Harga Bitcoin Tertahan di $87.000, Ini Skenario Pergerakan BTC Berikutnya Internasional
Internasional
9 jam yang lalu

Harga Bitcoin Tertahan di $87.000, Ini Skenario Pergerakan BTC Berikutnya

Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin (BTC) kembali menghadapi tekanan setelah gagal mempertahankan momentum di area US$87.000. Bitcoin hari ini berada di sekitar US$85.513, turun 1,10 persen sejalan dengan pelemahan tipis pasar aset kripto secara keseluruhan. Pergerakan tersebut membuat area US$87.000 kembali menjadi perhatian pasar. Bitcoin sempat mendekati level tersebut, tetapi belum mampu mengkonfirmasi breakout dan kemudian bergerak turun. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual masih muncul ketika Bitcoin memasuki area resistance utama. Di pasar derivatif, penurunan juga diperbesar oleh likuidasi posisi leverage yang menambah volatilitas harga. Kata CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, pergerakan Bitcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi sehingga pasar perlu mencermati level support dan resistance sebelum melihat arah tren berikutnya.

Harga Emas Diprediksi Turun: Cermati Level Support 4.109–4.086 Hari Ini Ekonomi
Ekonomi
14 jam yang lalu

Harga Emas Diprediksi Turun: Cermati Level Support 4.109–4.086 Hari Ini

Jakarta, katakabar.com - Harga emas masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini, Selasa (6/10), di tengah penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil Treasury Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat pergerakan XAU/USD masih berpotensi melanjutkan tren bearish, meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober mulai menurun setelah data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan.

Harga WTI Berpotensi Turun Akibat Lonjakan Ekspor Minyak Timur Tengah Internasional
Internasional
15 jam yang lalu

Harga WTI Berpotensi Turun Akibat Lonjakan Ekspor Minyak Timur Tengah

Jakarta, katakabar.com - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) masih berpotensi menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini, Selasa (6/10), setelah kekhawatiran mengenai keterbatasan pasokan global mulai mereda. Peningkatan ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah serta rencana negara-negara G7 untuk menambah pasokan dari cadangan darurat menjadi sentimen yang membatasi kenaikan harga minyak.

Harga Ethereum Incar $3.000, Level $2.800 Jadi Penentu Reli Oktober Internasional
Internasional
17 jam yang lalu

Harga Ethereum Incar $3.000, Level $2.800 Jadi Penentu Reli Oktober

Jakarta, katakabar.com - Harga Ethereum (ETH) memasuki Oktober 2026 dengan peluang melanjutkan pemulihan, tetapi masih menghadapi satu penghalang penting di area $2.775–$2.800. Jika level tersebut berhasil ditembus dan bertahan sebagai support, ETH berpotensi membuka ruang kenaikan menuju $3.000.

Prediksi Harga USDJPY: Analisis Tren dan Potensi Pasar Dupoin Futures Internasional
Internasional
Senin, 05 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Prediksi Harga USDJPY: Analisis Tren dan Potensi Pasar Dupoin Futures

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan pasangan mata uang USDJPY masih berada dalam perhatian pasar setelah yen bertahan di level lemah terhadap dolar AS. Dari analisis Dupoin Futures, USDJPY pada timeframe H4 menunjukkan potensi penguatan setelah mengalami rejection pada zona support 156.918–156.341. Kondisi tersebut membuka peluang bagi USDJPY untuk kembali bergerak naik menuju zona resistance 159.034–159.791. Jika melihat rejection pada zona support 156.918–156.341 sebagai sinyal penting dalam membaca pergerakan USDJPY.

Bitcoin Hadapi Oktober Volatil: Analisis Potensi Harga Menuju Level US$87.000 Internasional
Internasional
Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Bitcoin Hadapi Oktober Volatil: Analisis Potensi Harga Menuju Level US$87.000

Jakarta, katakabar.com - Bitcoin (BTC) pada penghujung September 2026 dengan prospek manjadi perhatian di Oktober 2026. Secara historis, pada Oktober kerap menjadi salah satu bulan positif bagi Bitcoin, tetapi sejumlah indikator pasar menunjukkan potensi pergerakan volatil masih membayangi aset kripto terbesar tersebut.

Harga Minyak WTI Berpotensi Menukik, Ini Analisis Dupoin Futures Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Harga Minyak WTI Berpotensi Menukik, Ini Analisis Dupoin Futures

Jakarta, katakabar.com - Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak dalam kondisi volatil di tengah ketidakpastian geopolitik dan perkembangan pasokan minyak global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, secara teknikal WTI masih menghadapi potensi tekanan karena harga belum mampu menembus area supply 96.50–99.06. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat kegagalan harga WTI melakukan penutupan di atas area supply 96.50–99.06 menjadi sinyal yang perlu diperhatikan. Kondisi tersebut membuka peluang terbentuknya pola ABC Correction yang dapat membawa harga kembali bergerak menuju area support berikutnya. Menurut analisis Dupoin Futures, apabila tekanan jual berlanjut, WTI berpotensi menguji support pada area 88.67–86.61. Area tersebut menjadi zona penting bagi pergerakan WTI karena dapat menentukan apakah koreksi hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi pelemahan yang lebih panjang. Tetapi, Dupoin Futures menilai faktor fundamental masih dapat memberikan dukungan terhadap harga minyak. Pada perdagangan Rabu, 30 September, WTI tercatat naik sekitar 0,34 dolar AS menjadi US$89,72 per barel. Kenaikan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump membantah adanya kesediaan untuk memberikan pelonggaran sanksi terhadap Iran. Ketidakpastian mengenai hubungan AS-Iran kembali meningkatkan perhatian pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi. Di sisi lain, terdapat perkembangan yang dapat meredakan tekanan pasokan. Reuters melaporkan bahwa pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah mulai kembali pulih, termasuk kembalinya aktivitas pengiriman Arab Saudi melalui pelabuhan Laut Merah setelah East-West Pipeline kembali beroperasi. Ekspor minyak mentah regional juga telah mencapai level tertinggi sejak Februari. Kondisi tersebut dapat menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga WTI.

Harga Minyak WTI Tertekan, Dupoin Futures Soroti Level 88.67 Internasional
Internasional
Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Harga Minyak WTI Tertekan, Dupoin Futures Soroti Level 88.67

Jakarta, katakabar.com - Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak dalam volatilitas tinggi di tengah ketidakpastian konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta prospek pembukaan kembali Selat Hormuz. Meskipun harga minyak mendapat dukungan dari kekhawatiran gangguan pasokan, analisis teknikal menunjukkan WTI masih berpotensi menghadapi tekanan bearish pada perdagangan Selasa (29/9).

USDJPY Masuki Fase Bearish, Level 156.937 Jadi Penentu Arah Harga Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 29 September 2026 | 10:06 WIB

USDJPY Masuki Fase Bearish, Level 156.937 Jadi Penentu Arah Harga

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan pasangan mata uang USDJPY masih menjadi perhatian pasar di tengah perbedaan arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Meskipun dolar AS masih memperoleh dukungan dari sikap hawkish Federal Reserve (The Fed), pergerakan USDJPY secara teknikal mulai menunjukkan potensi pembalikan setelah terbentuk pola Rising Wedge pada timeframe H4. Analisis Dupoin Futures menunjukkan, USDJPY mulai memasuki tren bearish baru setelah membentuk pola Rising Wedge. Saat ini, harga sedang membentuk secondary trend sebagai bagian dari struktur tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan USDJPY masih berpotensi menghadapi tekanan apabila harga gagal melanjutkan kenaikan dan menembus resistance penting. Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, melihat level 158.029 sebagai resistance yang perlu diperhatikan. Apabila USDJPY gagal menembus level tersebut, pasangan mata uang ini berpotensi kembali mengalami pelemahan menuju support terdekat di 156.937. Dengan demikian, pergerakan harga di sekitar 158.029 akan menjadi salah satu faktor teknikal penting untuk menentukan arah USDJPY dalam jangka pendek. Kegagalan menembus resistance tersebut dapat memperkuat struktur bearish yang terbentuk melalui pola Rising Wedge. Dari sisi fundamental, USDJPY masih mendapatkan dukungan dari perbedaan kebijakan moneter AS dan Jepang. The Fed mempertahankan sikap hawkish dan masih membuka ruang bagi pengetatan kebijakan lebih lanjut, sehingga dolar AS tetap memperoleh dukungan terhadap sejumlah mata uang utama, termasuk yen Jepang. Di sisi Jepang, Bank of Japan (BOJ) telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% pada 18 September 2026, level tertinggi dalam 31 tahun. Namun, keputusan tersebut belum memberikan dorongan kuat terhadap yen karena dua anggota dewan berbeda pendapat dan panduan BOJ dinilai belum memberikan sinyal yang cukup kuat mengenai kenaikan suku bunga berikutnya. Reuters juga melaporkan bahwa setelah keputusan BOJ, dolar AS sempat menguat hingga 158,05 yen. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga BOJ belum otomatis menghasilkan penguatan yen, terutama ketika pasar masih melihat adanya perbedaan arah kebijakan dengan The Fed.