Home / Riau / Walkot Dumai Bersama Kajari Teken MoU, H Paisal: Siap Dukung 'Jaga Zapin'
Walkot Dumai Bersama Kajari Teken MoU, H Paisal: Siap Dukung 'Jaga Zapin'
Foto Istimewa/katakabar.com.
Pekanbaru, katakabar.com - Wali Kota Dumai H. Paisal, SKM, MARS bersama Kepala Kejaksaan Negeri Kota Dumai teken MoU bersama Kepala Daerah serta Kepala Kejari Kabupaten dan Kota disaksikan Gubernur Provinsi Riau, Kepala Kejati Riau dan lainnya, di Pekanbaru, pada Senin (11/9) kemari.
"Pemerintah Kota Dumai siap mendukung program 'Jaga Zapin' yang ditaja Kejati Riau. Kota Dumai memiliki lahan perkebunan kelapa sawit lumayan luas yang dikelola masyarakat. Sisi lain, Kota Dumai punya pelabuhan Crude Palm Oil (CPO) terbesar di Indonesia dan kawasan industri pengolahan kelapa sawit yang tersebar di Kota Dumai," kata H Paisal dilansir dari laman webiste resmi Pemko Dumai, pada Selasa (12/9).
Ditegaskanya, kita siap memberikan yang terbaik terutama kepada para pekerja maupun pemilik kebun sawit di Kota Dumai. Kita siap berkolaborasi dengan seluruh unsur lembaga, stakeholder, organisasi dan para petani ataupun pekebun guna sukseskan program 'Jaga Zapin'.
Pemerintah Kota Dumai tambah H Paisal, selalu terbuka untuk berdiskusi serta bekerja sama pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Kota Dumai.
Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Riau, Supardi mengatakan, ada empat masalah utama sawit di Provinsi Riau, meliputi masalah agraria, status kepemilikan lahan, kelembagaan petani atau pekebun yang masih lemah dan praktik monopoli ataupun oligopoli harga yang merugikan 597 Ribu Kepala Keluarga (KK) di Provinsi Riau yang menjadi dasar program 'Jaga Zapin'.
"Provinsi Riau sebagai penghasil dan pengelolaan sawit terbesar di Indonesia harus benar-benar memberikan kesejahteraan yang baik bagi masyarakat yang berkecimpung dalam bidang pengelolaan perkebunan kelapa sawit," jelasnya
Untuk itu, kita berharap kepala daerah yang hadir bisa ikut serta m
Sukseskan program 'Jaga Zapin' di daerahnya masing-masing, kata Supardi.
Gubernur Provinsi Riau, H. Syamsuar, M.Si jabarkan tentang gambaran pengelolaan dan pertumbuhan ekonomi yang berasal dari kelapa sawit di Provinsi Riau.
"Total 4 juta hektar kebun kelapa sawit di Provinsi Riau menjadi yang terbesar diantara Provinsi lainnya di Indonesia," bebernya.
Diketahui, 'Jaga Zapin' sendiri salah satu program yang diinisiasi Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau sebagai upaya mengatasi permasalahan sektor sawit di Provinsi Riau dalam berbagai aspek. Mengingat, sawit salah satu penggerak ekonomi yang besar bagi masyarakat di Provinsi Riau.
Langkah awal 'Jaga Zapin' dilaksanakan memantau harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di pabrik-pabrik kelapa sawit di seluruh Provinsi Riau.
Di kegiatan ini Wakajati Provinsi Riau, Hendrizal Husin, Pejabat Utama Kejati Riau, Ketua Santri Tani NU, T. Rusli Ahmad, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zulfadli, narasumber Kegiatan, Kepala Dinas Kabupaten dan Kota se Provinsi Riau, dan lainnya turut di sana.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
MTQ ke 48 Tingkat Kabupaten Bengkalis
Kecamatan Mandau Raih Terbaik 1 Pawai Ta’aruf dan Stand Bazar








Komentar Via Facebook :