Home / Sawit / Kuatkan Komitmen, Pemerintah Aceh Siap Tingkatkan Produksi dan Kualitas Sawit
Kuatkan Komitmen, Pemerintah Aceh Siap Tingkatkan Produksi dan Kualitas Sawit
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Mawardi. Foto Ist/katakabar.com.
Aceh, katakabar.com - Pemerintah Aceh kuatkan komitmen tingkatkan produksi dan kualitas kelapa sawit rakyat, lewat penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Itu ditekankan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Mawardi, di pembukaan Workshop Penguatan Kemitraan dan Kelembagaan Perkebunan Sawit Rakyat Provinsi Aceh (APKASINDO) yang dihelat DPP APKASINDO di Banda Aceh pada Selasa, (7/5) kemarin.
Menurut Asisten Sekda Aceh, penting kemitraan pengembangan perkebunan sawit yang berkelanjutan. Perkebunan kelapa sawit memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Aceh dan Indonesia secara keseluruhan.
"Di Aceh khususnya, perkebunan sawit rakyat dianggap memiliki peran strategis meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, pendapatan daerah, dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di Aceh," ujar Mawardi, dilansir dari laman kilasaceh, pada Rabu (8/5).
Kemitraan dengan berbagai pihak terkait, kata Mawardi, dapat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan perkebunan kelapa sawit.
Melalui kemitraan, tuturnya, petani diharapkan dapat meningkatkan akses mereka terhadap modal, teknologi, dan pasar, yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil sawit.
Selain itu, kemitraan memungkinkan adopsi praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan serta memperkuat posisi tawar petani dalam bernegosiasi dengan pihak-pihak lainnya.
Pemerintah Aceh menyatakan dukungannya terhadap upaya yang telah dilakukan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Aceh guna memperkuat kemitraan dan kelembagaan perkebunan sawit rakyat.
"Kemitraan ekonomi antara petani sawit dan pihak-pihak terkait, seperti industri pengolahan dan perdagangan, merupakan landasan utama dalam menciptakan ekosistem yang sehat bagi pengembangan perkebunan sawit yang berkelanjutan," jelasnya.
Tentang workshop tersebut, Mawardi menerangkan beberapa poin penting bagi keberlangsungan perkebunan sawit rakyat di Aceh, yakni:
Pertama, pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat petani dalam mengembangkan perkebunan sawit yang berkelanjutan secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Kedua, perlunya peningkatan kualitas dan produktivitas perkebunan sawit rakyat melalui penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Ketiga, pentingnya pemberdayaan masyarakat petani sawit melalui pembentukan kelompok tani dan koperasi sebagai wadah untuk bermitra dan bersama-sama mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi.
Keempat, perlunya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, dan lembaga keuangan, dalam penyediaan akses modal, teknologi, dan pelatihan bagi petani sawit rakyat.
Workshop ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk menggerakkan upaya bersama dalam meningkatkan kemitraan dan kelembagaan perkebunan sawit rakyat di Aceh demi mencapai hasil yang lebih baik secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Dengan kolaborasi yang kuat antara semua pihak terkait, diharapkan sektor perkebunan sawit rakyat di Aceh dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Momen Hardiknas 2024
BPDPKS Teken 15 Perjanjian Kerja Sama Pelatihan Kelapa Sawit








Komentar Via Facebook :