Makassar, katakabar.com - Polisi ultimatum terhadap pelaku penyerangan sekretariat mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan, yang sebabkan seorang Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) putus tangannya untuk segera serahkan diri.

Itu ditegaskan Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana saat silaturahim bersama jurnalis di Warkop Gundah, Jalan Gunung Nona, pada Rabu (1/12) kemarin.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIV/Hasanuddin, Letkol Inf Rio Purwantoro, Dandim 1408/Mks, Kolonel Dwi Irbaya Sandra dan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir.

"Kami meminta para pelaku penyerangan Sekretariat Mahasiswa UIM, Asrama Mahasiswa Luwu dan Asrama Mahasiswa Bone untuk segera seerahkan diri," tegasnya.

Polisi telah mengantongi ciri-ciri maupun identitas pelaku, dan dalam waktu dekat bakal melakukan tindakan hukum, bila ultimatum kami tidak diindahkan pelaku penyerangan.

"Identitas dan ciri-ciri pelaku penyerangan sekretariat dan asrama mahasiswa telah kami kantongi. Jika ultimatum dari kepolisian tidak diindahkan, kami bakal melakukan tindakan tegas," jelas Kombes Pol Witnu.

Diketahui, penyerangan yang menimpa Sekretariat BEM di Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM), pada Jumat (26/11) sekitar pukul 21.00 WITA.

"Aksi tersebut sebabkan Ketua BEM Fakultas Pertanian UIM berinisial A mengalami luka serius."

Selain insiden di kampus UIM, penyerangan menimpa dua asrama mahasiswa di Jalan Sungai Limboto, Makassar, pada Minggu (28/11) dini hari, yakni masing-masing pukul 02.00 WITA dan pukul 05.00 WITA.

Asrama ini diketahui dimiliki dua organda berbeda, serta lokasinya pun hanya berbeda lorong. Dalam dua insiden itu, satu orang korban dilaporkan mengalami putus tangan.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana mengimbau agar pihak kampus meninjau ulang keberadaan sekretariat kedaerahan atau lazim disebut Organda di Kampus, kalau diluar kampus boleh-boleh saja.

"Kami imbau pada pihak kampus agar meninjau ulang keberadaan sekretariat Organda di Kampus, kalau diluar kampus boleh saja," tegasnya lagi.