Jakarta, katakabar.com -  Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kembali gelar sosialisasi seleksi calon lembaga penyelenggara program pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit atau SDM PKS untuk tahun 2025.

Di kegiatan dilaksanakan secara hybrid dihadiri lebih dari 150 peserta, meliputi perwakilan lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, asosiasi pekebun, dan pihak-pihak terkait lainnya yang memiliki perhatian pada peningkatan kompetensi SDM di sektor sawit.

Direktur Penyaluran Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Mohammad Alfansyah yang buka acara. Menurutnya, pengembangan SDM menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri kelapa sawit Indonesia.

"Jadi, penguatan SDM melalui pelatihan dan beasiswa menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri ini di tingkat global," ujarnya.

Pada 2024 ini, BPDPKS telah memberikan dampak signifikan melalui program beasiswa yang meluluskan 3.960 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu, telah diberikan pelatihan bagi 6.437 pekebun melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan.

Acara ini menghadirkan dua pemapar utama, Eva Lizarmi dari Direktorat Perlindungan Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) dan Arfie Thahar.

Kepala Divisi Program Pelayanan BPDPKS, Eva Lizarmi menyatakan, pelaksanaan pelatihan pada 2025 mendatang dilaksanakan di 17 propinsi di Indonesia sesuai dengan Rekomendasi Teknis Dirjenbun yang telah disampaikan kepada BPDPKS.

Sedang, untuk program pendidikan ditargetkan 4000 peserta dari seluruh propinsi di Indonesia. Untuk pelaksanaan program Pengembangan ini, BPDPKS ditugaskan untuk menetapkan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Sedangkan

"Bagi peserta program ini baik untuk pelatihan maupun pendidikan proses pengusulan dan seleksinya dilakukan Ditjen Perkebunan," jelasnya.

Nah, sahut Arfie Thahar,  penyampaian proposal oleh lembaga penyelenggara Pengembangan SDM PKS diberikan selama kurang lebih 1 bulan hingga 17 Januari 2025.  

BPDPKS selanjutnya, terang Thahar, melakukan seleksi administrasi dan seleksi substansi yang dilakukan bersama dengan Komite Pengembangan SDM PKS yang dibentuk oleh BPDPKS.

"Kriteria yang menjadi penilaian proposal lembaga pendidikan lebih diutamakan pada  kompetensi tenaga pendidik dan kurikulum kelapa sawit yang dimiliki oleh lembaga pendidikan," tuturnya

Sementara, ucap Thahar, bagi lembaga pelatihan kriteria yang diutamakan adalah kompetensi tenaga pengajar dan sarana prasarana yang dimiliki oleh lembaga pelatihan termasuk kerja sama dengan perusahaan atau industri kelapa sawit untuk  kegiatan praktek lapang.

Melalui sosialisasi ini, BPDPKS berharap semakin banyak jumlah lembaga pendidikan dan pelatihan yang kerja sama. 

Hingga tahun 2024, BPDPKS telah bekerja sama dengan 24 lembaga pendidikan dan 15 lembaga Pelatihan. Dengan semakin meningkatnya target penerima manfaat pengembangan SDM pada tahun 2025 ini, maka kerja sama dengan lembaga pelatihan dan pendidikan menjadi kunci penting agar pelaksanaan pengembangan SDM dapat berjalan sesuai yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengembangan industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing global.