Samarinda, katakabar.com - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan intensifikasi tanaman kelapa sawit untuk meningkatkan produktivitas perkebunan pada 2024 ini.
Intensifikasi lahan tersebut mencakup areal seluas seribu hektar yang dipusatkan di Kabupaten Paser, persinya di dua kecamatan, yakni Long Ikis dan Kuaro melibatkan empat desa, Krayan Makmur, Kayungo Sari, Kelempang Sari, dan Padang Jaya.
Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ence Achmad Rafiddin Riza, yang serahkan bantuan tersebut. "Setiap desa menerima bantuan, berupa pupuk dan herbisida untuk menunjang produktivitas tanaman kelapa sawit," jelasnya Ence lewat keterangan resmi Disbun Kaltim, dilansir dari laman EMG, Minggu (29/9).
Bantuan yang disalurkan rinciannya, kata Ence, meliputi Desa Krayan Makmur Kecamatan Long Ikis berupa Pupuk NPK sebanyak 34.200 kilogram dan herbisida 1.710 liter untuk lahan seluas 342 hektar, Desa Kayungo Sari Kecamatan Long Ikis berupa Pupuk NPK sebanyak 32.500 kilogram dan herbisida 1.482 liter untuk lahan seluas 325 hektar.
Terus, sambungnya, Desa Kelempang Sari Kecamatan Kuaro berupa Pupuk NPK sebanyak 21.200 kilogram dan herbisida 1.060 liter untuk 212 hektar, serta Desa Padang Jaya Kecamatan Kuaro berupa Pupuk NPK sebanyak 12.100 kilogram dan herbisida 1.210 liter untuk lahan seluas 121 hektar.
Bantuan ini, harapnya, hendaknya, dapat digunakan secara maksimal untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sawit dan kesejahteraan masyarakat setempat.
"Saya harap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan taraf hidup masyarakat,” terangnya.
Untuk itu, ulas Ence, penting pembinaan dan pendampingan kepada para petani, khususnya dalam hal teknis budidaya, pemberdayaan petani, serta penguatan kelembagaan.
"Tim pendamping perkebunan di setiap kabupaten dan kota akan berperan dalam memastikan keberhasilan program ini," imbuhnya.
Sektor perkebunan, beber Ence, terutama kelapa sawit sektor kunci pembangunan ekonomi di Kalimantan Timur. Tapi, sektor ini menghadapi sejumlah tantangan, seperti rendahnya produktivitas kebun rakyat.
"Pembinaan yang berkelanjutan dengan dukungan sarana dan prasarana diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor perkebunan terhadap perekonomian daerah," harapnya.
Lahan Seribu Hektar Diintesifikasi Untuk Bantuan Pupuk dan Herbisida ke Petani Sawit 4 Desa
Diskusi pembaca untuk berita ini