Samarinda, katakabar.com - Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) melakukan studi ke Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur pelajari inovasi yang dikembangkan WasteX berupa biochar yang menawarkan teknologi dan kinerja bagi pengelolaan limbah sektor pertanian (perkebunan).
Saat kunjungan ke Desa Kedemungan, rombongan Disbun Kaltim memperoleh wawasan mendalam mengenai manfaat dan potensi biochar sebagai pembenah tanah berbasis sains yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Biochar, material mirip arang dengan kandungan karbon tinggi lebih dari 65 persen, dibuat melalui proses pirolisis pada biomassa organik seperti sekam padi, serabut kelapa, dan kulit buah kakao.
Nabilla Salsabilla, pemapar dari WasteX, menjelaskan berbagai jenis biochar yang tersedia, termasuk biochar sekam, serabut kelapa, dan kulit buah kakao.
Masing-masing jenis biochar ini berfungsi memperkaya tanah, menjaga kelembapan, meningkatkan pH, serta mengurangi pencucian nutrisi, memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesuburan tanah.
Kepala Disbun Kaltim, Ence Achmad Rafiddin Rizal, menilai biochar solusi ramah lingkungan yang berpotensi besar untuk diterapkan di sektor perkebunan Kaltim.
Menurut Rizal, Biochar inovasi yang menjanjikan, bukan hanya sebagai pembenah tanah tetapi juga sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan.
“Dengan biochar, kita harapkan produktivitas perkebunan akan meningkat, dan lahan dapat dikelola dengan lebih sehat dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Pada sektor agrikultur, kata Rizal, biochar terbukti mampu meningkatkan hasil panen hingga 22 persen serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia secara bertahap hingga 50 persen.
Selain itu, jelasnya, biochar berfungsi sebagai agen filtrasi air, suplemen pakan ternak, dan bahan campuran konstruksi.
Dengan penerapan biochar, sebutnya, lahan tercemar logam juga dapat diremediasi, membuka peluang bagi pengelolaan tanah yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Solusi WasteX, yang menyediakan pelatihan dan aplikasi digital terintegrasi, diharapkan dapat segera diterapkan di Kaltim guna mendukung produktivitas perkebunan serta memperkuat ketahanan tanaman terhadap cekaman kekeringan dan perubahan iklim.
Jajaki Penggunaan Biochar, Disbun Kaltim Kurangi Ketergantungan Pupuk Kimia
Diskusi pembaca untuk berita ini