Home / Sawit / Pemuda Sakai Kecam Konflik Antara KSO APN dan Karyawan SIS di Kebun Sawit Sitaan Negara
Pemuda Sakai Kecam Konflik Antara KSO APN dan Karyawan SIS di Kebun Sawit Sitaan Negara
Konflik anggota KSO PT PAB dan karyawaan PT SIS terjadi lagi di lahan sawit sitaan negara. Foto: Sah/katakabar.com.
Bathin Solapan, katakabar.com - Konflik antara anggota KSO PT Palma Agung Bertuah (PAB) versus karyawan PT Sinar Inti Sawit (SIS) terjadi lagi di areal perkebunan sawit sitaan negara di kawasan Duri 13, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (22/12) siang hingga sore.
Konflik tersebut nyaris menghilangkan nyawa seorang warga karena terluka dengan kondisi tangan putus, dan badan ditusuk.
Menyikapi pecahnya konflik, Tokoh Pemuda Suku Bangsa Minoritas Sakai Riau, Andika Putra Kenedi disapa akrab Andika Sakai angkat bicara. "Saya selaku Pemuda Suku Bangsa Minoritas Sakai Riau bahwasanya tragedi yang terjadi Senin (22/12) dari siang hingga sore sungguh sangat menghilangkan marwah dan martabat negara oleh mafia-mafia yang terjadi di PT SIS," ujarnya kepada katakabar.com lewat pesan suara WhatsApp, Senin malam.
Diketahui secara nyata, kata Andika Sakai, bahwasanya perkebunan PT SIS sudah disita oleh negara secara resmi. Di mana aturan sudah jelas bahwasanya setiap perkebunan dalam kawasan hutan telah disita oleh negara.
"Tragedi yang terjadi hari ini adalah antar anggota KSO PT Palma Agung Bertuah dengan karyawan PT SIS yang terjadi siang hingga sore tadi. Maka kami selaku tokoh pemuda dan masyarakat Suku Bangsa Minoritas Sakai Riau kecam dengan perlakuan dan perlawanan oleh pihak PT SIS terhadap negara. Kita berbicara negara dulu, negara saja menyita aset perkebunan PT SIS sanggup mereka lawan apalagi dengan masyarakat yang awam," jelasnya.
Jadi, tegasnya, kami minta kepada penegak hukum baik Kapolda Riau, Kapolres Bengkalis, Kapolsek beserta dengan lembaga-lembaga yang harus ditindak tegas dengan setegas tegasnya.
"Tindak tegas langsung ditangkap para aktor pelaksana, tidak mungkin karyawan perusahaan itu berani melakukan kekerasan apabila tidak ada perintah dari orang-orang tempat mereka bekerja. Kami dari Suku Bangsa Minoritas Sakai Riau jecam dengan apa yang terjadi pada siang ini," pintanya.
Selain itu, tuturnya, kami minta kepada penegak hukum untuk bisa mengusut tegas, kami minta kepada Kejati Riau segera periksa dan audit di mana negara juga merasakan kerugian yg dilakukan oleh PT SIS sampai saat ini melakukan kerugian terhadap orang melukai sehingga ada terjadi korban, tangan putus, dan badannya ditusuk, itu adalah perlawanan keras dari karyawan PT SIS.
"Tentu karyawan PT SIS tidak berani apabila tidak ada arahan dan perintah dari di mana mereka tempat bekerja. Karyawan ini hanya sebagai tameng saja mereka bekerja di sana tentu tanpa perintah tidak mungkin mereka lakukan," terangnya.
Untuk itu, imbuhnya, kami minta kepada penegakan hukum baik itu penegakan hukum tinggi untuk bisa segera melaksanakan pemeriksaan secara sportif kepada pimpinan PT SIS. Kami dari Suku Bangsa Minoritas Sakai Riau jangan ada lagi terjadi keonaran, dan keributan di kampung kami, karena kami rasa pemicu terjadi keributan ini karena tidak terimanya dari pihak pimpinan PT SIS kebun mereka di sita oleh negara.
"Jangankan masyarakat awam negara saja dilawan oleh pimpinan PT SIS," tegasnya lagi.
Kami harap yang terjadi hari ini bisa ditindak tegas oleh pihak kepolisian yang berwajib. Kami sekali lagi menghimbau kepada masyarakat tentunya masyarakat tentunya masyarakat yang ada di Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis jangan sampai harga diri marwah kampung kita diinjak-injak oleh korporasi-korporasi, dan mafia-mafia yang hanya mendapatkan kepentingan keuntungan bagi mereka, mereka saja melawan negara apalagi kita masyarakat awam.
Andika Sakai menambahkan, kami minta kepada Lemnaga Adat Melayu Riau (LAMR) untuk segera memberikan tindakan secara adat kepada pimpinan PT SIS yang telah membuat onar, dan yang telah membuat ribut kami tidak terima kampung kami diacak-acaj oleh korporasi-korporasi yang ada yang sudah disita negara, itu sudah jelas!
"Jangan sampai negara lemah dan rendah di mata para korporasi yang mafia," tandasnya.








Komentar Via Facebook :