Inhu, katakabar.com – Proses pematangan lahan (land clearing) di wilayah Hak Guna Usaha (HGU) PT Sinar Belilas Perkasa (SBP) berjalan aman. Forum Tiga Desa dan Satu Kelurahan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, terus siap siaga di lokasi.
"Alhamdulillah delapan hari ini kita berhasil mengawal proses pematangan lahan di HGU PT SBP dengan lancar dan aman," ujar Ketua Forum Tiga Desa dan Satu Kelurahan, Zaudi Alamsyah saat ditemui katakabar.com di lokasi, Jumat (17/7).
Menurut Zaudi kegiatan yang dilakukannya dan ratusan warga lainnya mungkin pertama kali terjadi di Riau, ada perusahaan didukung penuh oleh masyarakat.
"Mungkin di Indonesia juga baru kali ini sebuah perusahaan benar-benar didukung oleh masyarakat tempatan. Ini merupakan bagian wujud kepedulian masyarakat dalam menjaga investor yang sudah banyak menyerap tenaga kerja dari masyarakat lokal," katanya.
Kendati begitu, Zaudi tidak menampik sempat terjadi gangguan ringan sekitar pukul 12.00 WIB karena ulah sekelompok orang yang tiba-tiba datang ke lokasi.
"Ada pihak-pihak luar yang mengaku bahwa lahan yang sedang dikerjakan perusahaan diklaim merupakan tanah mereka. Untungnya pihak kepolisian cepat meredam gesekan kecil tersebut. Mereka yang datang sekitar 20 orang," jelasnya.
Zaudi menduga kelompok tersebut bukanlah warga asli setempat. Kuat dugaan mereka ditunggai oleh segelintir pihak yang ingin memanaskan situasi. Oleh karena itu, pihak forum meminta aparat melakukan pengecekan identitas secara menyeluruh.
"Kita apresiasi kepolisian karena telah meredam situasi yang tidak elok tersebut. Kita yakini pihak yang mengaku warga tempatan itu sebenarnya bukan warga asli sini, sebab itu kita menyarankan agar kepolisian melakukan pengecekan identitas serta latar belakang mereka," ujarnya.
Masyarakat pun berkomitmen terus mengawal pelaksanaan putusan Kementerian ATR/BPN sekaligus menjaga keamanan agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk memicu kerusuhan di wilayah PT SBP.
Sempat Diusik Sekelompok Orang, Pematangan Lahan PT SBP di Inhu Kembali Kondusif, Warga Tetap Kawal
Diskusi pembaca untuk berita ini