Kendari, katakabar.com - Serikat Petani Kelapa Sawit atau SPKS terapkan Good Agricultural Practice atau GAP taja pelatihan kepada para petani kelapa sawit guna tingkatkan produktivitas, di Sulawesi Tenggara.
Provinsi Sulawesi Tenggara penghasil kelapa sawit terbesar ke tiga di wilayah Sulawesi dengan luas perkebunan sekitar 59 ribu hektar. Perkebunan kelapa sawit itu tersebar di Kabupaten Konawe, Kolaka, Muna, Konawe Utara, Muna Barat, Bombana, dan Kolaka Timur.
Luasan kebun sawit di Sultra terus bertumbuh didukung dengan ketersediaan lahan, dan keinginan masyarakat petani untuk terus mengembangkan perekonomian.
Selain itu, perkembangan ini didorong oleh terbukanya pasar dengan berdirinya 8 pabrik kelapa sawit di Sulawesi Tenggara.
Tapi, kelapa sawit rakyat di Sulawesi tenggara banyak menghadapi tantangan terutama soal legalitas, bibit tidak berkualitas, akses pasar, produktivitas yang rendah, serta akses sarana dan prasarana seperti pupuk, herbisida.
Untuk meningkatkan produktivitas tersebut, Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) gelar pelatihan budidaya kelapa sawit diikuti petani swadaya di Konawe Utara.
Pelaksana Tugas atau Plt Ketua SPKS Sultra, Arwan mengatakan, pihaknya saat ini fokus pada peningkatan kapasitas petani dalam hal budidaya sawit. Untuk itu, SPKS memberikan pelatihan Good Agricultural Practice (GAP) di mana latihannya dilakukan di lapangan dengan menghadirkan pelatih sawit yang berpengalaman dan bekerja sama dengan perusahan sawit seperti PT Sultra Prima Lestari dan PT Tani Prima Makmur.
“Selama 10 hari SPKS memberikan pelatihan kepada petani sawit di 5 Desa di Kabupaten Konawe Utara dengan total peserta sekitar 100 petani," ujarnya dilansir dari laman EMG, Senin (4/11).
Materi pelatihan diberikan mulai dari teori budidaya sawit secara GAP, kata Arwan, yang diberikan pelatih dari Institut Pertanian STIPER atau INSTIPER Yogyakarta. Tidak hanya itu, dilakukan praktik di kebun dengan materi seperti identifikasi hama, dan penyakit, serta menjelaskan cara penanggulangannya, pemupukan yang baik, hingga pada teknik panen yang sesuai standar.
Dengan pelatihan ini petani, harap Anwar, para petani kelapa sawit memiliki pengetahuan yang baik dalam mengelola sawitnya, dan diharapkan berpengaruh pada budaya sehingga produktivitas meningkat.
SPKS Terapkan GAP Latih Petani Sawit Swadaya Tingkatkan Produktivitas
Diskusi pembaca untuk berita ini