https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Sawit / Kenali Strategi Peningkatan Produktivitas Perkebunan Sawit  Berkelanjutan

Kenali Strategi Peningkatan Produktivitas Perkebunan Sawit  Berkelanjutan


Senin, 07 April 2025 | 14:42 WIB  

Editor : Sahdan
Kenali Strategi Peningkatan Produktivitas Perkebunan Sawit  Berkelanjutan

Foto Istimewa/katakabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 38264 | Artikel Judul: Kenali Strategi Peningkatan Produktivitas Perkebunan Sawit  Berkelanjutan | Tanggal: Senin, 07 April 2025 - 14:42

katakabar.com - Peningkatan produktivitas perkebunan sawit bisa dilakukan dengan cara menerapkan good agriculture practices, replanting, hingga pembenahan tata kelola pabrik kelapa sawit.

Indonesia produsen terbesar minyak sawit di dunia. Areal perkebunan sawit Indonesia saat ini mencapai 16,38 juta hektare dan menghasilkan produksi minyak sawit mencapai 52,76 juta ton (GAPKI, 2025).

Pangsa produksi minyak sawit Indonesia mencapai 58 persen dari produksi minyak sawit dunia, artinya Indonesia merupakan pemain penting dalam pasar minyak nabati dunia khususnya minyak sawit.

Di sisi lain, minyak sawit merupakan minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi di dunia dengan pangsa yang terus meningkat. Untuk mempertahankan posisi sebagai produsen sekaligus suplier minyak sawit terbesar dunia maka produksi minyak sawit Indonesia harus meningkat sekitar 2,5 juta ton setiap tahunnya (asumsi jika konsumsi minyak sawit dunia meningkat sekitar 3,5 juta ton setiap tahun) (PASPI, 2017).

PASPI (2019) dalam studi literatur berjudul Peningkatan Produktivitas Minyak Sawit yang Berkelanjutan memaparkan, dalam rangka meningkatkan produktivitas kebun sawit untuk menghasilkan produksi minyak sawit yang lebih banyak, berkualitas, dan memperhatikan aspek keberlanjutan, maka strategi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: (1) kultur teknis dengan menerapkan good agriculture practices; (2) replanting dengan menggunakan benih unggulan; dan (3) memisahkan PKS untuk food grade dan non-food grade.

Sumber yang sama dijelaskan PASPI, kultur teknis dalam kebun sawit merupakan strategi peningkatan produktivitas parsial (capital driven) karena tidak mengganti varietas benih sawit yang digunakan. Penggunaan kultur teknis dapat mengakomodasi pengaplikasian good agricultural practices (GAP) dalam perkebunan sawit.

GAP di antara sistem sertifikasi dalam cara pelaksanaan budidaya tanaman pertanian dan perkebunan yang telah sesuai dengan standar yang ditentukan agar menghasilkan produk pertanian dan perkebunan yang bermutu baik, ramah lingkungan, memperhatikan aspek keberlanjutan, dan berdaya saing.

Perkebunan merupakan mata rantai pertama proses produksi minyak sawit sehingga pelaksanaan GAP pada tingkat perkebunan bertujuan untuk mencegah kontaminasi dan mengurangi deteriorasi mutu tandan buah segar (TBS) selama pemeliharaan tanaman, panen, dan distribusi ke pabrik kelapa sawit (PKS).

Peningkatan produktivitas perkebunan sawit juga dapat tercapai dengan penerapan strategi replanting. Adapun, replanting adalah penanaman kembali pohon sawit dengan menggunakan varietas unggul terbaru (innovation-driven).

Upaya replanting akan meningkatkan produktivitas total yang akan berimplikasi pada peningkatan produktivitas minyak sawit per hektare melebihi peningkatan produktivitas melalui kultur teknis (PASPI, 2018).

Hal ini penting bagi perkebunan sawit Indonesia dalam rangka mempertahankan posisi Indonesia sebagai produsen terbesar dan mengoptimalkan prospek pasar global.

Replanting bukan hanya sebatas mengganti tanaman sawit baru, tapi memiliki peran yang lebih strategis dalam pembangunan ekonomi baru di Indonesia.

Hal ini disebabkan, industri sawit nasional bersifat inklusif dan memiliki dampak yang sangat luas dalam pembangunan ekonomi Indonesia dan daerah serta merupakan salah satu sumber devisa negara.

Selain itu, strategi replanting tanaman sawit juga menguatkan peranan industri sawit Indonesia untuk mencapai sustainable development goals (SDGs) dalam bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan (PASPI, 2019).

Dijabarkan PASPI (2019), perkebunan sawit rakyat merupakan target kebijakan replanting mengingat proporsi luas areal perkebunan sawit yang besar dengan tingkat produktivitas yang lebih rendah dibandingkan produktivitas sawit nasional. Oleh karena itu, program ini sangat penting dilakukan oleh perkebunan sawit rakyat dalam rangka meningkatkan produktivitas.

Program replanting pada perkebunan rakyat tidak hanya soal mengganti kebun sawit dengan bibit unggul dan kultur teknis budidaya sawit yang modern, tetapi program ini memiliki manfaat lain yang tidak kalah penting yaitu: (1) pembenahan tata kelola sawit rakyat (legalitas usaha, lahan, dan kawasan); (2) pembenahan kemampuan SDM sawit rakyat baik dalam teknologi budidaya maupun manajerial; dan (3) pembenahan organisasi dan kelembagaan kemitraan sawit rakyat.

Upaya replanting perkebunan sawit di Indonesia didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui penyaluran bantuan dana kepada pekebun rakyat dengan nilai sebesar Rp30 juta per hektar per hektar per pekebun.

Terdapat pula tiga model skema pembiayaan yang bisa diterapkan dalam program ini berdasarkan kemampuan pekebun.

Skema pertama adalah kebutuhan biaya dipenuhi dari dana bantuan BPDP sebesar Rp30 juta/ha/pekebun ditambah dengan dana tabungan milik pekebun. Skema kedua, kebutuhan dana pembiayaan dipenuhi dari dua sumber, yakni memanfaatkan dana bantuan BPDP dan kredit usaha rakyat (KUR) dari pekebun.

Sedang, pada skema ketiga, dana pembiayaan diperoleh dari tiga sumber, yakni bantuan BPDP, tabungan pekebun, dan KUR.

Selain kultur teknis dan replanting sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas minyak sawit pada level perkebunan, perbaikan tata kelola pada level PKS dapat juga menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas minyak sawit.

Perbaikan tata kelola pada level PKS dengan cara memisahkan minyak sawit untuk food grade (pangan) dan non-food grade (non-pangan seperti biofuel dan oleokimia). Separasi PKS penting dilakukan untuk mengakomodir berbagai kualitas minyak sawit yang dihasilkan oleh perkebunan rakyat, negara, dan swasta.

www.katakabar.com | Artikel ID: 38264 | Artikel Judul: Kenali Strategi Peningkatan Produktivitas Perkebunan Sawit  Berkelanjutan | Tanggal: Senin, 07 April 2025 - 14:42
Sumber : BPDP

TOPIK TERKAIT

# Kenali# Strategi# Peningkatan# Produktivitas# Perkebunan# Sawit# Berkelanjutan
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Sawit

    Pahami Strategi Peningkatan Produktivitas Perkebunan Sawit  Berkelanjutan

    Minggu, 06 Apr 2025 | 15:20 WIB
  • Nasional

    Port Academy Buka Program IMO 3.25 Peningkatan Kompetensi Maritim

    Minggu, 06 Apr 2025 | 13:43 WIB
  • Lingkungan

    Sejenak Hening Menuju Asa, ASRI Wujudkan Langkah Berkelanjutan di Momentum Earth Hour

    Minggu, 06 Apr 2025 | 07:46 WIB
  • Lingkungan
    Lanjutkan Penghijauan

    WSBP Inspiring Kindness: Piles of Sustainability Tanam Lagi 348 Pohon Trembesi

    Jumat, 04 Apr 2025 | 22:09 WIB
  • Kesehatan

    Sepuluh Penyakit Anjing Umum dan Cara Mencegahnya

    Kamis, 03 Apr 2025 | 09:02 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :