menjadi bukti bahwa di balik setiap buah melon yang dipanen, tersimpan perjalanan panjang penuh air mata, kegigihan, dan semangat pantang menyerah. Melalui kolaborasi antara petani dan Pertamina, kebun yang nyaris berhenti berproduksi kini justru menjadi tempat lahirnya harapan baru bagi regenerasi petani di Aceh Tamiang.
Empat Kali Gagal dan Lumpuh Karena Stroke, Petani Melon Aceh Bangkit Bersama Pertamina
Diskusi pembaca untuk berita ini