Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Tantangan logistiknya berbeda. Perilaku konsumennya juga berbeda. Interaksi sosial, komunitas, dan ekonomi kreator memiliki pengaruh yang besar terhadap perdagangan digital. 

Indonesia juga memiliki keunggulan tersendiri.

QRIS telah menjadi salah satu sistem pembayaran QR interoperabel yang paling berhasil di dunia. BI-FAST memodernisasi pembayaran real-time. Industri perbankan Indonesia berinvestasi besar dalam digital onboarding, kecerdasan buatan, deteksi fraud, dan integrasi berbasis API.

Semua ini merupakan modal yang sangat kuat.

Lantaran itu, prinsip yang perlu dipegang sangat sederhana: mengadopsi prinsip, tetapi menyesuaikan implementasi.

Indonesia tidak perlu menjadi India kedua.

Indonesia justru memiliki peluang untuk menjadi referensi global kedua dalam implementasi Public Digital Infrastructure.

Perbedaan ini penting. Implementasi pertama membuktikan bahwa suatu konsep dapat berhasil. Implementasi kedua membuktikan bahwa konsep tersebut dapat diterapkan pada struktur ekonomi, lingkungan regulasi, dan karakter pasar yang berbeda.

Jika India membuktikan bahwa perdagangan digital terbuka dapat berjalan di salah satu ekonomi terbesar di dunia, Indonesia dapat membuktikan bahwa prinsip yang sama dapat berhasil dalam sistem perbankan digital yang matang, infrastruktur pembayaran yang interoperabel, dan salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Membuka Model Bisnis Baru

Selama lebih dari satu dekade, transformasi digital terutama diarahkan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan efisiensi operasional.

Perbankan membangun mobile banking. Perusahaan telekomunikasi mengembangkan aplikasi digital. Peritel memperkuat kanal omnichannel. Pemerintah mendigitalisasi layanan publik.

Semua investasi tersebut menghasilkan manfaat yang nyata.

Sebagian besar hanya memperbaiki bisnis yang sudah ada.

Sementara itu, teknologi seperti kecerdasan buatan, cloud computing, dan otomatisasi semakin mudah diakses. Akibatnya, teknologi tidak lagi menjadi pembeda utama. Keunggulan kompetitif kini bergeser ke arah model bisnis baru.

Public Digital Infrastructure membuka peluang tersebut.

Bank dapat berkembang melampaui layanan keuangan. Perusahaan telekomunikasi dapat melampaui layanan konektivitas. Universitas dapat menjadi platform pembelajaran sepanjang hayat. Rumah sakit dapat mengintegrasikan pembiayaan, asuransi, dan layanan kesehatan digital. Koperasi pertanian dapat terhubung langsung dengan peritel, eksportir, dan industri pengolahan.

Transformasi ini menandai pergeseran dari ekonomi platform menuju ekonomi jaringan.

Platform bersaing dengan membangun ekosistem tertutup. Jaringan menciptakan nilai melalui interoperabilitas dan kolaborasi.

Ke depan, nilai ekonomi terbesar akan muncul dari kemampuan berbagai organisasi untuk berinteraksi melalui infrastruktur bersama.

Membuka Potensi UMKM Indonesia

Transformasi ini memiliki dampak yang sangat besar bagi UMKM Indonesia.

Selama bertahun-tahun, tantangan utama UMKM bukan hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga menemukan pelanggan dalam skala besar.

Pemasaran, logistik, pembayaran, dan akuisisi pelanggan membutuhkan investasi yang tidak sedikit.

Public Digital Infrastructure mengubah kondisi tersebut.

Alih-alih meminta setiap UMKM membangun marketplace sendiri, PDI memungkinkan mereka menjadi bagian dari ekosistem digital nasional yang sudah tersedia.

Produk mereka dapat ditemukan melalui aplikasi perbankan, platform telekomunikasi, sistem pengadaan pemerintah, koperasi, platform korporasi, institusi pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai aplikasi baru yang akan muncul di masa depan.

Biaya akuisisi pelanggan menjadi lebih rendah. Jangkauan pasar menjadi lebih luas. Inovasi menjadi lebih mudah dilakukan.

Persaingan pun bergeser dari besarnya anggaran pemasaran menuju kualitas produk dan layanan.

Hal serupa juga berlaku bagi sektor pertanian. Petani, koperasi, perusahaan logistik, bank, perusahaan asuransi, dan industri makanan dapat berada dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Perbankan dapat memberikan pembiayaan berdasarkan riwayat transaksi, sementara rantai pasok menjadi lebih efisien.

Manfaatnya melampaui perdagangan digital. Ia berkontribusi terhadap ketahanan pangan, pembangunan pedesaan, dan inklusi keuangan.

Dari Indonesia untuk ASEAN

Peluang Indonesia tidak berhenti pada tingkat nasional.

ASEAN merupakan salah satu kawasan digital dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Meskipun tingkat kematangan digital setiap negara berbeda, seluruh anggota memiliki aspirasi yang sama, yaitu membangun ekonomi digital regional yang lebih terhubung.

Sebagai ekonomi terbesar di ASEAN, Indonesia berada pada posisi yang unik.