Home / Sumut / Dikabarkan Adanya Dugaan Pelecehan Seksual Dan Pungli, SMKN 1 Percut Sei Tuan Jadi Sorotan
Dikabarkan Adanya Dugaan Pelecehan Seksual Dan Pungli, SMKN 1 Percut Sei Tuan Jadi Sorotan
SMK N 1 Percut Sei Tuan jadi Sorotan
Deli Serdang, katakabar.com - Dunia pendidikan adalah pijakan utama untuk mengembangkan potensi manusia. Melalui proses ini, pengetahuan, keterampilan, dan karakter ditransfer serta dibentuk, sehingga setiap individu bisa tumbuh menjadi manusia dewasa yang beradab dengan sikap, perilaku, dan kepribadian yang baik. Namun, apa jadinya jika lingkungan yang seharusnya menjadi tempat perlindungan dan pertumbuhan justru berbalik menjadi sumber ketakutan dan ketidakadilan?
Baru-baru ini, nama dunia pendidikan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, kembali tercoreng oleh kasus yang meresahkan. Seorang oknum guru di SMKN 1 Percut Sei Tuan dikabarkan telah melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu mahasiswa yang tengah menjalani Program Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah tersebut. Kasus ini mencuat setelah Lembaga Mahasiswa yang mewakili Gerakan Pelajar Mahasiswa Indonesia (GMPI) mengirimkan surat laporan.
Tidak berhenti di situ, mahasiswa PPL juga harus menghadapi praktik pungutan liar (pungli). Kedua permasalahan ini langsung memicu reaksi keras dari aktivis mahasiswa, yang berniat melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati dan Dinas Pendidikan Deli Serdang untuk menyuarakan kecewa dan tuntutan perbaikan.
Zainal Abidin, Ketua Koordinator Aksi GMPI, menyatakan bahwa pihaknya akan menggelar demonstrasi guna mendesak Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, untuk membentuk Tim Investigasi Independent. Tujuan tim ini adalah mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan seksual dan pungli di SMKN 1 Percut Sei Tuan. "Apabila hal ini terbukti adanya oknum guru yang melakukan tindakan tercela dan mencoreng nama baik dunia pendidikan, maka kami meminta Bupati untuk segera mencopot guru tersebut, dan juga Kepala Sekolah, karena diduga melakukan pembiaran," tegas Zainal.
Selanjutnya, Zainal juga meminta Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) untuk melakukan proses hukum terhadap oknum guru yang terindikasi, jika terbukti berdasarkan hasil investigasi. "Kita harus turun ke jalan, guna menyuarakan aspirasi sebagai bentuk seruan dalam perbaikan sistem pengawasan sekolah, dan mengembalikan moral dunia pendidikan, agar hal seperti ini tidak lagi terjadi," ucapnya.
Sementara itu, ketika dihubungi wartawan Minggu (14/12/2025) terkait kasus ini, Kepala Sekolah SMKN 1 Percut Sei Tuan, Daulat Siregar, belum bersedia memberikan keterangan resmi dan terkesan bungkam. Hal ini membuat berita ini terpaksa diangkat ke meja redaksi tanpa tanggapan resmi dari pihak sekolah.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Mahasiswa Bakal Turun Kejalan
Aroma Dugaan KKN di Balik Relawan 'Bobby Lovers' Mulai Tercium Pasca OTT Kadis PUPR Sumut








Komentar Via Facebook :