Samarinda, katakabar.com - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni menyeru para investor untuk lebih berperan aktif hilirisasi industri kelapa sawit di daerahnya.
Menurutnya, hilirisasi sawit langkah strategis menuju transformasi ekonomi yang berkelanjutan.
“Jika kita berbicara tentang hilirisasi, kita bicara tentang transformasi ekonomi,” kata Sri lewat keterangan resmi Diskominfo Kaltim, Senin kemarin, dilansir dari laman EMG, Selasa (5/11).
Selain hilirisasi, kata Sri, investasi hijau menjadi prioritas. Upaya ini harus diiringi dengan peningkatan sumber daya manusia atau SDM yang mendukung tercapainya keberhasilan investasi hijau tersebut.
Meski Kalimantan Timur telah memiliki kebijakan dasar untuk investasi ini, ujar Sru, penguatan kebijakan tetap dibutuhkan agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar dan mendukung pertumbuhan industri lokal.
“Meski kita sudah punya kebijakan, penguatan kebijakan tetap perlu dilakukan. Melalui policy brief, kami mendapatkan masukan terkait penguatan kebijakan, seperti apa rantai pasok kelapa sawit yang ideal,” jelasnya.
Penguatan kebijakan di sektor kelapa sawit, lanjut Sri, dapat difokuskan pada rantai pasok yang efektif dan berkelanjutan. Saat ini, Kalimantan Timur telah memiliki forum perkebunan sawit dan forum konsultasi daerah sebagai wadah diskusi strategis.
Makanya, harap Sri, asosiasi perkebunan sawit di bawah Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dapat terus bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatasi tantangan dan mendorong pembangunan hilirisasi yang berkelanjutan.
“Kami berharap Gapki dapat duduk bersama untuk membahas persoalan-persoalan yang ada. Kita perlu mendorong mereka agar hilirisasi perkebunan kelapa sawit dapat terlaksana dengan baik,” tegasnya.
Begitu pun para pemangku kepentingan lainnya, tambah Sri, dapat bekerja sama untuk mengatasi berbagai persoalan, seperti memastikan suplai bahan baku untuk hilirisasi produk kelapa sawit.
Halo Para Investor Mari Tingkatkan Hilirisasi Sawit di Kalimantan Timur
Diskusi pembaca untuk berita ini