Yogyakarta, katakabar.com - Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah Payung Program Keberlanjutan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) bertajuk “Sampoerna untuk Indonesia”, kerja sama dengan Perkumpulan Imajinasi Penaja Mula dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, meluncurkan Women Ecosystem Catalyst (WEC) 2024, di Institut Francais Indonesia (IFI-LIP), Yogyakarta, di pekan keempat Januari 2024 lalu.
WEC program inkubasi bisnis untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan startup perempuan di Indonesia fokus kewirausahaan sebagian besar pesertanya perempuan pelaku UMKM, usung tema, “Daya Wanita untuk Indonesia”.
Asisten Deputi Konsultasi Bisnis dan Pendampingan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menenga, Destry Anna Sari, Staf Khusus Presiden Bidang Sosial, Angkie Yudistia, Kepala Dinas Koperasi UKM Jawa Tengah, Eddy Sulistyo Bramiyanto, Kepala Bidang Kesetaraan Gender dan Perlindungan Perempuan Pemprov Jateng, Sri Dewi Indrajati, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, ikut di acara peluncuran.
Asisten Deputi Konsultasi Bisnis dan Pendampingan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menenga, Destry Anna Sari mengapepresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sudah menginisiasi pengembangan pelaku usaha.
Pemerintah, kata Destry, telah mengeluarkan Perpres Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional yang bertujuan menciptakan lebih banyak inovasi oleh pelaku wirausaha.
"Dukungan berkelanjutan sangat dibutuhkan para pelaku usaha. Kewirausahaan ini bukan menjadi sekadar pelengkap. Tapi diharapkan Pak Presiden menciptakan lebih banyak inovasi oleh entrepreneur," ujar Destry lewat rilia yang diterima katakabar.com, pada Jumat kemarin
Menurut Destry, penting kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan sektor UMKM. Semua lembaga ikut terlibat dalam memberikan dukungan pelaku usaha. Dari data 64,5 persen pelaku usaha di Indonesia adalah perempuan.
"Kenapa harus kolaborasi? Lantaran tidak pernah ada satu lembaga yang bisa menyelesaikan permasalahan. Jadi, kita tidak lagi bekerja sendiri, tapi bersama-sama. Saya mengapresiasi semua lembaga, institusi pelaku yang ada di sini," jelasnya.
Program Representative Women Ecosystem Catalyst, Shinta Arum menyatakan, WEC menjadi program kolaborasi pertama dari Sampoerna untuk Indonesia, Perkumpulan Imajinasi Penaja Mula dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah khusus perempuan.
Kata Shinta, acara ini bertujuan mengembangkan para pelaku UMKM, khususnya perempuan. Apalagi masih banyak pelaku UMKM perempuan yang menghadapi tantangan, mulai dari pemasaran, branding, hingga tata kelola perusahaan.
"Untuk itu, kami WEC hadir. Harapannya, kami bisa memberikan dukungan dan memberdayakan teman-teman perempuan dan khususnya untuk teman-teman organisasi perempuan," tuturnya.
Rangkaian WEC 2024 resmi berlangsung selama sekitar enam bulan, mulai dari 24 Januari-8 Juni 2024, dan roadshow ke sembilan kota yang tersebar dari Sumatra hingga Papua.
Kesembilan kota itu adalah Banyumas, Makassar, Medan, Malang, Bandung, Banjarmasin, Bali, Jakarta, dan Jayapura. Berikut linimasa rangkaian kegiatan WEC 2024:
Roadshow 9 kota pada 24 Januari-24 Maret 2024
Seleksi peserta: 25 Maret-5 April 2024
E-learning: 6-20 April 2024
Bootcamp: 22-24 April 2024
Online mentoring: 29 April-31 Mei 2024
Participant Grooming: 5 Juni 2024
Demo day: 6 Juni 2024
Seleksi peserta melalui jalur umum, yakni pengiriman proposal secara daring, dilakukan pada 25 Maret-5 April 2024 dan ditargetkan menjaring 1.500 peserta yang akan disaring menjadi Top 100 proposal, hingga akhirnya terpilih 10 peserta yang mengikuti mentoring WEC sebagai bentuk inkubasi bisnis untuk mengembangkan wirausaha mereka.
Sedang, seleksi melalui jalur roadshow di sembilan kota, akan diseleksi 10 peserta. Para peserta terpilih akan mengikuti mentoring WEC di masing-masing kota.
Di seleksi ini ada sesi e-learning. Dimana e-learning bisa digunakan untuk seluruh pendaftar.
"Misalnya teman-teman nanti lolos atau pun tidak untuk inkubasi tetap bisa mengikuti e-learning ini melalui website WEC. Jadi mulai kick off sampai e-learning harapannya bisa memberikan manfaat untuk 1.500 pendaftar," ungkap Shinta.
Para peserta WEC mendapatkan mentoring bisnis dari mentor dan asesor, mendapatkan jaringan dari stakeholder yang terlibat, serta mendapatkan akses pendanaan melalui perbankan dan investor.
Kategori bisnis dan organisasi yang bisa mengikuti WEC adalah food and beverages (F&B), pertanian, teknologi, industri kreatif, fesyen dan kerajinan, kesehatan, dan energi terbarukan.
Para mentor dan asesor yang terlibat adalah CEO Yorri Eatery, Yessie Natasia Mareti; CMO Agradaya, Asri Saraswati Iskandar; Co-founder & CEP Evermos Ghufron Mustaqim; Fashion Designer, Ali Charisma; Founder and Director basicludo, Nisaul Aulia, dan Financial Planner, Aliyah Natasya.
"Mentor berperan saat proses penjurian hingga pendampingan para peserta. Asesor melakukan assessment kepada peserta untuk melihat perkembangan dari segi tata kelola, lingkungan, sosial, dan ekonomi," bebernya.
Kepala Dinas Koperasi UKM Jawa Tengah, Eddy Sulistyo Bramiyanto menimpali, WEC acara hasil kolaborasi bersama Sampoerna. Para pelaku usaha yang mengikuti kegiatan ini selama enam bulan akan mendapatkan pendampingan.
"Sekitar tiga minggu lalu, kita bersama-sama dengan HM Sampoerna dan Hetero for Startup mengagendakan kegiatan ini dengan tageline-nya Women Ecosystem Catalyst. Enam bulan ke depan Insyaallah akan didampingi," ucapnya
Hetero Space, terang Eddy, yang diresmikan untuk memunculkan usaha rintisan (startup) baru dan ruang belajar bagi UKM menuju atmosfer digital, berhasil mendapatkan penghargaan dari Kemenkop UKM. Di mana ada tiga Hetero Space yang didirikan Pemprov Jateng, yakni di Semarang, Solo dan Purwokerto.
"Hetero space kita kemarin mendapatkan penghargaan sebagai salah satu inkubator yang mendapatkan penghargaan dari Kemenkop UKM pada akhir Desember," ulasnya.
Kepala Urusan Eksternal PT HM Sampoerna Tbk, Ishak Danuningrat menekan Sampoerna senantiasa berkomitmen untuk mengembangkan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
"Kami berharap para peserta program Women Ecosystem Catalyst yang berasal dari sembilan kota, mulai dari Medan hingga Jayapura dapat menimba ilmu yang berguna dari para mentor sehingga mampu mengembangkan usaha mereka," tegasnya.
SETC di bawah Payung Program Keberlanjutan Sampoerna Untuk Indonesia menjadi salah satu bukti konsistensi Sampoerna untuk membantu UMKM nasional naik kelas.
Berdiri pada 2007 silam, SETC telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 70.000 pelaku UMKM di Indonesia. SETC telah memberikan berbagai pelatihan dan pendampingan bagi UMKM di berbagai wilayah di Indonesia.
Roadshow Daya Wanita Indonesia Kembangkan Wirausaha di 9 Kota
Diskusi pembaca untuk berita ini