Home / Riau / Seluruh ABK Selamat, KLM Prima Setia Karam di Selat Bengkalis Diterjang Cuaca Eksrem
Seluruh ABK Selamat, KLM Prima Setia Karam di Selat Bengkalis Diterjang Cuaca Eksrem
KLM Prima Setia Karam di Selat Bengkalis. Foto: Nur/katakabar.com.
Bengkalis, katakabar.com - Kapal Layar Motor (KLM) Prima Setia GT 170 yang melayani rute Tanjung Balai Asahan–Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, mengalami kecelakaan laut setelah diterjang cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Selat Bengkalis, Provinsi Riau, Jumat (23/1) dini hari.
Kapal bermuatan sembako tersebut sempat kandas sebelum akhirnya karam di sekitar perairan Desa Tenggayun–Pantai Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.
Beruntung, seluruh anak buah kapal (ABK) berjumlah tujuh orang berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Diduga, cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang besar menjadi penyebab utama kapal tidak mampu melanjutkan pelayaran hingga akhirnya mengalami kecelakaan.
Akibat insiden itu, sebagian muatan kapal berupa sembako dan barang kebutuhan pokok hanyut dan terdampar di pesisir pantai.
Barang-barang tersebut kemudian diamankan warga setempat sambil menunggu proses pendataan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Kabag Ops SAR Bengkalis, Johan, membenarkan kejadian tersebut. Ia
menyampaikan tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI Angkatan Laut, Basarnas, Kepolisian, serta nelayan sekitar telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi, pengamanan, dan pemantauan situasi.
“Saat ini seluruh ABK dalam kondisi selamat. Proses evakuasi dan pengamanan telah dilakukan,” jelas Johan.
Sementara, bangkai kapal KLM Prima Setia masih berada di perairan sekitar Pantai Sepahat dengan kondisi rusak berat. Pihak terkait masih melakukan koordinasi dengan pemilik kapal guna menentukan langkah penanganan selanjutnya, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan terhadap jalur pelayaran di Selat Bengkalis.
Hingga kini, otoritas setempat juga mengimbau para nelayan dan pengguna jasa laut untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca di wilayah perairan Riau masih berpotensi berubah ekstrem.








Komentar Via Facebook :