Home / Sawit / DBH Kelapa Sawit Elok Digunakan Menata Kehidupan Petani Sawit Riau
DBH Kelapa Sawit Elok Digunakan Menata Kehidupan Petani Sawit Riau
Pengamat Kebijakan Publik Prodi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Unilak, M Rawa El Amady. Foto Ist.
Pekanbaru, katakabar.com - Kabar gembira bagi provinsi, kabupaten dan kota se Indonesia terutama daerah penghasil kelapa sawit, seperti Provinsi Riau, dengan terbitnya dan telah ditekennya oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2023 tentang Dana Bagi Hasil (DBH) Perkebunan Sawit.
Pengamat Kebijakan Publik Prodi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning, M Rawa El Amady menyarankan, DBH sawit harus dikembalikan untuk perbaikan dan menata kehidupan petani kelapa sawit.
"Jika digunakan untuk keperluan infrastuktur, harus infrastruktur yang memperlancar usaha produksi, dan distribusi," ujarnya dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (27/7).
Menurut El Amady, salah satu paling utama tengah dihadapi petani sawit saat ini mahalnya pupuk. Itu sebabnya, DBH mesti digunakan untuk subsidi pupuk bagi petani perorangan yang kebunnya di bawah 25 hektar.
Bila digunakan di bidang pendidikan, beasiswa bagi anak petani sudah ada sawit melalui BPDPKS. Perlu dipikirkan infrastruktur sekolah dasar dan menengah di desa-desa banyak petani sawit.
Nah, di bidang kesehatan, penting melengkapi sarana dan prasarana kesehatan dan membayar iuran BPJS bagi keluarga petani sawit.
Terus, perlu diperhatikan agar penggunaan dana ini dilakukan secara transparan. Ini untuk mencegah agar tidak ada penyalahgunaan atau penyelewan dana, misalnya tidak dikorupsi agar tidak memperkaya pejabat di Riau.
"Infrastuktur yang dibutuhkan petani sawit ini perbaikan jalan, jembatan, terkhusus di daerah perkebunan," jelasnya.
El Amady menambahkan, perlindungan harga bagi petani sawit haru ada, sebab harga sawit sangat rendah selama ini. Apatah lagi petani tidak bisa menjual sawit langsung ke pabrik.
"Saran saya, gerakan membangun pabrik mini sawit dipercepat, dan setidaknya bangun pabrik khusus buat petani sawit," sebutnya.
Sebelumnya, Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar menuturkan, rencananya DBH sawit diutamakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.
"Kita prioritaskan penggunaannya untuk infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Bupati dan Wali Kota mudah-mudahan miliki pandangan yang sama," kata Syamsuar, Rabu (26/7) lalu.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Susun Arsitektur SPBE
Diskominfotik Bengkalis Siap Tingkatkan Layanan Berbasis Elektronik
Rakor Penanggulangan Karhutla 2023
Polres Bengkalis Wujudkan Sinergi Jaga lingkungan di 'Negeri Junjungan'
Buka MTQ ke 28 Kecamatan Bantan
Kasmarni: Ini Momentum Barometer Ukur Hasil Pembelajaran Al Quran








Komentar Via Facebook :