Bengkalis, katakabar.com - Fakta baru kembali terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan pengeroyokan terhadap Rudi Saputra, Ketua RT di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Selasa (18/8), Rudi mengatakan diduga dipukul lebih dari satu orang. Kesaksian tersebut juga disertai dengan rekaman CCTV yang diperlihatkan di hadapan majelis hakim.
Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Mas Toha Wiku Aji bersama hakim anggota dan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Agenda persidangan yakni pemeriksaan korban Rudi Saputra dan saksi Muhammad Abdullah yang disebut melihat langsung kejadian.
Terdakwa Abdul Rahman bin Abdul Muis hadir didampingi penasihat hukum Fahrizal bersama rekannya. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bengkalis Rahmat Hidayat mengikuti jalannya persidangan.
Sebelum pemeriksaan dimulai, para saksi terlebih dahulu diambil sumpah.
Di hadapan majelis hakim, Rudi kemudian membeberkan kronologi kejadian yang berlangsung pada 2 Mei sekitar pukul 20.00 WIB di kawasan Jalan Pertanian, Kecamatan Mandau.
Menurut Rudi, kejadian bermula ketika mobil Toyota Calya warna hitam yang dikendarai Abdul Rahman melintas dan hampir menyerempet sepeda motor Yamaha NMax miliknya saat melaju dari arah Jalan Jenderal Sudirman menuju Jalan Pertanian.
Rudi kemudian menegur Abdul Rahman. Teguran tersebut berujung cekcok hingga terjadi kontak fisik.
“Saya menegur Abdul Rahman. Kemudian spontan mengeluarkan kata-kata tidak sopan. Saya menarik lengan bajunya agar berbicara di luar. Tak lama kemudian saya langsung mendapatkan pukulan dari Abdul Rahman bagian rahang,” ujar Rudi di hadapan majelis hakim.
Rudi mengaku sempat melakukan perlawanan dengan mendorong Abdul Rahman hingga terjatuh. Namun, situasi berubah ketika dirinya disebut mendapat pukulan dari arah belakang.
“Karena membela diri, saya mendorong Abdul Rahman dan saya menindih. Tak berapa lama ada seseorang memukul kepala saya dari belakang. Saya langsung tersungkur. Saat hendak bangkit, saya dipukul dari depan mengenai mata sebelah kanan,” ungkapnya.
Keterangan tersebut kemudian didalami majelis hakim. “Berarti yang memukul korban lebih dari satu orang?” tanya Mas Toha Wiku Aji.
“Benar, Yang Mulia. Lebih dari satu yang memukul saya. Dari arah belakang seperti benda keras. Begitu dipukul dari belakang saya pusing. Saat mencoba bangkit, ada yang dari depan memukul ke arah mata kanan saya. Kalau dari pandangan saya, bajunya warna merah,” jawab Rudi.
Sedikit demi Sedikit Kasus Pemukulan di Mandau Bengkalis Mulai Terungkap, Pelaku Diduga Lebih 1 Orang
Diskusi pembaca untuk berita ini