https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Sawit / Inovasi Limbah Sawit Jadi Ban dan Karet Dapat Terwujud Tapi Terbentur Regulasi Panjang

Inovasi Limbah Sawit Jadi Ban dan Karet Dapat Terwujud Tapi Terbentur Regulasi Panjang


Jumat, 17 Oktober 2025 | 17:00 WIB  

Editor : Sahdan
Inovasi Limbah Sawit Jadi Ban dan Karet Dapat Terwujud Tapi Terbentur Regulasi Panjang

Foto: Isrimewa/katakabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 41730 | Artikel Judul: Inovasi Limbah Sawit Jadi Ban dan Karet Dapat Terwujud Tapi Terbentur Regulasi Panjang | Tanggal: Jumat, 17 Oktober 2025 - 17:00

Jakarta, katakabar.com - PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) lewat anak usahanya, PT Singaland Asetama (SGA), raih juara pertama di ajang SDG Innovation Pitch Showcase di rangkaian UN Global Compact Leaders Summit 2025.

Mereka bawa inovasi sulap limbah sawit menjadi bio-oil, dan karbon hitam ramah lingkungan sebagai bahan utama pembuatan ban, cat, dan karet.

Tetapi, perjalanan mengembangkan inovasi hijau memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit yang digalakkan BWPT hingga menjadi juara di ajang bergengsi tersebut tidaklah mudah.

CEO Eagle High Plantations, Henderi Djunaidi, mengakui perjalanan menuju industrialisasi inovasi hijau masih panjang dan penuh tantangan.

“Kalau kita mau jadikan ini industri hari ini, tentu regulasinya panjang. Ada izin, NIB, sampai urusan teknis yang butuh waktu. Jadi, kami mulai dari inisiatif CSR, agar ide ini bisa jalan dulu,” ujat Henderi lewat keterangan pers, Kamis (16/10), dilansir dari laman Kompas Jumat siang.

Ia lantas menekankan inovasi di BWPT bukan hanya soal teknologi, melainkan perubahan pola pikir. Generasi muda di perusahaan melihat limbah sebagai sumber daya baru. Tetapi, tanpa dukungan regulasi yang adaptif, potensi ekonomi sirkular di sektor sawit terancam terhenti.

“Sekarang kami tidak lagi berpikir sebatas sawit, tapi bagaimana dari limbahnya bisa lahir produk baru yang berguna bagi industri lain. Itu bagian dari ekonomi sirkular yang mulai tertanam di budaya kerja kami,” jelas Henderi.

Sementara, Mohamad Bijaksana Junerosano, Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup, mengutarakan pentingnya dukungan kebijakan yang jelas dan konsisten. Perusahaan, kata dia, biasanya lebih lincah dalam berinovasi. Tetapi kalau kebijakan tidak diarahkan dengan tepat, industri bisa mati sebelum tumbuh.

“Lantaran itu, kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga riset menjadi penting agar inovasi seperti ini punya arah yang jelas,” ucap Bijaksana.

Menurutnya, Inovasi di sektor sawit harus menyentuh seluruh rantai nilai untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi jejak karbon. Perencanaan matang menjadi kunci. Kuncinya ada di perencanaan yang matang. Semua harus well-designed, dari proses produksi sampai pengelolaan limbah.

“Banyak inovasi bisa dimulai dari langkah-langkah kecil, yang low effort tapi big impact,” bebernya.

Inisiatif BWPT menjadi contoh arah baru industri sawit Indonesia. Namun, kolaborasi lintas sektor tetap krusial agar momentum ini tidak terhenti. Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan ekonomi hijau, tapi keberhasilan transisi hijau bergantung pada keberanian birokrasi membuka ruang bagi inovasi.

www.katakabar.com | Artikel ID: 41730 | Artikel Judul: Inovasi Limbah Sawit Jadi Ban dan Karet Dapat Terwujud Tapi Terbentur Regulasi Panjang | Tanggal: Jumat, 17 Oktober 2025 - 17:00

TOPIK TERKAIT

# Inovasi# Ban dan Karet# Limbah Sawit# Terwujud# Terbentur# Regulasi Panjang
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Sawit

    Wadah Kemasan Makanan dari Limbah Sawit dan Daun Pepaya Buatan Mahasiswa USU

    Senin, 13 Okt 2025 | 20:10 WIB
  • Nasional

    MediaMIND 2025 Ajak Mahasiswa SRE Angkat Inovasi Tambang Berkelanjutan di Masa Depan

    Jumat, 10 Okt 2025 | 10:00 WIB
  • Nasional

    Dari Belajar Bahasa Jawa hingga VR Diplomasi: Inovasi Mahasiswa Binus @Kemanggisan di TechMan Day 2025

    Minggu, 05 Okt 2025 | 11:44 WIB
  • Sawit

    Di PKS Lubuk Dalam, Holding PTPN Tunjukkan Inovasi Limbah Sawit Jadi Energi ke Mahasiswa Unilak

    Jumat, 03 Okt 2025 | 17:39 WIB
  • Sawit
    Kolaborasi GPPI dan BRIN

    Penguatan Perkebunan Sawit Dukung Ketahanan Energi Berbasis IT di 2nd IPORICE 2025

    Kamis, 02 Okt 2025 | 17:04 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :