https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Ekonomi / Regulasi Samar, SEC Tunda ETF Kripto Lagi: Apakah Ini Sinyal Bearish?

Regulasi Samar, SEC Tunda ETF Kripto Lagi: Apakah Ini Sinyal Bearish?


Minggu, 16 Maret 2025 | 07:03 WIB  

Editor : Sahdan
Regulasi Samar, SEC Tunda ETF Kripto Lagi: Apakah Ini Sinyal Bearish?

Foto Istimewa/katakabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 37894 | Artikel Judul: Regulasi Samar, SEC Tunda ETF Kripto Lagi: Apakah Ini Sinyal Bearish? | Tanggal: Minggu, 16 Maret 2025 - 07:03

Jakarta, katakabar.com - Pasar kripto kembali mengalami gejolak setelah Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) menunda keputusan terkait ETF kripto untuk XRP, Solana (SOL), Litecoin (LTC), Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE). Keputusan ini memperpanjang ketidakjelasan regulasi yang berdampak langsung pada sentimen pasar serta pergerakan harga aset digital.

Pada 11 Maret 2025 lalu, SEC rilis pengumuman perpanjangan waktu peninjauan untuk beberapa ETF kripto yang diajukan oleh Grayscale, VanEck, Canary, dan 21Shares. Dengan penundaan ini, tenggat waktu baru untuk keputusan persetujuan ETF diperpanjang hingga Mei 2025. Adapun alasan di balik perpanjangan ini adalah untuk memberikan waktu lebih lama bagi regulator dalam menilai dampak ETF terhadap pasar keuangan. 

Beberapa ETF yang terkena dampak langsung adalah:

ETF XRP dari Grayscale, Bitwise, Canary Capital, 21Shares. 

ETF Solana (SOL) dari VanEck, Canary Capital, 21Shares.

ETF Litecoin (LTC) dari Grayscale dan Canary Capital. 

ETF Cardano (ADA) dari Grayscale.

ETF Dogecoin (DOGE) dari Grayscale.

Analis Bloomberg, James Seyffart, menyatakan bahwa penundaan ini adalah prosedur standar SEC, bukan berarti pengajuan ETF ini akan ditolak. Ia memperkirakan kemungkinan persetujuan ETF tetap tinggi, sekitar 65 persen atau lebih sebelum akhir 2025.

SEC dikenal memiliki riwayat sering menunda keputusan terkait ETF. Sebagai contoh, pada 28 Februari 2025 lalu, mereka kembali memperpanjang batas waktu dalam meninjau permohonan dari Cboe Exchange yang berencana mencantumkan ETF Ether opsi

Dampak Penundaan ETF Kripto terhadap Pasar

1. Ketidakpastian Regulasi yang Berlanjut

Keputusan SEC memperpanjang spekulasi mengenai sikap regulator terhadap produk investasi berbasis kripto. Investor yang mengharapkan kejelasan regulasi harus menunggu lebih lama sebelum ada keputusan final.

2. Dampak Langsung pada Harga XRP, LTC, dan DOGE

Setelah pengumuman penundaan ETF, beberapa aset kripto mengalami fluktuasi harga yang cukup signifikan:

XRP sempat turun sekitar 3,5 persen, diperdagangkan di kisaran $0,64 sebelum pulih sedikit.

Litecoin (LTC) mengalami koreksi 2,8 persen, turun dari $93,50 ke $91,00.

Dogecoin (DOGE) juga mengalami pelemahan 4,2 persen, dengan harga saat ini berada di $0,152.

Meskipun ada penurunan, volume perdagangan pada aset-aset ini meningkat, menandakan bahwa investor masih aktif dalam pasar meskipun sentimen cenderung lebih berhati-hati.

3. Sentimen Investor yang Beragam

Meskipun penundaan ETF ini bisa menekan harga dalam jangka pendek, beberapa analis percaya bahwa masih ada peluang besar untuk persetujuan pada paruh kedua tahun 2025. Faktor yang dapat memengaruhi keputusan ini termasuk perkembangan regulasi, kebijakan pemerintah, dan perubahan kepemimpinan di SEC.

4. Minat Institusional yang Tetap Kuat

Meskipun terjadi penundaan, minat investor institusional terhadap ETF kripto tetap tinggi. Perusahaan seperti Grayscale dan Canary terus mendorong persetujuan ETF berbasis kripto. Mereka bahkan mulai mengembangkan inovasi baru seperti ETF dengan fitur staking, yang memungkinkan pemegang aset mendapatkan imbal hasil tambahan.

Implikasi Lebih Luas dari Keputusan SEC

SEC tampaknya masih berhati-hati dalam menyetujui produk keuangan berbasis kripto, dengan fokus utama pada risiko manipulasi pasar dan volatilitas harga. 

Pendekatan ini mungkin mengecewakan bagi investor yang menginginkan regulasi lebih cepat, tetapi di sisi lain, SEC ingin memastikan bahwa ETF kripto dapat beroperasi dalam lingkungan yang stabil dan terukur.

Penundaan keputusan SEC terhadap ETF kripto memang menciptakan ketidakpastian dalam jangka pendek, tetapi ini tidak berarti persetujuan tidak akan terjadi di masa depan. Investor perlu tetap mengikuti perkembangan regulasi dan menyesuaikan strategi investasi mereka sesuai dengan dinamika pasar.
Bagi mereka yang ingin tetap mendapatkan peluang terbaik dalam trading kripto, Bittime hadir sebagai platform terpercaya yang menyediakan analisis pasar terkini dan berbagai aset digital unggulan.

Tetap pantau pergerakan harga di market Bittime dan jangan lewatkan peluang terbaik untuk trading! Daftar Bittime sekarang dan mulai investasi dengan lebih percaya diri!

Kontak: Cans

www.katakabar.com | Artikel ID: 37894 | Artikel Judul: Regulasi Samar, SEC Tunda ETF Kripto Lagi: Apakah Ini Sinyal Bearish? | Tanggal: Minggu, 16 Maret 2025 - 07:03

TOPIK TERKAIT

# Regulasi# Samar# SEC# Tunda# ETF# Kripto# Sinyal# Bearish
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Tekno

    Siapa Lazarus Group? Inilah Hacker Paling Berbahaya di Dunia Kripto

    Senin, 03 Mar 2025 | 08:47 WIB
  • Ekonomi

    Pasar Kripto Berdarah: BTC Anjlok Dipicu Faktor Makro & Serangan Siber

    Minggu, 02 Mar 2025 | 18:23 WIB
  • Lifestyle
    From Hype to Type"

    Fasset Dorong Literasi Kripto di Indonesia Lewat Diskusi Panel " Crypto for Everyone

    Sabtu, 01 Mar 2025 | 18:17 WIB
  • Internasional

    SEC Gelar Pertemuan dengan Perusahaan Bahas Regulasi Kripto

    Sabtu, 01 Mar 2025 | 10:27 WIB
  • Galeri

    Ripple Lepas 400 Juta XRP ke Pasar, Ini Sinyal Bullish atau Bearish!

    Minggu, 23 Feb 2025 | 17:19 WIB

TERPOPULER

  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • UPDATE Kasus Dugaan Permainan Retribusi Pasar Belantik Siak: Jaksa Minta Inspektorat Audit, Tapi...

    Rabu, 01 Apr 2026 | 15:40 WIB
  • Tidak Bayar Pesangon 34 Eks Karyawan, Ratusan Buruh Geruduk BRI Kanwil Medan

    Sabtu, 28 Mar 2026 | 19:06 WIB
  • Kejari Binjai Tetapkan Empat Tersangka Kasus Kontrak Fiktif di Dinas Ketahanan Pangan

    Rabu, 01 Apr 2026 | 05:02 WIB
  • Kapolres Kepulauan Meranti Tingkatkan Kebersamaan Lewat Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 H

    Senin, 30 Mar 2026 | 13:44 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :