Bagi produk baru, konten dari pengguna dapat membantu meningkatkan percakapan mengenai produk sekaligus memberikan feedback kepada seller. Namun, kredibilitas strategi tersebut tetap bergantung pada transparansi, pengalaman penggunaan yang nyata, serta kebebasan kreator dalam menyampaikan pendapat.
Ke depan, perpaduan antara micro-creator, UGC, social commerce, dan e-commerce diperkirakan akan semakin banyak digunakan sebagai bagian dari strategi pemasaran digital.
Kedelapan, Tigo Mengembangkan Sistem Produksi Short Drama Berbasis AI dalam Skala Besar Perkembangan artificial intelligence mulai memberikan dampak pada industri produksi video dan konten hiburan. Teknologi generative AI kini dapat digunakan dalam berbagai tahap produksi, mulai dari pengembangan naskah, pembuatan karakter, desain latar, suara, hingga video.
Tigo menjadi salah satu platform yang mencoba menerapkan teknologi tersebut dalam produksi serial video pendek atau short drama. Pada Agustus 2026, perusahaan memperkenalkan konsep layanan “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari”.
Menurut perusahaan, angka tersebut menggambarkan target kapasitas produksi yang dapat dicapai melalui workflow AI yang telah distandardisasi, bukan berarti setiap proyek secara otomatis menghasilkan 100 episode dalam kondisi yang sama.
Dari Produksi Berbasis Proyek ke Workflow Terstandardisasi Produksi serial video secara tradisional membutuhkan banyak tenaga kerja. Proses dapat melibatkan penulis naskah, sutradara, pemain, tim kamera, lighting, lokasi, editor, voice-over, hingga tim pascaproduksi.
Untuk proyek dengan jumlah episode besar, proses tersebut membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Tigo mencoba menerapkan pendekatan berbeda. Tema dan konsep cerita terlebih dahulu dikembangkan menjadi struktur karakter, dunia cerita, serta format episode. Setelah elemen dasar tersebut ditentukan, AI digunakan untuk membantu mempercepat berbagai bagian produksi.
AI Script Generation AI dapat digunakan untuk menyusun struktur cerita berdasarkan genre, audiens, dan kebutuhan platform. Proses tersebut mencakup pengembangan karakter, konflik utama, serta alur setiap episode. AI Character Generation Teknologi generatif digunakan untuk membuat desain karakter dan mempertahankan konsistensi tampilan di berbagai scene dan episode.
Konsistensi karakter masih menjadi salah satu tantangan utama dalam produksi video berbasis AI. AI Scene Generation AI memungkinkan pembuat konten menghasilkan berbagai lingkungan tanpa membangun seluruh set secara fisik.
Latar tersebut dapat berupa sekolah, rumah, kantor, kawasan perkotaan, dunia historis, maupun lingkungan futuristik. AI Video Generation Visual statis kemudian dapat dikembangkan menjadi rangkaian shot atau video menggunakan teknologi generative video.
Tigo AI Perkenalkan Matrix v4.0 Dukung Pemasaran Digital di Asia Tenggara
Diskusi pembaca untuk berita ini