https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Sawit / Nilai Ekspor CPO RI Naik 42,88 Persen hingga Agustus 2025, Ini Kata GAPKI

Nilai Ekspor CPO RI Naik 42,88 Persen hingga Agustus 2025, Ini Kata GAPKI


Rabu, 29 Oktober 2025 | 19:00 WIB  

Editor : Sahdan
Nilai Ekspor CPO RI Naik 42,88 Persen hingga Agustus 2025, Ini Kata GAPKI

Foto: Istimewa/katakabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 41955 | Artikel Judul: Nilai Ekspor CPO RI Naik 42,88 Persen hingga Agustus 2025, Ini Kata GAPKI | Tanggal: Rabu, 29 Oktober 2025 - 19:00

Jakarta, katakabar.com - Data resmi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menunjukkan, produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada Agustus mencapai 5.062 ribu ton, turun 1,00 persen dibandingkan Juli 2025 yang sebesar 5.113 ribu ton.

Produksi PKO mengalami penurunan menjadi 481 ribu ton dari 493 ribu ton bulan sebelumnya. Menurut Sekjen GAPKI, Hadi Soegeng, mengatakan secara tahunan hingga Agustus 2025, total produksi CPO dan PKO Indonesia telah mencapai 39,04 juta ton atau meningkat sekitar 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

“Hal ini disebabkan oleh cuaca tahun 2024 dan 2025 yag mendukung produksi, sehingga outlook produksi 2025 diperkirakan tumbuh minimal 10 persen,” ujarnya Selasa (28/10) kemarin, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Rabu sore.

Selain itu, kata Hadi, konsumsi dalam negeri memperlihatkan tren positif dengan peningkatan dari 2.034 ribu ton pada Juli menjadi 2.100 ribu ton pada Agustus. Kenaikan terbesar terjadi pada penggunaan biodiesel yang meningkat menjadi 1.111 ribu ton atau 5,71 persen dari bulan sebelumnya sebesar 1.051 ribu ton.

Konsumsi untuk kebutuhan pangan naik menjadi 806 ribu ton dari 798 ribu ton atau naik 1,00 persen.

Sementara, konsumsi oleokimia sedikit turun menjadi 183 ribu ton dari 185 ribu ton atau terkoreksi setara 1,08 persen. Peningkatan konsumsi domestik ini mencerminkan semakin kuatnya peran industri hilir dalam menyerap produksi sawit nasional, terutama melalui kebijakan pemanfaatan biodiesel.

Di sisi lain, ekspor minyak sawit pada Agustus tercatat menurun menjadi 3.473 ribu ton setara 1,81 persen dibandingkan Juli yang mencapai 3.537 ribu ton. Penurunan terbesar terjadi pada ekspor CPO yang berkurang signifikan dari 626 ribu ton menjadi 494 ribu ton setara 21,09 persen, serta ekspor oleokimia yang turun menjadi 436 ribu ton dari 438 ribu ton setara 0,46 persen.

“Ekspor tahunan Agustus 2025 tumbuh 15,3 persen daripada tahun 2024. Hal ini disebabkan selain karena produksi 2025 yang lebih tinggi juga karena harga CPO pada tahun 2024 lebih tinggi dari minyak nabati lain, sehingga konsumen beralih ke minyak nabati lain,” terangnya.

Masih Hadi, pada tahun 2025 harga premium CPO terhadap minyak nabati lain menurun sehak bulan Januari dan bahkan negatif bulan April hingga Juni. Peningkatan ekspor pada minyak sawit olahan bulan Agustus juga naik menjadi 2.343 ribu ton dari 2.307 ribu ton setara 1,56 persen. Produk olahan minyak inti sawit juga menunjukan kenaikan dari 164 ribu ton menjadi 199 ribu ton setara 21,34 persen.

Jika dilihat dari negara tujuan, penurunan ekspor terutama terjadi ke India sebesar 160 ribu ton, Bangladesh 76 ribu ton, dan Pakistan 48 ribu ton.

Sedang, beberapa pasar menunjukkan peningkatan serapan, seperti Malaysia yang naik 103 ribu ton, China naik 101 ribu ton, Afrika naik 40 ribu ton, Uni Eropa (EU-27) naik 32 ribu ton, Rusia naik 6 ribu ton, dan Amerika Serikat naik 4 ribu ton. Hal ini menegaskan dinamika permintaan global yang masih cukup variatif antar kawasan.

Walaupun volume ekspor menurun, nilai ekspor minyak sawit Indonesia bulan Agustus justru meningkat dari US$ 3,690 miliar menjadi US$ 3,819 miliar atau naik 3,50 persen. Secara tahunan hingga Agustus 2025, nilai ekspor mencapai US$ 24,785 miliar atau naik signifikan sebesar 42,88 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$ 17,347 miliar. Kenaikan nilai ekspor ini didorong oleh harga rata-rata Januari–Agustus 2025 yang mencapai US$ 1.204 per ton CIF Rotterdam, lebih tinggi dari rata-rata Januari hingga Agustus 2024 sebesar US$ 1.009 per ton CIF Rotterdam.

Dengan stok awal bulan Agustus sebesar 2.568 ribu ton dan penurunan produksi serta ekspor yang disertai peningkatan konsumsi dalam negeri, stok akhir bulan Agustus tercatat sedikit turun menjadi 2.543 ribu ton. Kinerja industri minyak sawit Indonesia sepanjang Agustus 2025 ini mencerminkan peningkatan kekuatan pasar domestik namun juga tantangan pada pasar ekspor, meskipun nilai perdagangan tetap menunjukkan hasil positif.

Untuk mengatasi penurunan produksi, GAPKI melakukan serangkaian upaya untuk meningkatkan produktivitas diantaranya, menjaga biaya, melakukan introduksi serangga penyerbuk dari Tanzania, menerapkan Best Agricultural Practices sampai pada mekanisasi.

“Kelangsungan industri sawit tidak hanya berganting pada harga jual produk tetapi sangat dipengaruhi biaya produksi. Oleh sebab itu upaya peningkatan produktivitas sawit dan efisiensi biaya harus menjadi fokus perhatian yang berkelanjutan,” sebutnya.

www.katakabar.com | Artikel ID: 41955 | Artikel Judul: Nilai Ekspor CPO RI Naik 42,88 Persen hingga Agustus 2025, Ini Kata GAPKI | Tanggal: Rabu, 29 Oktober 2025 - 19:00

TOPIK TERKAIT

# Nilai Ekspor# CPO RI# Naik# Agustus 2025# GAPKI
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Sawit

    PoweRRR Project, kolaborasi Baru GAPKI-Solidaridad Berdayakan 3.500 Perempuan Sawit di Desa

    Jumat, 24 Okt 2025 | 18:00 WIB
  • Sawit

    HR CPO Naik Jadi US$ 963,61 per Metrik Ton di Oktober 2025

    Rabu, 01 Okt 2025 | 18:36 WIB
  • Ekonomi

    PLPA Naik 400 Persen Pasca Listing di Indodax, Apakah Sudah Terlambat Membeli?

    Senin, 20 Okt 2025 | 09:00 WIB
  • Ekonomi

    Gaji Naik Tapi Tidak Terasa? Hati-hati Terjebak Inflasi Gaya Hidup!

    Minggu, 19 Okt 2025 | 11:54 WIB
  • Nasional

    MIND ID Dorong 10.000 UMK Naik Kelas, Wujudkan Ekonomi Kerakyatan di Daerah

    Kamis, 16 Okt 2025 | 11:00 WIB

TERPOPULER

  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • UPDATE Kasus Dugaan Permainan Retribusi Pasar Belantik Siak: Jaksa Minta Inspektorat Audit, Tapi...

    Rabu, 01 Apr 2026 | 15:40 WIB
  • Tidak Bayar Pesangon 34 Eks Karyawan, Ratusan Buruh Geruduk BRI Kanwil Medan

    Sabtu, 28 Mar 2026 | 19:06 WIB
  • Kejari Binjai Tetapkan Empat Tersangka Kasus Kontrak Fiktif di Dinas Ketahanan Pangan

    Rabu, 01 Apr 2026 | 05:02 WIB
  • Kapolres Kepulauan Meranti Tingkatkan Kebersamaan Lewat Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 H

    Senin, 30 Mar 2026 | 13:44 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :