Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus menyentuh aspek pencegahan. 

Yusril menekankan pemberantasan narkoba harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, kampus, rumah ibadah, hingga organisasi kepemudaan melalui edukasi yang berkelanjutan.

BADKO HMI Sumut juga mendorong pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Badan Narkotika Nasional, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

"Jika ingin menekan tawuran, kriminalitas remaja, dan berbagai bentuk kekerasan, maka perang melawan narkoba harus menjadi gerakan bersama. Tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum," tegas dia.

BADKO HMI Sumut menyatakan akan terus mengawal program edukasi dan advokasi antinarkoba sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat serta mewujudkan lingkungan yang aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika di Sumatera Utara.