Home / Politik / Rapat Paripurna Hari Jadi ke 17: DPRD Optimis Kepulauan Meranti Akan Bangkit di Masa Depan
Rapat Paripurna Hari Jadi ke 17: DPRD Optimis Kepulauan Meranti Akan Bangkit di Masa Depan
Paripurna Hari Jadi ke 17 Kepulauan Meranti. Foto: Nur/katakabar.com.
Selatpanjang, katakabar.com - Pagi itu, Jumat, 19 Desember 2025, ruang sidang DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti terasa berbeda. Suasananya khidmat, sarat makna, seolah menjadi ruang pertemuan antara ingatan masa lalu dan harapan masa depan.
Di tempat itu, Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Meranti ke 17 digelar, menandai perjalanan sebuah daerah yang lahir dari perjuangan panjang dan pengorbanan banyak orang.
Deretan kursi terisi oleh anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Hadir pula pejabat dari Pemerintah Provinsi Riau, para tokoh masyarakat, dan para pejuang pemekaran yang menjadi saksi hidup lahirnya kabupaten kepulauan ini.
Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Khalid Ali, didampingi Wakil Ketua, Ardiansyah dan Antoni Shidarta.
Khalid Ali menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh undangan yang hadir, seraya menegaskan peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan.
“Di hari yang sangat bermakna ini, kami atas nama Pimpinan dan segenap Anggota DPRD, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tuan dan Puan, yang telah sudi mengayunkan tangan dan meringankan langkah untuk hadir dalam Rapat Paripurna DPRD pada hari ini,” ujarnya.
Menurut Khalid, kehadiran para undangan tidak hanya dimaknai sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke 17 Kabupaten Kepulauan Meranti, tetapi sebagai wujud kebersamaan, persaudaraan, dan silaturahmi di antara seluruh elemen masyarakat.
“Insya Allah, peristiwa ini akan memperkuat ikatan batin di antara kita semua sebagai masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti,” tuturnya.
Ia lantas mengajak seluruh hadirin menengok kembali perjalanan sejarah. Tepat 17 tahun silam, pada 19 Desember 2008, melalui disahkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2009 serta Keputusan Gubernur Riau Nomor 100/PH/58.32, sebuah kabupaten baru resmi lahir dengan nama Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Momentum bersejarah tersebut hari ini kita peringati sebagai Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Meranti, dan harus dimaknai sebagai langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Meranti,” ulas Khalid.
Lebih jauh, ia menegaskan penetapan Kepulauan Meranti sebagai kabupaten bukanlah proses yang mudah. Ia adalah buah dari jerih payah, pengorbanan, dan perjuangan panjang para tokoh dan pejuang pemekaran yang tak kenal lelah, waktu, maupun harta.
“Banyak di antara mereka yang telah menjemput syahidnya, dan sebagian lainnya masih diberi nikmat usia oleh Allah SWT. Mereka bertungkus-lumus tanpa pamrih demi terwujudnya Kabupaten Kepulauan Meranti yang kita cintai hari ini,” ucapnya suara penuh penghormatan.
Dari lubuk hati yang paling dalam, Khalid mengajak seluruh hadirin untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pejuang dan pendiri daerah yang telah berpulang, maupun yang masih membersamai perjalanan Meranti hingga kini.
Pidato itu pun dibarengi dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, dipimpin Ketua DPRD, sebagai doa dan penghormatan bagi mereka yang telah mengorbankan segalanya demi lahirnya Kabupaten Kepulauan Meranti.
Di usia ke 17 ini, Kepulauan Meranti tidak hanya merayakan pertambahan usia, tetapi juga merawat ingatan tentang perjuangan, kebersamaan, dan harapan agar negeri kepulauan ini terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
Dengan nada suara yang penuh harap, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Khalid Ali, mengajak seluruh elemen daerah untuk terus mengobarkan dan melanjutkan semangat perjuangan para pendiri.
Ia berharap api pengabdian itu tidak pernah padam, demi menjadikan Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai negeri yang aman, tenteram, cemerlang, gemilang, dan terbilang hari ini dan di masa yang akan datang.
Menurut Khalid, Peringatan Hari Jadi ke 17 Kabupaten Kepulauan Meranti bukanlah peristiwa biasa. Ia adalah momen bersejarah bagi seluruh masyarakat, sekaligus ruang perenungan atas perjalanan panjang yang telah dilalui.
“Pertemuan ini ungkapan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT atas apa yang telah kita raih. Peringatan Hari Jadi ini menjadi cermin, sejauh mana jati diri anak negeri membawa eksistensi daerah ke arah yang lebih maju, sejalan dengan cita-cita para leluhur dan pelaku sejarah Kabupaten Kepulauan Meranti,” tuturnya.
Ia menegaskan, makna terdalam dari Hari Jadi tidak semata tentang usia, melainkan tentang bagaimana nilai-nilai kebaikan, keikhlasan, perjuangan, dan pengabdian terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.
“Setinggi apa pun gelombang dan penghalang yang menghadang, kita akan tetap melangkah untuk meraih cita-cita, mewujudkan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti yang sejahtera,” jelasnya mantap.
Khalid optimis Kepulauan Meranti memiliki modal kuat untuk bangkit secara ekonomi. Sejarah masa lalu dan kekayaan potensi daerah, menurutnya, menjadi fondasi penting untuk melompat lebih jauh ke depan.
“Berkaca pada sejarah masa lalu serta berbagai potensi yang dimiliki, saya yakin Kabupaten Kepulauan Meranti akan bangkit dan menjadi lokomotif perekonomian di wilayah Provinsi Riau,” terangnya.
Ia menekankan Hari Jadi momentum penting untuk memupuk semangat kebersamaan dan persatuan. Meski berbagai capaian dan prestasi telah diraih, Khalid mengingatkan tugas generasi hari ini adalah menjaga kekompakan dan memperkuat persatuan.
“Sebagai generasi penerus, menjadi tugas utama kita untuk terus membina, menjaga, dan meningkatkan rasa kebersamaan, seraya bersebati, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Tanah Jantan yang kita cintai ini,” imbuhnya.
Di kegiatan tersebut, Khalid mengutarakan sejumlah pesan penting kepada seluruh hadirin.
Pertama, ia mengajak semua pihak untuk menjadi mercusuar dan pedoman bagi anak negeri dalam mengarungi bahtera pembangunan yang penuh tantangan dan harapan.
Kedua, ia menegaskan pentingnya memiliki cita-cita besar—menjadikan Bumi Tanah Jantan sebagai sentral pembangunan di Provinsi Riau. Cita-cita itulah, menurutnya, yang membuat setiap insan bangun lebih pagi, bekerja lebih lama, dan mengabdi dengan sepenuh hati, dilandasi cinta dan tanggung jawab.
Ketiga, Khalid mengingatkan agar seluruh elemen daerah bekerja dengan semangat pantang menyerah. Tantangan dan godaan apa pun tidak boleh menggoyahkan tekad, karena perjalanan menuju cita-cita adalah proses yang harus ditempuh hingga ke garis akhir.
Keempat, ia menekankan pentingnya iman dan takwa, serta menjadikan budaya Melayu sebagai landasan berpijak dalam setiap upaya percepatan pembangunan di berbagai bidang.
Dalam suasana hati yang penuh sukacita, Khalid turut menyampaikan refleksi singkat perjalanan DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti. Tanpa terasa, masa kepemimpinan dan keanggotaan DPRD telah memasuki usia satu tahun dua bulan. Dalam rentang waktu tersebut, sebagai lembaga yang merepresentasikan suara rakyat, DPRD telah melahirkan berbagai kebijakan dan keputusan strategis.
Di bidang legislasi, sejak tahun 2024 hingga 2025, DPRD bersama Kepala Daerah telah menyetujui 16 Peraturan Daerah, empat di antaranya merupakan Peraturan Daerah hasil inisiatif DPRD. Peraturan-peraturan tersebut dirumuskan sebagai kebijakan yang diharapkan berdampak positif bagi kemajuan daerah dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Sementara kebijakan anggaran, Khalid menegaskan bahwa pimpinan dan seluruh anggota DPRD masih memiliki kesatuan pandangan mengenai pentingnya efisiensi anggaran yang tepat sasaran, menyentuh seluruh lapisan masyarakat, serta tetap berpedoman pada aturan yang berlaku.
Dengan menjalankan fungsi pengawasan, DPRD berkomitmen untuk terus melakukan kunjungan kerja ke lapangan, memantau pembangunan, serta mengawasi denyut perekonomian masyarakat.
“Dengan mengedepankan kinerja, sinergitas, dan integritas, kami ingin mewujudkan masyarakat yang madani, agar harapan dan cita-cita kita bersama dapat terwujud,” tegasnya.
Menutup pidatonya, Khalid mengajak seluruh komponen masyarakat untuk merapatkan barisan, menyatukan tekad, dan saling bahu-membahu, sejalan dengan tema Hari Jadi ke 17 Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2025.
“Berkolaborasi Menuju Meranti Unggul, Agamis, dan Sejahtera,” pungkasnya, disambut suasana penuh harap akan masa depan Bumi Tanah Jantan.








Komentar Via Facebook :