Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), BLU Kementerian Keuangan kolaborasi dengan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (DPP LPM RI), gelar Penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Sawit.

Angkat tema “Penguatan Strategi Percepatan Hilirisasi Industri sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan melalui Pemberdayaan dan Pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berbasis Kelapa Sawit” , kegiatan ini dilaksanakan di Jakarta, di pekan ketiga April 2026 lalu.

Berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat hadir di kegiatan.

Ketua Umum DPP LPM RI sekaligus anggota DPR, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyampaikan dinamika global yang mengarah pada potensi krisis perlu diantisipasi melalui penguatan ekonomi berbasis masyarakat, khususnya di tingkat desa.

“LPM memiliki peran strategis untuk membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan masyarakat. Kami telah mulai memetakan berbagai tantangan dari level desa, termasuk dalam penguatan ekonomi berbasis komunitas,” ujar Ahmad Doli, dilansir dari laman resmi BPDP, Jumat (24/4) siang.

Ia menambahkan penguatan ekonomi desa, termasuk melalui pengembangan koperasi, menjadi langkah penting yang perlu didukung melalui sinergi multipihak.

Menurutnya, kolaborasi dengan BPDP membuka peluang besar integrasikan program-program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan komitmen BPDP dukung peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani sawit melalui berbagai program strategis.

“BPDP sebagai BLU Kementerian Keuangan terus mendorong penguatan sektor hulu hingga hilir, termasuk melalui program peremajaan perkebunan kelapa sawit, pengembangan sumber daya manusia, serta dukungan terhadap UMKM dan Koperasi. Hal ini bagian dari upaya berkelanjutan perkuat ekosistem Pemberdayaan UMKM dan Koperasi Petani Komoditas Perkebunan,” jelas Helmi.

BPDP membuka berbagai peluang bagi generasi muda, terang Helmi, termasuk program beasiswa di bidang kelapa sawit serta pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing pelaku usaha berbasis perkebunan.

“BPDP punya progran beasiswa bagi kalangan anak muda yang ingin belajar mengenai sawit. Selain itu, kami juga menyediakan berbagai pelatihan untuk mendukung peningkatan kompetensi para pekebun,” ucapnya.

Di sesi diskusi publik, turut hadir sejumlah narasumber, yakni Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rahman, serta pelaku UMKM, Rara Sarini.

Bagus Rahman menekankan pentingnya transformasi UMKM melalui inovasi, riset, dan penguatan kolaborasi lintas sektor. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci menciptakan UMKM yang adaptif dan berdaya saing tinggi.

Sementara, Rara Sarini mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM berbasis potensi lokal, termasuk komoditas perkebunan.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana dalam meningkatkan Pemberdayaan UMKM dan Koperasi Petani Komoditas Perkebunan secara berkelanjutan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.