Pasir Pengaraian, katakabar.com – Kinerja Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dinilai sangat memprihatinkan dan jauh dari harapan. Prestasi daerah di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau disebut tak kunjung naik, bahkan cenderung mandek parah.
Kondisi buruk ini picu kemurkaan Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Cabang Rokan Hulu. Mereka tak lagi basa-basi. PJI menuding sistem yang dijalankan saat ini amat sangat buruk, tidak profesional, dan penuh keanehan.
"Kami desak Bupati Rokan Hulu segera turun tangan! Evaluasi total Kabag Kesra sekarang juga! Kalau prestasi bertahun-tahun tidak ada kemajuan, itu artinya kinerjanya ngawur dan tidak becus mengelola potensi daerah!" gertak Ketua PJI Rokan Hulu, Sudirman, dengan nada tinggi, Sabtu (4/7).
Menurutnya, sangat ironis dan memalukan ketika Rokan Hulu berjuluk 'Negeri Seribu Suluk' memiliki banyak pemuda berbakat, justru gagal bersinar di kandang sendiri karena pola pembinaan yang amburadul total.
Seleksi Semena-mena, Talenta Terbaik "Dibuang"
Sorotan paling tajam ditujukan pada mekanisme seleksi peserta yang dinilai tidak objektif, tertutup, dan penuh rekayasa. Banyak talenta emas justru ditendang keluar tanpa alasan yang jelas, sementara yang lolos pun tak mampu mengharumkan nama daerah.
Fakta pahit ini menjadi bukti nyata kegagalan sistem. Sebut saja Hasbi Asidiki Nasution, warga asli Tingkok yang ditolak di Rokan Hulu, tetapi saat membela Rokan Hilir ia langsung menyabet Juara II.
Begitu juga Wafiz Azizah Siregar, putri terbaik Rokan Hulu yang harus "lari" ke Pekanbaru untuk kemudian menjadi Juara I.
"Ini adalah bukti nyata kalau sistem di Kesra itu salah besar! Orang hebat justru disingkirkan, yang tidak mampu malah diusung. Malu sekali, anak daerah kita juara tapi bawa nama orang lain!" serang Sudirman.
PJI menegaskan, jika pihak yang memegang kendali saat ini tidak mampu melakukan perubahan dan terus membiarkan bibit unggul "menganggur" atau pindah ke daerah lain, maka posisi tersebut sebaiknya dikosongkan saja dan diganti orang yang lebih kompeten.
"Jangan cuma mau jabatan tapi prestasi nol besar! Kalau tidak sanggup mengelola, lebih baik mundur teratur dan beri jalan kepada yang lebih mampu!" tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kabag Kesra dan Pemkab Rokan Hulu masih terdiam dan belum memberikan klarifikasi apa pun terkait hantaman keras dan tudingan miring yang dilontarkan oleh PJI tersebut.
Kinerja Kabag Kesra Dinilai Ngaur Bibit Emas Rohul Dibuang Juara di Daerah Lain, PJI Ganti Kalau Tak Mampu
Diskusi pembaca untuk berita ini