katakabar.com - Industri kelapa sawit  pernah didera isu atau rumor yang menyatakan ketahanan ekonomi Desa Sawit lebih rendah atau lemah dibanding dengan Desa Non Sawit.

Bahkan telaah menyebutkan perekonomian desa masyarakatnya dominan terlibat sektor perkebunan kelapa sawit disebut dengan Desa Sawit ekonominya bersifat homogen lantaran relatif lebih rentan dan beresiko.

Penilaian dan analisis ini sesungguhnya tidak terlalu benar. Berbagai bukti empiris menunjukkan perkebunan kelapa sawit berkembang beragam kegiatan ekonomi, sehingga kegiatan ekonomi di Desa Sawit sangat beragam.

Para petani kelapa sawit mengembangkan berbagai pola integrasi usaha, seperti integrasi kelapa sawit dengan tanaman pangan (Partohardjono, 2003; Singerland et al, 2019; Baihaqi et al, 2020; Kusumawati et al, 2021) pada masa TBM/Immanature.

Lalu, dilakukan integrasi sawit-ternak pada fase Tanaman Menghasilkan/Mature (Batubara, 2004; Sinurat et al, 2004; Ilham dan Saliem, 2011; Utomo dan Wijaya, 2012; Windarso dan Basuno, 2013).

Selain berkontribusi pada peningkatan suplai pangan, pola integrasi ini  meningkatkan keragaman sektor ekonomi di Desa Sawit.

Di luar perkebunan kelapa sawit, berkembang pula usaha-usaha ekonomi lainnya, seperti jasa transportasi dan pengangkutan, jasa keuangan, jasa perdagangan, jasa warung atau kedai makanan, minuman, dan sektor lainnya 

Studi PASPI (2023) menjelaskan, jumlah dan pertumbuhan UMKM kedai makanan atau pun minuman di Desa Sawit lebih besar dan lebih cepat secara signifikan dibanding dengan Desa Non Sawit.

Hal sama ditemukan oleh studi Syahza (2005), Rifin (2011), PASPI (2014), Syahza et al (2019), yang menyebutkan terjadi perkembangan kedai, warung, makanan, restauran di daerah pedesaan di mana perkebunan kelapa sawit berkembang.

Pertumbuhan ekonomi di Desa Sawit yang dihela perkebunan kelapa sawit berkontribusi pada peningkatan kemampuan ekonomi desa yang bersangkutan.

Studi PASPI (2022) menjabarkan,  ekonomi Desa Sawit lebih tinggi dan meningkat lebih cepat dibandingkan dengan Desa Non Sawit.

Pertumbuhan kelapa sawit di pedesaan mampu meningkatkan kapasitas perekonomian desa dalam menghasilkan out put, pendapatan dan kesempatan kerja, baik pada perkebunan maupun sektor lain di kawasan pedesaan (rural non-farm).

Peran perkebunan kelapa sawit sebagai lokomotif mampu menarik bak magnet perkembangan sektor-sektor ekonomi lainnya meski leading sector ekonomi suatu desa adalah perkebunan kelapa sawit. Tapi  perkebunan kelapa sawit telah tumbuhkembangkan berbagai sektor ekonomi meningkatkan keragaman ekonomi dari Desa Sawit.

Pertumbuhan leading sector yang cepat dan mendorong tumbuhkembangnya keragaman ekonomi dari Desa Sawit merupakan bagian penting dari ketahanan ekonomi Desa Sawit.

Studi PASPI (2022) menjelaskan, ketahanan ekonomi Desa Sawit di Indonesia lebih tinggi dan bertumbuh lebih cepat dibandingkan dengan ketahanan ekonomi Desa Non Sawit. (sumber: Buku Mitos vs Fakta Industri Minyak Sawit Indonesia dalam Isu Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Global Edisi Keempat, PASPI 2023. Bersambung..,