Akademik

Sorotan terbaru dari Tag # Akademik

Dari Prestasi Akademik dan Non Akademik: Perjalanan Irham Kembangkan Diri di Binus @Bandung Pendidikan
Pendidikan
5 jam yang lalu

Dari Prestasi Akademik dan Non Akademik: Perjalanan Irham Kembangkan Diri di Binus @Bandung

Bandung, katakabar.com -  Dalam proses pendidikan tinggi, pengalaman yang diperoleh mahasiswa tidak hanya terbatas pada pembelajaran akademik di ruang kelas, tetapi melalui berbagai aktivitas pengembangan diri yang membentuk karakter, keterampilan, dan kesiapan menghadapi dunia profesional. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyediakan ekosistem yang mendorong mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi secara menyeluruh, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Seperti perjalanan Irham Ahda Haunan, mahasiswa Program Studi Digital Business Innovation Binus @Bandung (B26), yang aktif mengembangkan dirinya melalui berbagai pengalaman selama masa perkuliahan. Sejak awal, Irham memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia untuk memperluas wawasan dan keterampilan, baik melalui kegiatan akademik, pengalaman industri, maupun pengembangan kewirausahaan. Dalam pengembangan karier profesionalnya, Irham menjalani internship di PT Rapha Medistra Indonesia, sebuah perusahaan distributor peralatan dan alat kesehatan. Melalui pengalaman ini, ia mendapatkan pemahaman langsung mengenai dinamika dunia kerja serta bagaimana penerapan ilmu yang dipelajari di kampus dalam konteks industri yang sebenarnya.  Selain itu, Irham juga mulai membangun bisnisnya sendiri melalui dukungan Program Binus Incubator yakni wadah pembinaan dan pengembangan bagi para mahasiswa yang akan mengembangkan ide-ide bisnis menjadi usaha nyata. Di mana saat ini ia berperan sebagai Chief Executive Officer (CEO) Heropeels, sebuah aplikasi penyedia layanan pengelolaan sampah sisa makanan dan limbah kulit buah khusus bagi bisnis perhotelan dan usaha F&B (food and beverages). Pada 2024 Heropeels sempat mengikuti kompetisi P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan berhasil meraih pendanaan sebesar Rp 10.000.000. Sebuah pencapaian yang membuktikan kualitas dan kesungguhan dari karya Binusian. Di tengah kesibukannya menjalani kegiatan perkuliahan, Irham juga memiliki minat dan potensi yang kuat di bidang olahraga, khususnya panahan. Ketertarikan ini mendorongnya untuk mendalami olahraga tersebut secara lebih serius hingga aktif mengikuti berbagai kompetisi. Konsistensi dan dedikasi yang ia tunjukkan pun berbuah hasil, dengan capaian prestasi yang semakin memperkaya perjalanan pengembangan dirinya selama masa kuliah. Melalui partisipasinya dalam MAWAS Archery Competition 2025 yang diselenggarakan oleh Kings Archery Club Jakarta, Irham menunjukkan performa yang konsisten dan kompetitif dengan meraih Juara 1 pada kategori Kualifikasi Compound Putra, kemudian melanjutkan pencapaian dengan Juara 2 pada kategori Eliminasi Compound Putra, serta turut berkontribusi dalam keberhasilan tim dengan meraih Juara 1 pada kategori Mix Team Compound. Capaian ini menjadi bukti nyata atas dedikasi, disiplin, dan komitmennya dalam mengembangkan potensi di luar akademik. Keseimbangan antara perkembangan akademiknya serta pencapaian di ranah non-akademik menjadi cerminan bagaimana proses pengembangan diri yang menyeluruh dapat terbentuk selama masa perkuliahan. Hal ini tidak terlepas dari dukungan lingkungan kampus yang suportif, yang memberikan ruang luas bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi minat, mengasah potensi, serta berkembang dari berbagai arah sesuai dengan passion masing-masing. “Binus @Bandung memberikan banyak dukungan untuk berkembang, mulai dari dosen yang suportif, hingga berbagai kesempatan yang mendorong kami untuk terus belajar dan mencoba hal baru. Pengalaman tersebut sangat membantu saya dalam mempersiapkan diri sebagai entrepreneur sekaligus mengembangkan potensi secara maksimal.” ungkap Irham. Perjalanan Irham menunjukkan masa perkuliahan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa mampu memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkembang secara menyeluruh. Keseimbangan antara pengalaman industri, pengembangan bisnis, serta prestasi di bidang non-akademik menjadi bukti potensi dapat tumbuh dari berbagai arah ketika didukung oleh lingkungan yang tepat. Hal ini sekaligus mencerminkan peran BINUS @Bandung sebagai Creative Technology & Entrepreneurship Campus, sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia. Binus @Bandung secara konsisten mendorong mahasiswa untuk berani mengeksplorasi diri dan membangun kesiapan menghadapi masa depan. Melalui kisahnya, Irham menjadi representasi setiap mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan meraih prestasi, selama berani mencoba dan memanfaatkan kesempatan yang ada. Dengan dukungan ekosistem pembelajaran yang suportif serta kemauan untuk terus belajar, setiap langkah yang diambil selama masa kuliah dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk masa depan yang lebih luas.

Kedubes India Dorong Pelatihan Dosen dan Akademik Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES Pendidikan
Pendidikan
Kamis, 07 Mei 2026 | 11:05 WIB

Kedubes India Dorong Pelatihan Dosen dan Akademik Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES

Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India di Jakarta melalui Jawaharlal Nehru Indian Cultural Centre (JNICC) perluas kerjasama pendidikan dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui kunjungan resmi, Senin (4/5) di Semarang, Jawa Tengah, dengan menawarkan program pelatihan dosen, beasiswa, dan pertukaran akademik lintas institusi guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di berbagai bidang strategis. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diplomasi pendidikan India di Indonesia, yang kini semakin diarahkan pada kerja sama yang bersifat praktis dan berdampak langsung. Melalui skema seperti Indian Council for Cultural Relations (ICCR) dan Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC), akademisi Indonesia mendapatkan akses untuk mengikuti pelatihan di berbagai institusi pendidikan di India dalam durasi mulai dari dua minggu hingga beberapa bulan. “Program ini membuka kesempatan luas bagi dosen untuk meningkatkan kompetensi di berbagai bidang strategis, mulai dari teknologi hingga kepemimpinan,” ujar Direktur JNICC, Kamal Khurana. Bagi UNNES, kerja sama ini dipandang sebagai peluang strategis untuk memperkuat posisi dalam jaringan akademik global. Wakil Rektor IV UNNES, Nur Qudus, menegaskan kampus akan segera menindaklanjuti peluang tersebut di tingkat fakultas. “Kami menyambut baik tawaran kerja sama ini dan akan menindaklanjuti peluang dengan mengidentifikasi bidang yang relevan serta mendorong partisipasi dosen di tingkat fakultas,” ucapnya. Program yang ditawarkan juga dilengkapi dengan dukungan komprehensif, mencakup tiket perjalanan internasional, akomodasi, biaya pelatihan, hingga tunjangan hidup selama program berlangsung. Skema ini dinilai mampu memperluas akses bagi dosen untuk meningkatkan kompetensi tanpa terbebani biaya tambahan. Adapun bidang yang ditawarkan mencakup teknologi informasi, kecerdasan buatan (AI), teknik dan rekayasa, manajemen dan kepemimpinan, pendidikan, bahasa Inggris, kesehatan, yoga, serta lingkungan dan energi terbarukan. Cakupan ini menunjukkan bahwa kerja sama tidak hanya berorientasi pada akademik konvensional, tetapi juga pada kesiapan menghadapi tantangan global. Selain kerja sama akademik, pendekatan diplomasi budaya juga menjadi bagian dari inisiatif ini. Kegiatan yoga yang melibatkan ratusan mahasiswa digelar sebagai bagian dari pengenalan budaya India sekaligus promosi gaya hidup sehat. “Kegiatan ini merupakan bagian dari curtain raiser menuju 100 hari peringatan International Day of Yoga (IDY) 2026,” ungkap TIC (Teacher of Indian Culture) JNICC, Sunil Karamchandani. Ia menambahkan, “1st World Yogasana Sport Championship 2026 akan digelar pada 4 hingga 8 Juni di Ahmedabad, Gujarat, hal ini akan menjadi kesempatan bagus bagi mahasiswa untuk bisa ikut berpartisipasi di tingkat internasional.”  Menuju Kolaborasi Jangka Panjang Sebagai bagian dari penguatan kerja sama jangka panjang, keberadaan India Corner di UNNES menjadi sarana pendukung yang menghubungkan aspek pendidikan dan budaya. Fasilitas ini diharapkan dapat memperluas akses informasi sekaligus menjadi ruang interaksi bagi mahasiswa dan akademisi.

Bharat Corner Resmi Hadir di Unsrat, Perkuat Kerja Sama Akademik Indonesia-India Internasional
Internasional
Rabu, 29 April 2026 | 12:01 WIB

Bharat Corner Resmi Hadir di Unsrat, Perkuat Kerja Sama Akademik Indonesia-India

Jakarta, katakabar.com - Sebagai upaya perkuat hubungan akademik dan budaya antara Indonesia dan India kembali diperluas lewat peresmian Bharat Corner di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, Jumat (24/4) lalu. Fasilitas ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi pendidikan yang lebih luas sekaligus mendukung agenda internasionalisasi perguruan tinggi. Peresmian dilakukan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, bersama jajaran pimpinan universitas. Kehadiran Bharat Corner menandai langkah konkret perluas akses terhadap pengetahuan tentang India, mulai dari aspek budaya hingga akademik. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unsrat, Prof. Steenie E. Wallah, menyatakan inisiatif ini memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas global sivitas akademika. “Bharat Corner diharapkan menjadi sarana penguatan literasi internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, akses terhadap referensi global menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif. Kehadiran Bharat Corner diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut sekaligus memperkaya perspektif mahasiswa dan dosen. Sandeep Chakravorty menekankan Bharat Corner merupakan bagian dari upaya diplomasi pendidikan dan budaya India di Indonesia. “India dan Indonesia memiliki hubungan historis yang kuat. Kehadiran Bharat Corner di Unsrat diharapkan dapat memperdalam pemahaman akademik mengenai India serta mendorong kerja sama yang lebih intensif antar institusi pendidikan,” ucapnya. Ia menambahkan, kerja sama pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara, terutama di tengah dinamika global yang menuntut kolaborasi lintas negara. Kepala Pusat Urusan Internasional Unsrat, dr. Grace Korompis, menilai Bharat Corner sebagai instrumen penting dalam memperluas jejaring internasional kampus. “Kami memandang Bharat Corner sebagai instrumen penting dalam memperkuat jejaring global Unsrat. Selain meningkatkan akses terhadap sumber pengetahuan internasional, inisiatif ini juga membuka peluang pengembangan program pertukaran, kolaborasi riset, serta kegiatan akademik lintas negara,” ulasnya. Kerja sama ini, jelasnya, berpotensi berkembang ke berbagai bidang, termasuk riset kelautan dan perikanan yang menjadi kepentingan bersama Indonesia dan India. Penanaman Pohon Simbol Kolaborasi Selain peresmian fasilitas, kegiatan ini juga diwarnai dengan penanaman pohon oleh Sandeep Chakravorty bersama perwakilan pimpinan Unsrat. Penanaman pohon Cempaka dan Nantu tersebut menjadi simbol komitmen kedua pihak dalam membangun hubungan jangka panjang yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari inisiatif Ek Ped Maa Ke Naam yang mengedepankan kesadaran ekologis serta keterlibatan komunitas dalam menjaga lingkungan. Momentum ini mempertegas bahwa kerja sama Indonesia dan India tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup nilai-nilai keberlanjutan. Di tengah dorongan internasionalisasi pendidikan tinggi, inisiatif seperti Bharat Corner menunjukkan bahwa kolaborasi global tidak selalu harus dimulai dari skema besar. Akses pengetahuan, jejaring akademik, dan ruang interaksi lintas budaya menjadi elemen kunci yang justru mampu membentuk dampak jangka panjang. Peresmian Bharat Corner di Universitas Sam Ratulangi menjadi bagian dari langkah konkret dalam memperluas kerjasama akademik antara Indonesia dan India. Kehadiran berbagai koleksi literatur tentang India diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar, riset, serta memperkuat wawasan global sivitas akademika. Ke depan, Bharat Corner diharapkan tidak hanya menjadi pusat referensi, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset, dan pengembangan program akademik lintas negara.

Sistem Informasi Akademik Tingkatkan Efisiensi Operasional di Perguruan Tinggi Pendidikan
Pendidikan
Senin, 27 Januari 2025 | 22:35 WIB

Sistem Informasi Akademik Tingkatkan Efisiensi Operasional di Perguruan Tinggi

Jakarta, katakabar.com - Di era digitalisasi yang terus berkembang, perguruan tinggi dituntut untuk mengoptimalkan operasionalnya guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada mahasiswa. Diantara solusi efektif yang dapat diimplementasikan adalah Sistem Informasi Akademik terpadu dari PT Nextgen Inovasi Indonesia. Sistem ini memainkan peran krusial dalam mengelola berbagai aspek administrasi dan akademik, sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan. Definisi Sistem Informasi Akademik Sistem Informasi Akademik adalah sebuah platform teknologi yang dirancang untuk mengelola berbagai data dan proses akademik di perguruan tinggi. Sistem ini mencakup berbagai modul seperti pengelolaan data mahasiswa, manajemen kurikulum, proses pendaftaran dan registrasi, pelaporan, serta komunikasi antar civitas akademika. Dengan adanya SIA, perguruan tinggi dapat mengintegrasikan berbagai fungsi administratif dan akademik dalam satu sistem yang terpusat. Implementasi SIA menjadi penting karena perguruan tinggi menghadapi tantangan dalam mengelola volume data yang besar dan kompleks. Proses manual yang masih dilakukan sering kali rentan terhadap kesalahan dan memakan waktu, yang pada akhirnya dapat menghambat efisiensi operasional. Dengan mengadopsi SIA, perguruan tinggi dapat mengotomatisasi berbagai proses, sehingga meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam pengelolaan data.

Federasi Serbundo Serahkan Naskah Akademik dan Draf Ranperda Ke DPRD Sumut Sawit
Sawit
Rabu, 16 Oktober 2024 | 15:28 WIB

Federasi Serbundo Serahkan Naskah Akademik dan Draf Ranperda Ke DPRD Sumut

Medan, katakabar.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Buruh Perkebunan Indonesia atau DPP F Serbundo, Herwin Nasution serahkan Naskah Akademis dan Draf Ranperda Tentang Perlindungan Pekerja atau Buruh Perkebunan Kelapa Sawit yang Sensitif Gender di Sumatera Utara, di ruang Pertemuan Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) DPRD Sumatera Utara, Rabu (16/10).