Tiba-tiba Akun Logout? Waspadai Modus Penipuan Ini Bisa Bikin Uangmu Terkuras
Jakarta, katakabar.com - Pernah mengalami akun aplikasi keuanganmu tiba-tiba logout, sementara nomor handphone lama milikmu sebenarnya sudah tidak aktif? Di momen seperti itu, panik adalah reaksi yang natural. Tapi justru di situlah celah yang dimanfaatkan oleh penipu. Banyak korban tidak menyadari. Awalnya sekadar mencari bantuan, namun malah berujung kehilangan uang jutaan rupiah, atau bahkan tiba-tiba memiliki tagihan pinjaman yang tidak pernah diajukan. Ini bukan sekadar teori. Ini kejadian nyata yang sekarang makin marak terjadi. Baru-baru ini, viral kisah seorang pengguna yang harus kehilangan uang jutaan rupiah dan terjerat tagihan pinjaman baru lantaran tertipu Customer Service (CS) palsu. Mari kita bedah modusnya agar Anda dan keluarga tidak menjadi korban berikutnya. Dari Cari Bantuan, Malah Menjadi Korban Modus ini kelihatannya sederhana, tapi sangat efektif karena bermain di ranah psikologis korban penipuan. 1. Korban Panik & Cari Bantuan: Saat akun bermasalah, korban biasanya langsung cari solusi di internet dan media sosial. 2. Penipu Menyamar sebagai CS Resmi: Pelaku memasang nomor WhatsApp palsu, atau bahkan aktif membalas komentar, mengaku sebagai Customer Service resmi. 3. Korban “Diarahkan” dengan Alasan Teknis: Korban diminta melakukan hal yang terdengar masuk akal, seperti ‘untuk verifikasi’ atau ‘syarat pembatalan’. Padahal, itu semua hanyalah manipulasi. 4. Dipersyaratkan Ajukan Pinjaman: Ini bagian paling berbahaya. Korban diminta mengambil pinjaman dengan dalih “pancing sistem”. 5. Diminta Transfer ke Rekening Pribadi: Setelah dana cair, korban diminta transfer ke rekening tertentu (biasanya atas nama pribadi) maupun virtual account dengan alasan “pembatalan”. 6. Instruksi Hapus Aplikasi: Penipu menggiring korban untuk menghapus (uninstall) aplikasi agar korban tidak bisa cek saldo atau transaksi secara real-time. 7. Modus via QRIS: Korban diminta scan QRIS dengan alasan “sinkronisasi OJK” atau “validasi akun”. Padahal, itu langsung memindahkan uang ke pelaku. Sekarang Lebih Canggih! Penipu Masuk ke Ranah Google Maps Bukan hanya di media sosial, bahkan sekarang penipu juga melakukan manipulasi melalui Google Maps. Mereka mengedit informasi bisnis dan menyisipkan nomor palsu di profil yang terlihat resmi. Ciri-cirinya: ● Nomor Handphone Biasa: Menggunakan nomor ponsel pribadi (seperti 0821..., 0877...) alih-alih nomor Call Center resmi. ● Banyak Lokasi "Kantor" yang Mencurigakan: Saat mencari "CS Akulaku", muncul banyak titik lokasi dengan nama serupa namun memiliki nomor telepon yang berbeda-beda. ● Jam Operasional Tidak Lazim: Seringkali mencantumkan "Buka 24 Jam" pada profil kantor fisik yang seharusnya memiliki jam kerja kantor normal. ● Profil Tanpa Ulasan atau Ulasan Negatif: Biasanya tidak memiliki review asli dari pelanggan atau justru penuh dengan peringatan "Penipu" di kolom komentar. Kalau kamu terburu-buru dan tidak berhati-hati, tentu akan dengan mudah terkelabui dengan informasi palsu tersebut. Bedakan yang Asli dan yang Palsu Agar tidak terjebak, pastikan selalu hanya berinteraksi dengan saluran resmi. Jangan pernah biarkan kepanikan mengarahkan Anda ke nomor yang salah. Simpan dan gunakan hanya kontak resmi berikut: ● Website untuk layanan informasi umum dan layanan Akulaku: www.akulaku.com ● Website untuk layanan pembiayaan (Buy Now Pay Later): www.akulakufinance.co.id ● Call Center Resmi: 1500920 (Pastikan hanya menghubungi nomor ini). ● Media Sosial: Pastikan akun memiliki centang biru (verifikasi) baik di Instagram, Tik Tok, Facebook, maupun Twitter/X. Tips Aman (Anti-Fraud) Bertransaksi Digital Jika Anda mengalami kendala pada akun, ingatlah Golden Rules berikut ini: 1. Jangan Pernah Transfer ke Nama Pribadi: CS resmi perusahaan manapun tidak akan pernah meminta Anda mentransfer uang ke rekening atas nama orang pribadi. 2. Jangan Pernah Berikan Kode OTP & Scan QRIS Tak Dikenal: Jangan pernah memberikan kode OTP atau memindai QRIS yang diberikan oleh orang lain melalui pesan singkat. QRIS bersifat sama dengan uang tunai; sekali pindai, uang Anda akan langsung berpindah tangan. 3. Jangan Mudah Percaya: Tidak ada sistem perbankan atau aplikasi keuangan di dunia yang mengharuskan penggunanya meminjam uang terlebih dahulu untuk memperbaiki masalah teknis. 4. Selalu Update Nomor HP Segera: Jika nomor HP Anda sudah tidak aktif, segera urus ke kantor cabang provider Anda atau datangi kantor resmi layanan terkait untuk perubahan data secara legal, bukan melalui perantara media sosial. Rasa panik, takut kehilangan akses, dan ingin masalah segera cepat selesai adalah pintu masuknya. Penipu tahu kondisi psikologis itu. Hal itu yang mereka manfaatkan. Tetap tenang. Ingat: Jika Anda menemukan nomor telepon di Google Maps yang meminta Anda melakukan pinjaman baru, mentransfer uang ke nama pribadi, atau meminta kode OTP. Langsung stop. Itu 100% penipuan.
Wujudkan Akselerasi Kemenimipas, Lapas Kelas II Binjai Razia Blok Kamar Hunian dan Warga Binaan
Binjai, Katakabar.com - Dalam rangka mewujudkan 13 akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Lembaga Pemasyarakatan II A Binjai mengg...
Anggota DPRD Sumut Apresiasi Kinerja Kapolda Sumut Tangani Perkara Ninawati
Anggota DPRD Sumut dari PDI Perjuangan Henry Dumanter Tampubolon apresiasi Kapolda Sumut
Tim Tabur Kejati Sumut Tangkap Buronan Penipuan Selamat Ang di Tanjungbalai
Kejati Sumut tangkap buronan kasus penipuan di Tanjung Balai
Warga Aceh Utara Resah: Ustadz Gadungan Diduga Tipu Puluhan Juta Rupiah, Pelaku Diminta Itikad Baik
Nama M. Ikbal, atau yang lebih dikenal sebagai Teuku MDC, mencuat di tengah masyarakat Aceh Utara setelah diduga melakukan aksi penipuan dengan modus berkedok ustaz
URALA Indonesia Seru Masyarakat Waspada Penipuan
Jakarta, katakabar.com - URALA Indonesia, Digital PR Agency di Indonesia, berkomitmen untuk selalu menghadirkan lingkungan kerja yang baik, termasuk untuk para Gen Z. Memasuki era digitalisasi berdampak pada munculnya profesi konten kreator yang banyak diminati oleh para Gen Z. Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengungkapkan hingga saat ini tercatat konten kreator memiliki pasar Rp7 triliun dan diperkirakan akan terus meningkat lima kali lipat ditahun 2027[1]. Di sisi lain, industri digital agency periklanan di Indonesia juga semakin menjamur yang ditandai dengan banyaknya perusahaan tersebut bermunculan.
Melawan Penipuan Kartu Kredit: Situs Agrikultur E-commerce Asia Tenggara AgroMJ Perkenalkan O-PLUX
Jakarta, katakabar.com - AgroMJ atau CV Makmur Jaya tandatangani kontrak dengan perusahaan terbuka Jepang di bidang Anti Fraud bernama Cacco untuk melindungi transaksi konsumen di website AgroMJ. Cacco Inc. (Kantor Pusat: Minato-ku, Tokyo; Direktur Perwakilan, Presiden: Hiroyuki Iwai; Kode Saham: 4166; selanjutnya disebut "Cacco"), adalah penyedia layanan deteksi pesanan penipuan teratas*1 di Jepang dan kontributor untuk penciptaan infrastruktur EC yang aman. Cacco umumkan layanan deteksi pesanan penipuan O-PLUX telah diadopsi oleh situs EC AgroMJ. Situs ini dioperasikan oleh CV Makmur Jaya yang berbasis di Asia Tenggara (Kantor Pusat: Indonesia; Manajer Umum: Denni Permana), yang memproduksi dan menjual makanan.
Awas! Penipuan Berkedok Konfirmasi Pesanan dari Jasa Ekspedisi
Jakarta, katakabar.com - Di era digital ini, kemajuan teknologi telah membawa berbagai kemudahan, tapi meningkatkan risiko penipuan online. Seiring dengan berkembang pesatnya e-commerce, penipuan yang menggunakan berbagai kedok semakin sering terjadi untuk mengelabui konsumen. Salah satu modus yang umum adalah penipuan yang mengatasnamakan jasa ekspedisi atau pengiriman barang, sering kali dengan menggunakan nama perusahaan terkenal seperti Akulaku.
Awas! Penipuan Berkedok QR Code Atasnamakan Akulaku
Jakarta, katakabar.com - Aksi penipuan yang dilakukan scammer terus berkembang mengikuti pesatnya kemajuan teknologi. Metode pembayaran kini sudah sangat mudah, dan cepat dilakukan menggunakan QR code atau yang sering dikenal dengan kata QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard. Sebelumnya di media sosial ramai para scammer mengirimkan file apk dan file PDF melalui WhatsApp, di mana file tersebut dikirimkan oleh seseorang yang mengaku sebagai kurir atau karyawan. Kemudian meminta konsumen untuk mengunduh file apk yang ternyata bisa menyadap ponsel untuk dikuras. Aksi penipuan baru ini memanfaatkan perkembangan teknologi transaksi QR code yang dikenal dengan istilah quishing. Istilah quishing berasal dari penggabungan penggunaan kode QR serta phishing. Seperti yang telah kita semua ketahui QR code telah menjadi salah satu fitur transaksi yang sangat mempermudah pebisnis dan konsumen dalam melakukan pembayaran. Tapi, kemudahan dan kecepatan ini telah dimanfaatkan oknum penipu untuk tindak kejahatan. Penipuan menggunakan QR code sudah banyak memakan korban, khususnya para konsumen yang bertransaksi. Ditambah lagi, kode QR bisa dibuat oleh siapapun dan tidak membutuhkan keahlian khusus. Karena itulah sangat mudah bagi para hacker untuk membuat QR code yang mengarah ke situs web untuk tujuan yang tidak benar. Para scammer memanfaatkan kemudahaan dalam membuat kode QR palsu dengan mencatut nama merek, toko, hingga organisasi resmi seolah-olah QR code ini resmi. lalu ditempelkan di suatu tempat atau dibagikan melalui ponsel saat konsumen ingin melakukan pembayaran agar bisa diakses oleh para korban tanpa kecurigaan. Penipuan menggunakan QR code yang mengatasnamakan Akulaku & Akulaku Finance Indonesia telah banyak terjadi beberapa waktu ini, Akulaku & Akulaku Finance Indonesia tidak pernah menyarankan atau meminta konsumennya untuk melakukan pembayaran tagihan, pencairan cashback/hadiah, tukar poin, pengembalian dana pinjaman/refund melalui QR code. Berikut adalah langkah-langkah agar kamu tidak menjadi korban dari Kejahatan Siber Quishing: 1. Verifikasi QR code Pastikan QR code tersebut berasal dari sumber resmi dan bonafide. Pastikan nama atau identitas pedagang yang tertera pada aplikasi sesuai dengan tujuan pembayaran yang diinginkan. 2. Periksalah informasi transaksi sebelum konfirmasi pembayaran Untuk transaksi pembayaran, periksa seluruh informasi transaksi yang ditampilkan pada perangkat sebelum melakukan konfirmasi pembayaran. 3. Gunakan koneksi internet yang aman Pastikan proses pembayaran tersebut menggunakan koneksi internet pribadi dan hindari penggunaan jaringan Wi-Fi publik yang tidak terlindungi untuk mengurangi risiko pencurian data. Jika kamu menemukan oknum yang mengatasnamakan Akulaku & Akulaku Finance Indonesia menghubungi dan diarahkan untuk melakukan scan QR code melalui akun Bank/E-Wallet sudah dapat dipastikan barcode tersebut PALSU!, segera hubungi dan laporkan melalui call center 1500920 atau melalui fitur live chat di aplikasi Akulaku. Kontak: Tim Public Relations PT Akulaku Finance Indonesia [email protected]
Tertipu Ratusan Juta Dalam Usaha Ikan, Bendahara Forwaka Sumut Minta Pelaku Segera Ditangkap
Pengusaha Ikan Ratna Simanjuntak bersama Kuasa Hukumnya Jerynike Amati Panjaitan meminta pihak Satreskrim Polrestabes Medan segera menangkap pelaku perkara penipuan dan penggelapan atas nama "Salman" seorang pedagang ikan yang berjualan di kawasan Pajak Gambir.