Keterampilan Abad 21 Untuk Mahasiswa: Bekal Penting Masa Depan Karier Pendidikan
Pendidikan
14 jam yang lalu

Keterampilan Abad 21 Untuk Mahasiswa: Bekal Penting Masa Depan Karier

Jakarta, katakabar.com - Di era transformasi digital, perubahan dunia kerja berlangsung semakin cepat. Perusahaan tidak lagi hanya mencari lulusan dengan nilai akademik yang tinggi, tetapi juga individu yang memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu beradaptasi, berkolaborasi, serta memanfaatkan teknologi secara efektif. Inilah yang dikenal sebagai Keterampilan Abad 21 (21st Century Skills). Bagi mahasiswa, keterampilan ini menjadi bekal utama untuk menghadapi persaingan kerja, membangun karier, hingga menciptakan peluang usaha di masa depan. Lantaran itu, pengalaman kuliah seharusnya tidak hanya berfokus pada teori di ruang kelas, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan berbagai kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Apa Itu Keterampilan Abad 21? Keterampilan Abad 21 merupakan seperangkat kemampuan yang dibutuhkan seseorang agar mampu berkembang di tengah perubahan teknologi, ekonomi, dan sosial yang sangat dinamis. Keterampilan ini menjadi standar penting dalam dunia pendidikan dan dunia kerja karena membantu seseorang menjadi lebih adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global. 1. Berpikir Kritis dan Problem Solving Kemampuan berpikir kritis membantu mahasiswa menganalisis suatu masalah secara objektif, mengevaluasi berbagai informasi, dan menemukan solusi yang tepat. Di dunia kerja, kemampuan ini sangat dibutuhkan ketika menghadapi tantangan yang kompleks, mengambil keputusan strategis, maupun meningkatkan efisiensi proses kerja. Mahasiswa dapat melatih kemampuan ini melalui diskusi kelas, penelitian, studi kasus, maupun proyek kolaboratif. 2. Kreativitas dan Inovasi Perusahaan saat ini menghargai individu yang mampu menghasilkan ide-ide baru dan menciptakan solusi inovatif. Kreativitas tidak hanya dibutuhkan dalam bidang desain atau seni, tetapi juga dalam bisnis, teknologi, pendidikan, hingga pelayanan publik. Mahasiswa dapat mengembangkan kreativitas melalui kegiatan organisasi, kompetisi, proyek kewirausahaan, maupun berbagai aktivitas yang mendorong eksplorasi ide baru. 3. Komunikasi yang Efektif Kemampuan menyampaikan ide secara jelas, baik secara lisan maupun tulisan, merupakan salah satu keterampilan yang paling dicari oleh perusahaan. Mahasiswa perlu terbiasa melakukan presentasi, menulis laporan, berdiskusi, hingga berkomunikasi secara profesional menggunakan media digital. Komunikasi yang baik juga membantu membangun hubungan kerja yang produktif dengan rekan maupun klien. 4. Kolaborasi dan Kerja Tim Sebagian besar pekerjaan saat ini dilakukan secara kolaboratif. Oleh karena itu, kemampuan bekerja sama dengan individu dari berbagai latar belakang menjadi nilai tambah yang sangat penting. Melalui kerja tim, mahasiswa belajar menghargai perbedaan pendapat, menyelesaikan konflik secara profesional, membangun kepercayaan, serta mencapai tujuan bersama. 5. Literasi Digital Perkembangan teknologi membuat hampir seluruh bidang pekerjaan memanfaatkan platform digital. Mahasiswa perlu memahami penggunaan teknologi, aplikasi produktivitas, analisis data dasar, keamanan digital, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bertanggung jawab. Literasi digital yang baik akan meningkatkan produktivitas sekaligus membuka lebih banyak peluang karier di masa depan. 6. Adaptabilitas dan Kemampuan Belajar Sepanjang Hayat Perubahan industri membuat banyak pekerjaan berkembang bahkan berganti dalam waktu singkat. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki pola pikir untuk terus belajar (lifelong learning). Kemampuan beradaptasi terhadap teknologi baru, perubahan lingkungan kerja, serta tuntutan industri menjadi salah satu faktor penting agar tetap relevan sepanjang karier. 7. Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Seorang pemimpin bukan hanya mereka yang memimpin organisasi, tetapi juga individu yang mampu mengambil inisiatif, bertanggung jawab, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Mahasiswa dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan melalui organisasi kampus, kegiatan sosial, kepanitiaan, maupun berbagai program pengembangan diri. Bagaimana Mahasiswa Dapat Kembangkan Keterampilan Abad 21? Mengembangkan keterampilan ini membutuhkan pengalaman belajar yang aktif. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain: Aktif mengikuti organisasi dan komunitas kampus.Mengikuti program magang atau praktik industri.Berpartisipasi dalam seminar, workshop, dan pelatihan.Mengembangkan portofolio melalui proyek nyata.Meningkatkan kemampuan digital dan memanfaatkan teknologi terbaru.Membangun jaringan profesional sejak masih kuliah.Terus belajar melalui berbagai sumber, baik di dalam maupun di luar kampus. Memilih Kampus yang Mendukung Pengembangan Skill Selain usaha dari mahasiswa, lingkungan belajar juga memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk keterampilan Abad 21. Kampus yang menerapkan pembelajaran berbasis industri, memanfaatkan teknologi digital, serta memberikan pengalaman langsung di dunia kerja akan membantu mahasiswa menjadi lebih siap menghadapi tantangan karier. Satu University sebagai bagian dari Binus Higher Education menghadirkan pengalaman belajar modern melalui teknologi hybrid, kurikulum berbasis industri dan kewirausahaan, serta program enrichment yang memberikan kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman praktik di dunia profesional. Dengan dukungan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga membangun keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Saatnya Persiapkan Masa Depanmu Bersama Satu University Kesuksesan karier dimulai dari keputusan yang kamu ambil hari ini. Jika kamu ingin kuliah di kampus yang tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan Abad 21, pengalaman industri, dan pembelajaran berbasis teknologi, Satu University adalah pilihan yang tepat. 🌐 Kunjungi sekarang: www.satu.ac.id Daftarkan dirimu sekarang dan wujudkan masa depan karier yang lebih siap, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja bersama Satu University.

PHR Wujudkan Senyum Sehat Generasi Masa Depan Rokan Lewat Khitanan Massal Riau
Riau
Kemarin

PHR Wujudkan Senyum Sehat Generasi Masa Depan Rokan Lewat Khitanan Massal

Pekanbaru, katakabar.com - Kantor Nuri, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, jadi saksi bisu anak-anak saat mengikuti khitanan massal. Senyum mengambang sesekali tegang saat menunggu giliran. Puluhan anak-anak ini sedang bersiap menghadapi salah satu fase penting dalam hidup mereka, yakni khitanan. Melalui semangat berbagi, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) hadir di tengah masyarakat melalui aksi sosial usung tema “Bersama Kita Wujudkan Senyum Sehat Generasi Masa Depan”. Kegiatan khitanan massal yang digelar di wilayah sekitar daerah operasi menjadi wujud nyata PHR hadir merawat kehidupan sosial di tengah operasi menjaga ketahanan energi nasional. Di Wilayah Minas, total 40 anak dari berbagai desa di Kecamatan Minas berkumpul dengan antusiasme tinggi. Kehadiran mereka membawa kehangatan tersendiri bagi para pekerja PHR yang menginisiasi kegiatan ini. Selain itu di Minas, rona bahagia anak-anak juga terasa Wilayah Duri. Sebanyak 20 anak mendapatkan giliran untuk dikhitan. Mereka terdiri dari 12 anak yang berasal dari sekitar kawasan Gabus - Wonosobo dan Harapan Baru, serta 8 anak lainnya yang bermukim di sekitar area Kulin TS-1. Sedang, di Wilayah Libo, nuansa keceriaan dikemas lewat kegiatan bertajuk "Khitan Ceria 2026: Berani dan Penuh Senyum Menuju Generasi Sehat dan Berakhlak". Aksi kolaboratif ini menyasar 25 anak. Sebanyak 11 anak telah dikhitan pada 28 Juni lalu, dan 14 anak menyusul Minggu, 5 Juli 2026. Kesuksesan agenda di Libo ini terwujud berkat sinergi dan dukungan penuh dari Badan Dakwah Islam (BDI) PHR, Masjid AlMujahidin Libo, Energi Kebaikan Rokan (EKR) serta Klinik AHT. Pjs. GM Zona Rokan, Pramudya Agus Harlianto, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan wujud kepedulian yang tulus dari pekerja PHR kepada masyarakat yang selama ini berdampingan langsung dengan wilayah operasi perusahaan. “Kami sangat mengharapkan doa dari masyarakat agar operasi Rokan berjalan lancar, safe (aman), dan sehat. Kesuksesan kami adalah kesuksesan bersama,” kata Pramudya hangat. Langkah nyata PHR menuai apresiasi pemerintah setempat. Camat Minas, Nurfa Octolita, mengatakan rasa terima kasihnya karena aksi kepedulian ini menyentuh langsung kebutuhan dasar warganya. “Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PHR. Kami berharap kegiatan positif seperti ini terus berlanjut dan mencakup bidang yang lebih luas lagi di masa depan,” tutur Nurfa. Rasa syukur para orang tua dan anak-anak semakin lengkap. Pasalnya, setiap anak yang telah selesai dikhitan tidak hanya mendapatkan layanan medis yang higienis dan profesional. Sebagai bentuk kasih sayang dan dukungan moral dari para pekerja PHR, masing-masing anak juga pulang dengan semringah sembari membawa sembako, perlengkapan sekolah baru serta uang saku. Melalui langkah kecil yang penuh makna, PHR dan masyarakat di Blok Rokan membuktikan bahwa sinergi yang kuat mampu mengalirkan energi kebaikan yang berkelanjutan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Global Millennial MUN 2026 Sukses Lebih Seribu Delegasi dari Sepuluh Negara Bahas Masa Depan Berkelanjutan Internasional
Internasional
Minggu, 21 Juni 2026 | 13:30 WIB

Global Millennial MUN 2026 Sukses Lebih Seribu Delegasi dari Sepuluh Negara Bahas Masa Depan Berkelanjutan

Jakarta, katakabar.com - Konferensi Model United Nations usung tema “Forging a Sustainable Future”  menjadi forum diplomasi pemuda terbesar di Asia Tenggara, menghadirkan para pemimpin dari UNESCO, WHO, IOM, UNHCR, dan OISAA. Global Millennial Model United Nations (GM MUN) 2026 edisi ke 21 resmi berakhir dengan penuh keberhasilan setelah berlangsung selama tiga hari, yakni 12 hingga 14 Juni 2026, di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta. Konferensi yang digelar Globy ini berhasil menghimpun lebih dari 1.000 delegasi yang berasal dari 200 institusi dan 10 negara, termasuk Indonesia, Singapura, Thailand, Lebanon, Brunei Darussalam, Malaysia, dan lainnya, dalam satu forum diplomasi kepemudaan yang berfokus pada isu-isu keberlanjutan global. Angkat tema 'Sentral Forging a Sustainable Future', GM MUN 2026 menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan diplomasi, berpikir kritis, dan bernegosiasi dalam kerangka simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Para delegasi didorong untuk merumuskan solusi atas tantangan global yang nyata, mulai dari perubahan iklim, migrasi lintas batas, hingga akses pendidikan yang inklusif. Selain itu, GM MUN 2026 juga telah dikurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia, sehingga nilai sertifikatnya akan lebih kuat untuk mendaftar ke beasiswa maupun perguruan tinggi, Keynote Speakers: Suara dari Garis Depan Diplomasi Global Upacara pembukaan pada Jumat, 12 Juni 2026, diwarnai oleh kehadiran langsung sejumlah tokoh internasional yang memberikan keynote address kepada para delegasi: Santosh Khatri (Chief of Education Unit, UNESCO), berbicara mengenai peran pendidikan dalam membangun ketahanan generasi muda menghadapi krisis global. Ayunita Khairunnisa Mahdy (Partnership Officer, World Health Organization (WHO)), memaparkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan kesehatan global yang semakin kompleks. Joshua Mahawira Aswinabawa (Executive Director, A&T Holidays), menyoroti peluang ekonomi berkelanjutan melalui sektor pariwisata yang bertanggung jawab. Nugraha Akbar Nurrochmat (Vice Coordinator of OISAA for America and Europe), berbagi perspektif mengenai kiprah pemuda Indonesia di panggung internasional. Selain kehadiran langsung, dua tokoh global turut menyampaikan pesan video yang ditayangkan pada sesi pembukaan: Emily Bojovic (Senior Protection Officer, UNHCR) dan Jeffrey Labovitz (IOM Chief of Mission to Indonesia). Pesan keduanya menegaskan pentingnya keterlibatan aktif pemuda dalam membangun tata kelola global yang lebih inklusif dan berkeadilan. “Model United Nations bukan sekadar simulasi sidang. Ini adalah laboratorium kepemimpinan di mana generasi muda belajar mendengar, berargumen secara terstruktur, dan mencari solusi bersama atas masalah nyata dunia. GM MUN hadir untuk memastikan pemuda Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor aktif di panggung global," kata Muflih Dwi Fikri, Founder & CEO, Globy Selanjutnya: GM MUN Oktober 2026 di Grand Sahid Jakarta Keberhasilan edisi ke 21 ini menjadi fondasi kuat bagi penyelenggaraan GM MUN berikutnya. Globy akan kembali menggelar Global Millennial MUN pada 16 hingga 18 Oktober 2026 di Grand Sahid Jakarta dengan skala yang lebih besar, committee yang lebih beragam, dan jangkauan internasional yang semakin luas. Sekolah, lembaga pendidikan, dan individu yang tertarik untuk berpartisipasi dapat mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi GM MUN di Instagram @globalmillennialmun dan Instagram @globy_id.

Simbiosis Manusia-AI: Bagaimana Pasar Berkembang Lebih Dulu Bangun Masa Depan Opini
Opini
Rabu, 03 Juni 2026 | 09:23 WIB

Simbiosis Manusia-AI: Bagaimana Pasar Berkembang Lebih Dulu Bangun Masa Depan

Oleh: Shraddha Thanawala, Remiges Apac Pte Ltd katakabar.com - Selama empat dekade terakhir, pasar berkembang menempuh jalur yang berbeda dalam mencapai kematangan teknologi. Alih-alih mengikuti model yang digunakan negara maju, mereka justru melompati infrastruktur lama dan langsung membangun sistem berbasis cloud-native serta API-driven sejak awal. Kini, ketika Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara perusahaan beroperasi, pertanyaannya bukan lagi siapa yang paling cepat mengadopsi teknologi, melainkan siapa yang memiliki fondasi yang tepat untuk menggunakannya secara bertanggung jawab. Tulisan ini membahas bagaimana lahirnya generasi baru “perancang sistem” mampu mengisi kekosongan dalam ekosistem teknologi, serta mengapa AI justru memperkuat keunggulan organisasi yang memiliki infrastruktur modern dan pengambilan keputusan manusia yang disiplin. Tiga Era Teknologi di Pasar Berkembang Era 1: Ketergantungan pada Produk MNC (1980-an–2000-an) Pada masa awal, perusahaan besar di pasar berkembang hanya memiliki dua pilihan: menggunakan produk perusahaan multinasional (MNC) yang mahal dan kaku seperti SAP, Oracle, atau mainframe, atau membangun solusi seadanya yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Sebagian besar perusahaan menengah memilih opsi kedua. Mereka membangun sistem tambal sulam yang dipimpin programmer senior berbakat, tetapi tanpa disiplin arsitektur yang matang. Pada masa itu, desain sistem belum dianggap sebagai disiplin tersendiri. Yang penting sistem bisa berjalan. Spreadsheet digunakan untuk menutupi berbagai kekurangan. Akibatnya, sistem menjadi rapuh, mahal dirawat, dan sulit berkembang ketika bisnis mulai membesar. Era 2: Munculnya Perancang Sistem (2005–2020) Perubahan besar mulai terjadi ketika generasi baru teknolog dari India, Vietnam, dan Filipina tidak lagi sekadar mengeksekusi spesifikasi, tetapi mulai merancang sistem secara menyeluruh. Perusahaan seperti Infosys, Wipro, TCS, dan berbagai perusahaan teknologi boutique menghadirkan sesuatu yang sebelumnya sulit diakses perusahaan menengah: arsitek teknologi kelas dunia dengan biaya jauh lebih terjangkau dibanding perusahaan multinasional besar. Untuk pertama kalinya, perusahaan menengah dapat berkata: Era 3: Keunggulan Leapfrog (2020–Sekarang) Ketika negara maju menghabiskan dekade 2010-an untuk memodernisasi sistem lama yang rumit, pasar berkembang justru sudah lebih dulu membangun fondasi berbasis cloud-native dan API-first. Hasilnya, banyak perusahaan di India, Vietnam, dan pasar berkembang lainnya kini memiliki arsitektur teknologi yang lebih modern dibanding sejumlah perusahaan di negara maju. Ini bukan kebetulan. Pasar berkembang terpaksa membangun dengan cara berbeda karena mereka tidak mampu membayar “biaya mahal” produk MNC. Keterbatasan itulah yang akhirnya berubah menjadi keunggulan kompetitif. Paradigma Baru: AI sebagai Kolaborasi yang Disiplin AI adalah lompatan besar berikutnya dalam produktivitas, tetapi hanya jika diperlakukan sebagai kecerdasan kolaboratif, bukan solusi otomatis sepenuhnya. Nilai AI sesungguhnya bertumpu pada dua hal utama: 1. Human-in-the-loop AI adalah asisten yang sangat cerdas, tetapi bukan pengganti manusia sepenuhnya. Nilainya bergantung pada kualitas prompt, penilaian, dan validasi manusia di setiap tahap. Developer yang memahami logika bisnis, konteks industri, dan batasan arsitektur akan mendapatkan manfaat jauh lebih besar dari AI dibanding mereka yang menganggap AI sebagai pengganti proses berpikir. Dan itu memang tujuan desain AI sejak awal. 2. Guard Rails AI juga membawa risiko baru, mulai dari kode dengan dependensi tersembunyi, logika probabilistik dalam sistem penting, hingga kasus-kasus tertentu yang belum mampu ditangani dengan baik oleh model AI saat ini. Tanpa guard rails, penggunaan AI dalam pengembangan justru berpotensi menciptakan technical debt baru. Guard rails mencakup automated testing, code review, audit trail, hingga mekanisme fallback yang memastikan kode hasil AI tetap memenuhi standar produksi. Kesimpulan: Integrator yang Bijak Akan Menjadi Pemenang Paradoks adopsi teknologi menunjukkan satu hal menarik: terlambat mengadopsi sistem lama justru membuat pasar berkembang lebih cepat memasuki era arsitektur modern. Pasar berkembang bukan sekadar mengejar ketertinggalan dari Barat. Mereka melewati jalan buntu tersebut dan langsung membangun fondasi masa depan. Organisasi yang memiliki fondasi modern, talenta dengan kemampuan desain sistem, dan disiplin produksi tidak hanya mampu mengadopsi AI lebih cepat, tetapi juga lebih baik. Mereka menggabungkan seni (design thinking), sains (validasi yang ketat), dan kecerdasan (pengembangan berbasis AI) menjadi hasil yang berkelanjutan. Pada akhirnya, masa depan bukan milik mereka yang paling cepat mengadopsi teknologi baru, melainkan mereka yang paling bijak mengintegrasikannya — mereka yang memahami bahwa kecerdasan bukan tentang mesin menggantikan manusia, tetapi manusia yang mampu mengarahkan mesin dengan disiplin dan tujuan yang jelas. Bagi pasar berkembang, inilah momen untuk memimpin.

MTsN 2 Rohul Ukir Masa Depan Lepas 230 Lulusan Lahirkan Penghafal Al Quran Perdana Pendidikan
Pendidikan
Kamis, 21 Mei 2026 | 11:22 WIB

MTsN 2 Rohul Ukir Masa Depan Lepas 230 Lulusan Lahirkan Penghafal Al Quran Perdana

Ujung Batu, katakabar.com  - Langit pagi saksikan kebanggaan yang terpancar di halaman MTs Negeri 2 Rokan Hulu, Kamis (21/5). Ribuan haru dan doa menyatu di acara Penyerahan Peserta Didik Kelas IX Tahun Pelajaran 2025-2026. Sebanyak 230 siswa resmi menutup lembar perjalanan pendidikan mereka, siap melangkah menuju gerbang masa depan yang lebih tinggi. Momen ini menjadi semakin bersejarah karena menjadi kali pertama madrasah ini mewisuda para santri penghafal Al Quran sebanyak 2 Zus. Sebuah capaian membanggakan yang diraih setelah program unggulan ini berjalan selama satu tahun di empat kelas, membuktikan MTsN 2 Rohul tidak hanya mencetak generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Di atas mimbar, dengan penuh wibawa dan kasih sayang, Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Rokan Hulu, Akhirman, S.Pt., M.Pd. memandang anak-anak didiknya dengan mata berbinar. Baginya, wisuda ini bukan sekadar upacara, melainkan titik tolak peluncuran generasi emas. "Alhamdulillah, hari ini kita melepas 230 putra-putri terbaik kita. Kami bersyukur, program tahfidz yang kami gagas telah membuahkan hasil. Tetapi, perjuangan belum selesai," ujar Akhirman lembut tetapi tegas. Di bawah komando Akhirman, MTsN 2 Rokan Hulu terus berbenah dan bertransformasi. Ia bertekad menjadikan madrasah ini setara dengan sekolah-sekolah favorit di Provinsi Riau. "Kami ingin membekali mereka dengan ilmu yang mumpuni. Melalui program Tahfidz, penguatan Bahasa Arab dan Inggris, kami yakin mereka mampu bersaing dan diterima di sekolah-sekolah idaman hingga ke Pekanbaru," tegasnya. Tak berhenti di situ, demi menjawab tantangan zaman, Akhirman mengumumkan terobosan besar untuk tahun depan. Madrasah akan meluncurkan 5 Program Super, yakni Tahfidz, Sekolah Olimpiade, Kelas Digital, serta penguasaan Bahasa Inggris dan Arab. "Program ini standarnya sama dengan sekolah unggulan. Kami ingin lulusan kami siap menghadapi dunia. Kami juga berharap banyak yang melanjutkan ke MAN 2 Ujung Batu agar tetap menimba ilmu di lingkungan yang islami," tambahnya. Acara yang digelar sederhana penuh makna ini turut dihadiri oleh Kepala KUA Ujung Batu, Camat Ujung Batu Ibu Nurmi Aisyah, unsur Babinsa, Komite Sekolah, serta orang tua wali murid. Suasana semakin hidup dengan gemuruh seni budaya yang ditampilkan siswa, mulai dari gemuruh Rabana hingga gerakan anggun Tari Melayu yang memukau. Dalam sambutannya, Camat Nurmi Aisyah memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menilai bahwa di bawah kepemimpinan Akhirman, MTsN 2 Rohul telah menjadi kebanggaan kecamatan dan rujukan pendidikan di Rokan Hulu. "Teruslah jaga nama baik almamater tercinta ini. Bawalah ilmu dan akhlak yang kalian dapatkan di sini untuk menjadi penerang di mana pun kalian berada," pesan Nurmi. Acara ditutup dengan suasana haru saat penyerahan cenderamata dari Kepala Madrasah kepada para sesepuh dan tokoh pendidikan, sebagai simbol rasa hormat dan syukur atas satu perjalanan indah yang telah terlampaui, menanti kisah baru yang lebih gemilang.

Melihat Masa Depan Karier Anak: Binus @Bandung Bahas Pentingnya Orang Tua Memilih Kampus Tepat Pendidikan
Pendidikan
Senin, 11 Mei 2026 | 19:05 WIB

Melihat Masa Depan Karier Anak: Binus @Bandung Bahas Pentingnya Orang Tua Memilih Kampus Tepat

Bandung, katakabar.com - Di tengah ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi setiap tahunnya, Binus @Bandung gelar Media Gathering bersama para awak media di kampus Binus @Bandung untuk berbagi pandangan mengenai tren memilih pendidikan tinggi yang tepat serta memperkenalkan ekosistem pembelajaran yang dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa lebih dekat dengan dunia karier. Momentum ini hadir beriringan dengan dinamika penerimaan mahasiswa baru yang setiap tahun semakin selektif dan menjadi perhatian para siswa dan orang tua di berbagai daerah, termasuk Kota Bandung yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi di Indonesia.  Memilih perguruan tinggi keputusan penting bagi calon mahasiswa dan orang tua, sebab pendidikan tinggi semakin dipandang sebagai langkah strategis yang dapat mempengaruhi masa depan karier. Di tengah meningkatnya biaya pendidikan dan tingginya ekspektasi setelah lulus, tidak sedikit keluarga yang merasa khawatir akan salah langkah menentukan pilihan jurusan maupun kampus. Kekhawatiran ini tidak muncul tanpa alasan. Fenomena career mismatch masih menjadi tantangan di berbagai negara, termasuk di Indonesia, di mana sekitar 35%–36% pemuda bekerja tidak sesuai dengan tingkat pendidikan yang dimiliki. Di saat yang sama, perkembangan teknologi dan transformasi industri juga terus mengubah lanskap dunia kerja. Laporan dari World Economic Forum memprediksi sekitar 22% pekerjaan global akan mengalami perubahan pada tahun 2030, menunjukkan generasi muda akan memasuki dunia kerja yang semakin dinamis dan membutuhkan keterampilan baru. Fenomena ini membuat banyak orang tua semakin berhati-hati dalam mendampingi anak menentukan pilihan pendidikan. Riset yang dilakukan oleh Populix bersama Binus University juga menunjukkan bahwa kekhawatiran orang tua tidak hanya berkaitan dengan pilihan jurusan, tetapi juga dengan minimnya informasi mengenai prospek karier dari suatu bidang studi. Bahkan, pertimbangan mengenai employability atau peluang kerja setelah lulus kini menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan pilihan perguruan tinggi. Dari sisi orang tua, Vivi, mengungkapkan kekhawatiran memilih perguruan tinggi juga menjadi pertimbangan penting sebelum menentukan pilihan pendidikan anak. “Sebagai orang tua tentu kami ingin memastikan bahwa pendidikan yang dipilih benar-benar memberikan bekal yang bermanfaat bagi masa depan anak. Melihat bagaimana lingkungan belajar dan kesempatan pengembangan diri yang diberikan oleh kampus menjadi salah satu faktor yang membuat kami yakin,” ujar Vivi. Pada diskusi tersebut, Dr. Esther Widhi Andangsari, Head of Psychology Department Binus University sekaligus praktisi psikologi, menyoroti kekhawatiran menentukan pilihan pendidikan merupakan hal yang wajar, terutama ketika keputusan tersebut dianggap sangat menentukan masa depan seseorang.  “Banyak anak muda merasa keputusan memilih jurusan atau kampus seolah menentukan seluruh hidup mereka. Padahal yang lebih penting adalah bagaimana mereka memahami minat, potensi, serta lingkungan belajar yang dapat mendukung perkembangan mereka. Ketika mahasiswa berada di ekosistem yang tepat, mereka akan memiliki ruang untuk mengeksplorasi kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang terus berubah,” jelas Dr. Esther. Sebagai Creative Technology & Creativepreneurship Campus, Binus @Bandung menjawab kekhawatiran itu dengan menggabungkan penguasaan teknologi dengan kreativitas serta pemahaman bisnis. Pendekatan ini menjadi relevan dengan perkembangan ekonomi kreatif dan industri digital yang terus tumbuh, khususnya di kota Bandung yang dikenal sebagai salah satu pusat kreativitas dan inovasi di Indonesia, Pendekatan ini juga diperkuat dengan ekosistem Binus University yang telah terhubung dengan lebih dari 2.200 perusahaan global serta didukung oleh jaringan lebih dari 175.000 komunitas Binusian yang tersebar di berbagai sektor industri di dalam maupun luar negeri. Ekosistem ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk membangun koneksi profesional, memperoleh pengalaman industri, hingga mempersiapkan karir sejak masa kuliah. Sementara, Campus Director Dr. Johan Muliadi Kerta menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan mahasiswa siap menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat. “Perguruan tinggi tidak hanya berperan memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa perlu dibekali dengan kemampuan teknologi, kreativitas, serta pola pikir inovatif agar mereka siap menghadapi berbagai peluang dan tantangan karir di masa depan,” jelasnya. Selain itu, mahasiswa Binus juga memiliki kesempatan untuk memperoleh pengalaman internasional selama masa studi. Tercatat 98% lulusan Binus telah mendapatkan pengalaman internasional, baik melalui kegiatan akademik global, program kolaborasi internasional, maupun berbagai aktivitas lintas negara. Untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda, Binus University juga menyediakan berbagai pilihan program beasiswa hingga 100%, sehingga semakin banyak siswa berprestasi dapat memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi dengan dukungan yang memadai. Konsep pendidikan di Binus @Bandung yang menempatkan kreativitas, teknologi terutama AI dan kewirausahaan sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Hal ini menjadi relevan dengan Bandung yang dikenal sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia dengan perkembangan industri kreatif yang pesat.

Hadir Media Partner Scalecon 2026 Surabaya, Vritimes Berbagi Wawasan AI dan Masa Depan Media Digital Serba Serbi
Serba Serbi
Senin, 11 Mei 2026 | 16:35 WIB

Hadir Media Partner Scalecon 2026 Surabaya, Vritimes Berbagi Wawasan AI dan Masa Depan Media Digital

Surabaya, katakabar.com - Scalecon 2026 Surabaya sukses digelar di The Sanctuary Hall, Lagoon Avenue Mall, Sabtu (9/5) lalu.  Pergelaran tersebut berhasil menarik perhatian lebih dari 500 peserta yang terdiri dari para profesional, praktisi teknologi, dan pemimpin bisnis.  Vritimes hadir tidak hanya berperan sebagai media partner, tetapi membuka booth interaktif yang menjadi salah satu daya tarik utama di event tersebut. Booth Vritimes menjadi tempat bagi pengunjung untuk menggali lebih dalam tentang peran Artificial Intelligence (AI) dalam dunia media dan digital visibility. Dengan fokus pada AI-driven media solutions, pengunjung dapat mempelajari bagaimana Vritimes memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung strategi pemasaran digital yang lebih efektif serta meningkatkan visibilitas brand melalui platform media digital yang inovatif. Ferry Bayu, Co‑Founder & CEO Vritimes, turut berpartisipasi sebagai pembicara dalam sesi panel bertema “AI, Media & the New Rules of Digital Visibility in Indonesia”. Pada sesi ini, Ferry membahas dampak teknologi AI dalam transformasi industri media di Indonesia, serta bagaimana para pelaku bisnis dapat memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan daya saing di dunia digital yang semakin kompetitif. "Scalecon 2026 Surabaya merupakan kesempatan luar biasa untuk memperkenalkan bagaimana teknologi AI dapat mengubah lanskap industri media. Kami di Vritimes percaya kecerdasan buatan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi membuka potensi baru dalam meningkatkan visibilitas digital dan pengalaman audiens. Melalui partisipasi kami di event ini, kami berharap dapat memberikan wawasan lebih dalam kepada para profesional di industri media dan bisnis mengenai manfaat AI dalam mendorong transformasi digital yang lebih efektif," papar Ferry. Selain itu, booth Vritimes juga menjadi tempat bagi peserta untuk berdiskusi langsung dengan tim ahli dari Vritimes tentang bagaimana AI dapat diterapkan dalam strategi media, meningkatkan engagement dengan audiens, serta memaksimalkan performa kampanye digital. Sebagai media partner utama acara ini, Vritimes berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memperkenalkan penerapan teknologi AI yang dapat membuka peluang lebih luas bagi industri media dan komunikasi di Indonesia. Partisipasi dalam Scalecon 2026 Surabaya semakin menegaskan peran Vritimes sebagai penggerak inovasi di dunia media digital.

Jawab Kebutuhan Industri, Kolaborasi Kampus dan Industri Kunci Siapkan Talenta Masa Depan Pendidikan
Pendidikan
Sabtu, 11 April 2026 | 17:10 WIB

Jawab Kebutuhan Industri, Kolaborasi Kampus dan Industri Kunci Siapkan Talenta Masa Depan

Jakarta, katakabar.com - Mahasiswa didorong pahami tantangan bisnis nyata untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang Di tengah percepatan transformasi industri global dari elektrivikasi hingga rantai pasok, Indonesia menghadapi satu tantangan krusial yakni memastikan talenta yang dihasilkan tidak hanya siap kerja, juga siap menghadapi kompleksitas dunia bisnis secara nyata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari lulusan universitas masih menjadi perhatian dengan nilai 5,39% pada tahun 2025. Sementara, laporan World Economic Forum memproyeksikan 39 persen keterampilan inti tenaga kerja akan berubah dalam lima tahun ke depan, menegaskan kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri kian nyata. Menjawab tantangan tersebut, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri bukan lagi pilihan tetapi kebutuhan strategis. Dari Teori ke Realitas Industri Melalui kemitraan Binus Internasional program International Business dan perusahaan Bosch di Indonesia, mahasiswa tidak hanya belajar konsep, tetapi diajak langsung membedah tantangan bisnis yang riil, mulai dari strategi adaptasi pasar lokal hingga dinamika rantai pasok industri global, antara lain: Masa Depan Mobilitas: Peralihan menuju kendaraan listrik dan hidrogen sebagai masa depan industri otomotif global termasuk di Indonesia. Strategi Adaptasi Lokal: Pentingnya pendekatan “local-for-local”, di mana produk dan strategi disesuaikan untuk menjawab permintaan unik pasar domestik. Resiliensi Rantai Pasok: Studi kasus mengenai keputusan investasi strategis, diantaranya pada industri semikonduktor, sebagai respon terhadap dinamika geopolitik dan ekonomi global. Pendekatan ini membawa mahasiswa keluar dari zona teoritis ke dalam kompleksitas pengambilan keputusan bisnis yang sesungguhnya. Bentuk Cara Berpikir Bukan Sekedar Keterampilan “Melalui inisiatif integrated project pada mata kuliah Multinational Corporation Management, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam memahami kompleksitas operasional perusahaan multinasional,” ujar Dr Ami Fitri Utama, Head of Program International Business BINUS International. “Pengalaman ini tidak hanya memperkaya wawasan praktis mahasiswa, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membentuk kompetensi global mereka agar siap menghadapi tantangan dan peluang di dunia bisnis internasional,” timpal Dr Ami. Dari sisi industri, berbagi pengalaman praktis dipandang sebagai kontribusi penting untuk membangun ekosistem talenta yang kuat. Hal ini tidak hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk pola pikir yang tangkas dan adaptif. “Di pasar seperti Indonesia, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh inovasi, tetapi juga oleh kemampuan mengelola biaya, menjaga kualitas, dan memastikan kepatuhan terhadap standar global. Melalui kolaborasi ini, kami ingin berbagi perspektif tersebut secara langsung kepada generasi muda.” ungkap Bernard Simanjuntak, Country Sales Director Bosch Mobility Indonesia. Ia menegaskan sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk memahami dinamika bisnis di pasar berkembang, mulai dari skala pasar, kompleksitas regulasi, hingga kebutuhan lokalisasi. Menurutnya, dalam konteks ini, kolaborasi antara Bosch dan Binus tidak hanya berkontribusi pada pendidikan, tetapi juga pada penguatan ekosistem talenta nasional yang selaras dengan kebutuhan industri masa depan. Bosch Dorong Model Kolaborasi Lebih Luas Program ini akan berlangsung hingga Juni 2026 dan akan ditutup dengan presentasi solusi inovatif dari mahasiswa terhadap tantangan industri yang diberikan. Lebih dari sekadar program akademik, inisiatif ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan dan industry, yang mampu mempercepat kesiapan talenta Indonesia sekaligus mendukung daya saing ekonomi nasional.

Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Kunci Hadapi Dominasi Impor Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB

Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Kunci Hadapi Dominasi Impor

Jakarta, katakabar.com - Perdagangan baja global memasuki fase baru yang semakin ditentukan oleh kebijakan negara melalui tarif, kuota impor, hingga instrumen pengamanan perdagangan. Kondisi ini menuntut penguatan kebijakan perdagangan nasional agar industri baja domestik tetap kompetitif di tengah tekanan global yang meningkat. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan pentingnya konsistensi kebijakan perdagangan untuk menjaga keberlanjutan industri baja nasional. “Perdagangan baja global saat ini semakin ditentukan oleh kebijakan negara. Karena itu, penguatan instrumen pengamanan perdagangan dan konsistensi kebijakan impor menjadi penting agar industri baja nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Dr. Akbar Djohan, sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Pasar Baja Global Semakin Tertutup Pengamat Industri Baja dan Pertambangan Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining Insights menilai bahwa lanskap perdagangan baja global kini semakin bergeser dari mekanisme pasar terbuka menuju sistem yang dikendalikan oleh kebijakan negara. Berbagai negara mulai mengombinasikan instrumen tarif, Tariff Rate Quota (TRQ), serta kebijakan pengamanan perdagangan untuk membatasi akses pasar baja impor. Selain tarif dan kuota, instrumen anti-dumping dan countervailing duties juga semakin sering digunakan untuk mengendalikan tekanan kelebihan kapasitas produksi global. Di sisi lain, Uni Eropa memperkenalkan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) yang menambah beban biaya bagi impor baja melalui mekanisme sertifikat karbon. Menurut Widodo, kombinasi kebijakan tersebut membuat pasar-pasar utama dunia semakin tertutup secara simultan. Akibatnya, kelebihan pasokan global cenderung mencari pasar alternatif yang relatif lebih terbuka. Risiko Tekanan Impor di Pasar Domestik Dalam situasi tersebut, Indonesia berpotensi menjadi tujuan realokasi perdagangan baja global. Ketika akses pasar di Amerika Utara dan Eropa semakin ketat, produk baja dari negara produsen besar dapat mengalir ke pasar yang lebih terbuka, termasuk Asia Tenggara. Tekanan tersebut tidak selalu muncul dalam bentuk lonjakan impor yang mendadak, tetapi dapat terjadi melalui tekanan harga yang persisten dan persaingan pasar yang semakin ketat di dalam negeri. Adapun upaya penguatan industri baja nasional sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi nasional dan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong kemandirian industri strategis dan memperkuat daya saing sektor manufaktur.

Waka MPR RI Hadir di Binus @Bandung Bahas Peran GM dan DU Masa Depan Berkelanjutan Nasional
Nasional
Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:07 WIB

Waka MPR RI Hadir di Binus @Bandung Bahas Peran GM dan DU Masa Depan Berkelanjutan

Bandung, katakabar.com - Upaya menjaga hak masyarakat atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat kembali menjadi sorotan nasional. Dampak perubahan iklim tidak hanya dirasakan pada sektor lingkungan, tetapi pengaruhi stabilitas ekonomi, keberlanjutan industri, hingga kualitas hidup masyarakat. Menyadari pentingnya peran generasi muda dalam menjawab tantangan tersebut, Binus @Bandung menghadirkan Seminar Kebangsaan MPR Goes to Campus yang menghadirkan Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., Selasa (3/3) di Binus @Bandung Kampus Paskal. Isu lingkungan hidup yang diangkat dalam seminar bukan sekadar persoalan ekologi, melainkan menyangkut hak konstitusional warga negara. Pasal 28H ayat (1) UUD NRI 1945 menegaskan setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, serta memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat. Berangkat dari amanat konstitusi tersebut, transisi menuju energi terbarukan diposisikan sebagai agenda kebangsaan yang perlu dipahami, dipercepat, dan didukung oleh seluruh elemen, dari pemerintah, dunia pendidikan, hingga pelaku bisnis. Kehadiran Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., memberi pemaparan yang menyoroti aspek pendidikan dan partisipasi publik. Dalam penjelasannya, ia menggarisbawahi MPR Goes to Campus kali ini tidak hanya menjadi wahana edukasi, melainkan juga ajakan langsung kepada mahasiswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan hidup dan hak atas udara yang sehat sebagaimana diamanatkan konstitusi. “Hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta udara bersih merupakan hak setiap warga negara sebagaimana tercantum dalam Pasal 28H UUD NRI 1945. Lantaran itu, percepatan transisi menuju energi terbarukan menjadi langkah penting yang harus didorong secara bersama oleh pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda,” jelasnya. Ia menyampaikan harapan agar forum ini menjadi ruang tukar gagasan yang produktif dan menjadi saluran masukan dari civitas academica, mahasiswa, dosen, dan peneliti mengenai arah kebijakan pengembangan energi terbarukan yang lebih presisi, dan implementatif. "Mari mahasiswa untuk lebih aktif berperan dalam mendorong solusi inovatif terhadap tantangan lingkungan. Menurutnya, generasi muda memiliki potensi besar dalam menciptakan gagasan baru yang mampu menjawab kebutuhan masa depan, termasuk dalam pengembangan teknologi dan model bisnis yang berkelanjutan," serunya. Sementara dari pihak tuan rumah, Dr. Johan Muliadi Kerta, S.Kom., M.M. selaku Campus Director BINUS @Bandung, mengatakan peran perguruan tinggi sebagai simpul penggerak perubahan yang menyatukan dialog, riset, dan kolaborasi untuk menjawab tantangan transisi energi. “Binus @Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang diskusi dan kolaborasi yang mendorong mahasiswa memahami tantangan global, termasuk isu transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Melalui forum seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara akademis, tetapi juga didorong untuk berpikir kritis dan solutif terhadap berbagai permasalahan nyata di masyarakat,” ulasnya. Sejalan dengan itu, Deputy Campus Director bidang Academic, Research & Student Development, Dr. Rudy Aryanto, S.E., M.M., menuturka perspektif akademik mengenai relevansi lintas disiplin dari teknologi, kebijakan, hingga model bisnis agar solusi transisi energi berjalan saling menopang dan berdampak. Diskusi berkembang hingga menghasilkan gagasan mengenai pentingnya penggunaan teknologi yang efisien, serta peran generasi muda dalam mendorong inovasi menjadi sorotan utama. Seluruh pemikiran yang muncul diharapkan dapat memperkaya arah kebijakan dan mendorong terciptanya langkah-langkah praktis yang dapat diimplementasikan secara bertahap. Melalui penyelenggaraan Seminar Kebangsaan MPR Goes to Campus, Binus @Bandung berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah kolaboratif untuk merumuskan perspektif kebijakan yang lebih progresif sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung percepatan transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Sinergi antara lembaga negara dan institusi pendidikan diharapkan mampu menghasilkan gagasan serta solusi yang lebih komprehensif dalam menghadapi tantangan krisis iklim di masa depan. Sebagai Creative Technology & Entrepreneurship Campus, Binus @Bandung mengambil peran yang konsisten dalam menghubungkan kajian teknologi, kebijakan publik, dan pemikiran kewirausahaan.