“Market saat ini bergerak sangat cepat terhadap headline global, terutama yang berkaitan dengan regulasi dan energi. Investor perlu memahami bahwa pergerakan Bitcoin, dolar AS, harga minyak, hingga rupiah kini semakin saling terhubung dalam satu ekosistem sentimen global,” kata Trading Desk FLOQ. 

Untuk pasar domestik, FLOQ melihat rupiah dan IHSG masih sensitif terhadap pergerakan dolar AS dan harga energi global. Jika tekanan energi mereda, Indonesia berpotensi mendapatkan ruang stabilisasi terhadap inflasi impor dan nilai tukar. Jika ketegangan geopolitik kembali meningkat, tekanan terhadap aset berisiko domestik dapat kembali muncul. 

FLOQ juga menekankan perkembangan Clarity Act sebaiknya tidak dilihat hanya sebagai isu legislatif Amerika Serikat semata, melainkan sebagai sinyal global yang dapat mempengaruhi arah perkembangan industri aset digital di berbagai negara, termasuk Indonesia. 

Edukasi Investor: Memahami Strategi Trading di Tengah Volatilitas 

Di tengah pergerakan market yang semakin dipengaruhi faktor makro dan regulasi global, FLOQ mendorong pengguna untuk tidak hanya fokus pada pergerakan harga, tetapi juga memahami strategi trading dan manajemen risiko yang tepat. 

Salah satu fitur yang dapat membantu pengguna mengelola strategi entry dan exit harga adalah Limit Order, yang memungkinkan pengguna membeli atau menjual aset pada harga yang diinginkan. 

Untuk memahami lebih lanjut mengenai strategi trading dan penggunaan Limit Order, pengguna dapat mempelajari panduan edukasi berikut melalui FLOQ Blog: 

Perbedaan Market Order dan Limit Order: Mana yang Lebih Sesuai untuk Strategimu? 

Strategi Buy the Dip: Cara Membeli Saat Harga Turun 

Cara Menghindari Slippage Saat Trading Crypto 

Panduan Strategi Trading untuk Pemula 

Melalui pendekatan ini, FLOQ berharap pengguna tidak hanya memanfaatkan fitur trading, tetapi juga memahami strategi di balik setiap keputusan investasi yang diambil.