"Saya minta manajemen perusahaan, pecat Toni Alexander itu! Sikapnya memblokir wartawan dan menutup-nutupi kebenaran itu sangat memalukan dan merugikan perusahaan sendiri. Dia sok keras karena merasa ada yang backing," tegas Hasibuan kepada wartawan, Senin (10/5).
Lebih jauh, Hasibuan mendesak Bupati Rokan Hulu untuk segera turun tangan dan mengambil sikap tegas.
https://katakabar.com/public/berita/baca/pencemaran-sungai-bawak-terbukti-pj-kades-terindikasi-main-mata-dan-humas-pt-ssm-blokir-wartawan
"Cabut saja izin operasional mereka! Perusahaan nakal ini sudah tidak pantas diberi kelonggaran. Hampir setiap tahun buang limbah, meracuni sungai, dan tidak punya izin yang jelas. Bupati harus bertindak, jangan biarkan mereka main-main dengan hukum," jelasnya.
Bau Busuk Kolopsi: Pj Kades Diam DLH DItuding 'Main Mata'
Kasus ini semakin mencurigakan lantaran hingga saat ini Pj Kepala Desa Koto Tandun, Aly, sama sekali tidak memberikan respons. Padahal wilayahnya yang dirusak dan warganya yang menderita. Sikap diam ini memicu dugaan kuat adanya praktik "main mata" atau kolusi antara oknum pejabat dengan perusahaan.
Pecat Humas PT SSM Terbukti Buang Limbah, Land Aplikasi Bermasalah Tanpa SLO dan Pemerintah Disepelekan
Diskusi pembaca untuk berita ini