Home / Nusantara / Mantapkan B50–B60! Presiden RI: Demi Putus Ketergantungan BBM Impor
Mantapkan B50–B60! Presiden RI: Demi Putus Ketergantungan BBM Impor
Presiden RI: H Prabowo Subianto. Foto: Istimewa/katakabar.com.
Jakarta, katakabar.com - Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto kirim sinyal keras Indonesia tak boleh lagi hidup dengan “napas bantuan” dari energi impor.
Di hadapan ribuan kader Golkar saat peringatan HUT ke 61 di Istora Senayan. Kepal Negara menegaskan satu hal, masa depan energi Indonesia harus berdiri di kaki sendiri dan kelapa sawit adalah kuncinya.
Pidato berdurasi sekitar satu jam itu, Prabowo menyebut situasi geopolitik global saat ini sedang bergerak liar dan tak lagi bisa diprediksi.
Konflik di Eropa, ketegangan berkepanjangan di Laut Merah, sampai potensi tertutupnya jalur vital seperti Selat Hormuz, semuanya membuat pasokan minyak dunia berada di ujung tanduk.
Lantaran itu, Presiden RI menilai Indonesia tidak boleh terus hidup dari impor. Risiko terburuknya jelas: saat perang meluas dan rantai pasok global macet, Indonesia bisa tidak mampu membeli BBM, bahkan tak bisa mengimpor meski punya uang.
Di titik inilah Prabowo menyebut sawit sebagai “mesin pertahanan energi”. Indonesia punya anugerah yang jarang dimiliki negara lain yaitu bahan baku biofuel dalam jumlah besar.
“Kita punya teknologi. Sawit bisa jadi BBM, bisa jadi solar, bahkan bensin,” ujarnya.
Kepala Negara memastikan pemerintah mempercepat pengembangan B50 dan B60 sebagai pilar baru ketahanan energi nasional.
Teknologi sudah siap, bahan baku tersedia melimpah, dan industri sawit dalam negeri mampu memasok kebutuhan besar. Baginya, percepatan biofuel bukan proyek biasa, melainkan strategi negara agar masa depan energi tidak ditentukan pihak luar.
Pengalaman bencana banjir dan longsor di Sumatera ikut menjadi alarm. Saat jembatan putus dan akses darat terhenti, distribusi BBM harus dilakukan lewat udara dan laut.
“Bencana itu ujian. Kita harus siap menghadapi situasi lebih sulit lagi,” terangnya.
Semua itu menguatkan satu pesan yaitu Indonesia butuh bahan bakar yang bisa diproduksi sendiri. Dengan B50–B60, Prabowo ingin memastikan Indonesia tidak tumbang saat dunia limbung, dan ketergantungan pada BBM impor benar-benar berakhir.








Komentar Via Facebook :