https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Sawit / Antara Impian Keadilan, Dominasi Korporasi dan Disparitas Lahan Sawit

Antara Impian Keadilan, Dominasi Korporasi dan Disparitas Lahan Sawit


Minggu, 11 Januari 2026 | 19:28 WIB  

Editor : Sahdan
Antara Impian Keadilan, Dominasi Korporasi dan Disparitas Lahan Sawit

Foto: Istimewa/katakabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 43260 | Artikel Judul: Antara Impian Keadilan, Dominasi Korporasi dan Disparitas Lahan Sawit | Tanggal: Minggu, 11 Januari 2026 - 19:28

Jakarta, katakabar.com -  Evolusi (perkembangan) 'Emas Hijau' nama lain dari kelapa sawit masih saja menjadi orotan sejumlah pihak dan kalangan.

Begutu pun kebijakan dan fenomena perkebunan kelapa sawit mendapat tanggapan beragam, yakni pro maupun kontra.

Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek-Pir), Rusman Heriawan, menuturkan sejak awal evolusi, sektor kelapa sawit di Indonesia tidak dirancang semata untuk membesarkan industri. Negara menanamkan satu prinsip penting, yakni prinsip keadilan, melalui skema inti dan plasma. Sementara rakyat petani, koperasi, dan masyarakat desa diharapkan menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton.

Menurut Rusman, konsepnya sudah tegas, perkebunan plasma harus mendominasi, sementara perusahaan inti berperan sebagai penggerak. Bahkan di fase awal, komposisinya dirancang berani yakni 80 persen lahan untuk plasma, 20 persen untuk inti.

"Seiring perjalanan waktu berkata lain. Saat ini, realitas di lapangan justru menunjukkan pembalikan total. Perusahaan inti menguasai sebagian besar lahan sawit, sedang plasma tersisih menjadi pelengkap. Ketimpangan ini berlangsung lama, hingga perlahan dianggap sebagai sesuatu yang normal," ulas Rusman, di pekan kedua Januari 2025 dilansir dari laman elaeis.co, Ahad (11/1).

Padahal, cerita Rusman, dampaknya nyata dan terasa hingga ke desa-desa. Lahan terkonsentrasi di tangan segelintir korporasi, dan posisi tawar petani melemah. Bahkan koperasi kesulitan tumbuh. 

"Desa-desa di sekitar kebun sawit tidak mengalami lompatan kesejahteraan yang dijanjikan. Kelapa
Sawit tumbuh menjadi industri raksasa. Tetapi rakyat di sekelilingnya tetap kecil," jelasnya.

Situasi ini, ucap Rusman, menjadi latar ketika negara mulai melakukan penataan ulang sektor sawit. Pemeriksaan izin, penertiban Hak Guna Usaha (HGU), hingga upaya mengembalikan prinsip keadilan ke dalam tata kelola perkebunan kembali dijalankan.

Alih-alih diterima sebagai pembenahan, sebutnya, langkah ini justru memicu kegaduhan. Isu bergeser ke ranah personal, dibelokkan ke konflik politik individu, bahkan diarahkan seolah ada serangan terhadap pihak tertentu.

"Faktanya sederhana, dan dapat diperiksa secara terbuka, yang menguasai ratusan ribu hektar lahan adalah korporasi. Nama-namanya tercatat bahkan datanya tersedia," bebernya. 

Jadi, imbuh Rusman, sedang dilakukan negara bukanlah menyerang individu, bukan balas dendam, dan bukan pula drama politik. Penataan sawit adalah upaya mengembalikan hukum ke tempatnya menata ulang sektor strategis agar kembali pada tujuan awalnya: keadilan, pemerataan, dan kesejahteraan rakyat.

"Memang harus diakui dalam 30 tahun terakhir, peran korporasi sangat berarti bagi persawitan di Indonesia. Awalnya (sejak diluncurkan program PIR oleh Pemerintah), perkembangan kemitraan sangat positif, hubungan inti-plasma berlangsung dinamis dan berkeadilan. Jika harus ada pembenahan, tentu yang terbaik adalah semua pihak kembali pada kepatuhan perundangan dan aturan yang berlaku. Sudah banyak aturan yang dibuat, jika perlu mungkin bisa dilakukan review demi kepentingan bersama," tandasnya.

www.katakabar.com | Artikel ID: 43260 | Artikel Judul: Antara Impian Keadilan, Dominasi Korporasi dan Disparitas Lahan Sawit | Tanggal: Minggu, 11 Januari 2026 - 19:28

TOPIK TERKAIT

# Impian# Keadilan# Dominasi# Korporasi# Disparitas# Lahan# Sawit
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Sawit

    Open Black Box Genom Sawit: Inosvasi Pemuliaan Masa Depan

    Minggu, 11 Jan 2026 | 15:23 WIB
  • Nasional

    Holding PTPN Dukung Aksi Solidaritas Petani Sawit Bagi Korban Banjir di Aceh dan Sumatera

    Selasa, 06 Jan 2026 | 09:35 WIB
  • Sawit

    Petani Bilang Andai PKS Komit Tidak Terima TBS Sawit Curian Penjarahan Beres

    Minggu, 04 Jan 2026 | 19:34 WIB
  • Sawit

    IFBA Lawan Kampanye Negatif Sawit, Tapi Anti Sawit Kian Brutal di Nusantara

    Minggu, 04 Jan 2026 | 19:00 WIB
  • Sawit

    2026, Petani Desak Penetapan Harga TBS Sawit di Banten

    Sabtu, 03 Jan 2026 | 08:14 WIB

TERPOPULER

  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • UPDATE Kasus Dugaan Permainan Retribusi Pasar Belantik Siak: Jaksa Minta Inspektorat Audit, Tapi...

    Rabu, 01 Apr 2026 | 15:40 WIB
  • Tidak Bayar Pesangon 34 Eks Karyawan, Ratusan Buruh Geruduk BRI Kanwil Medan

    Sabtu, 28 Mar 2026 | 19:06 WIB
  • Kejari Binjai Tetapkan Empat Tersangka Kasus Kontrak Fiktif di Dinas Ketahanan Pangan

    Rabu, 01 Apr 2026 | 05:02 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :