https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Internasional / Harga Emas Berpeluang Menguat, Analis Dupoin Futures Proyeksikan XAU/USD Tembus 5.245

Harga Emas Berpeluang Menguat, Analis Dupoin Futures Proyeksikan XAU/USD Tembus 5.245


Rabu, 11 Maret 2026 | 09:07 WIB  

Editor : Sahdan
Harga Emas Berpeluang Menguat, Analis Dupoin Futures Proyeksikan XAU/USD Tembus 5.245

Foto: Ilustrasi/katakabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 44275 | Artikel Judul: Harga Emas Berpeluang Menguat, Analis Dupoin Futures Proyeksikan XAU/USD Tembus 5.245 | Tanggal: Rabu, 11 Maret 2026 - 09:07

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan Selasa (10/3) diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah.

Menurut analisis pasar dari Dupoin Futures, Andy Nugraha, tren harga emas atau XAU/USD saat ini masih menunjukkan kecenderungan bullish meskipun sempat mengalami tekanan pada awal pekan.

Pada awal perdagangan pekan ini, harga emas sempat mengalami pelemahan dan berada lebih dari 1,50 persen di bawah harga pembukaan. Tekanan tersebut muncul setelah lonjakan tajam harga minyak mentah dunia akibat gangguan distribusi energi di Selat Hormuz. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat melonjak lebih dari 30 persen dan mendekati level USD113 per barel.

"Kondisi ini memicu volatilitas di pasar komoditas global, termasuk logam mulia. Meski demikian, emas masih mampu bertahan dan diperdagangkan di sekitar level USD5.090 per troy ounce," ujar Andy.

Dari sisi analisis teknikal, terang Andy, pergerakan harga emas masih menunjukkan sinyal penguatan. Kombinasi pola candlestick yang terbentuk bersama indikator Moving Average pada timeframe H1 mengindikasikan bahwa tren bullish masih cukup kuat dan berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.

"Struktur pergerakan harga saat ini mencerminkan bahwa tekanan beli masih mendominasi pasar, meskipun pelaku pasar tetap mewaspadai fluktuasi yang dipicu oleh perkembangan situasi global," imbuhnya.

Dalam proyeksi pergerakan Selasa (10/3), Dupoin Futures memperkirakan jika momentum penguatan tetap terjaga, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji area resistance di sekitar level USD5.245. Level ini menjadi target kenaikan terdekat yang berpotensi dicapai apabila minat beli investor terus meningkat. Jika harga gagal mempertahankan momentum bullish dan mengalami koreksi, maka potensi penurunan diperkirakan akan mengarah ke area support terdekat di sekitar level USD5.126.

Dari sisi fundamental, pergerakan harga emas masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global, khususnya konflik yang terjadi di Timur Tengah. Pada sesi perdagangan Asia, harga emas tercatat bergerak naik tipis dan diperdagangkan di kisaran USD5.140. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap aset safe-haven masih relatif kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah dilaporkan masih berlangsung dan telah memasuki hari ke 11. Beberapa serangan militer dilaporkan terjadi di wilayah Iran tengah serta Beirut. Di sisi lain, Selat Hormuz yang merupakan jalur penting distribusi minyak dunia masih dilaporkan tertutup secara efektif. Jalur ini diketahui menjadi rute pengiriman sekitar seperlima pasokan minyak global sehingga setiap gangguan pada wilayah tersebut berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap stabilitas pasar energi dunia.

Penutupan jalur strategis tersebut juga memaksa sejumlah negara produsen minyak utama di kawasan Teluk Persia, termasuk Arab Saudi, untuk menyesuaikan produksi mereka.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan energi global yang lebih luas. Ketidakpastian tersebut mendorong investor untuk mencari instrumen lindung nilai, di mana emas menjadi salah satu aset yang paling banyak diburu saat kondisi pasar sedang tidak stabil.

Meski demikian, kenaikan harga emas juga menghadapi tantangan dari penguatan dolar Amerika Serikat. Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran akan peningkatan inflasi di AS yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve. Jika inflasi terus meningkat, bank sentral AS berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Suku bunga yang tinggi biasanya menjadi faktor yang kurang menguntungkan bagi emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi lainnya. Dalam kondisi suku bunga tinggi, investor cenderung beralih ke aset yang memberikan return lebih besar.

Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama lainnya tercatat naik sekitar 0,26 persen ke level 99,11. Penguatan ini membawa dolar ke level tertinggi dalam hampir tiga bulan terakhir dan menjadi salah satu faktor yang berpotensi menahan laju kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga tengah menanti rilis data inflasi Amerika Serikat melalui laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk periode Februari yang dijadwalkan akan dirilis pada Rabu mendatang. Data tersebut diperkirakan menunjukkan inflasi tahunan sebesar 2,4 persen, sementara inflasi inti diproyeksikan berada di kisaran 2,5 persen.

Jika angka inflasi yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar, hal tersebut berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus menekan harga komoditas yang diperdagangkan menggunakan mata uang tersebut, termasuk emas.

Dengan mempertimbangkan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang ada saat ini, Dupoin Futures menilai harga emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek. Namun demikian, volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi seiring perkembangan situasi geopolitik global serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat dalam beberapa waktu mendatang.

www.katakabar.com | Artikel ID: 44275 | Artikel Judul: Harga Emas Berpeluang Menguat, Analis Dupoin Futures Proyeksikan XAU/USD Tembus 5.245 | Tanggal: Rabu, 11 Maret 2026 - 09:07

TOPIK TERKAIT

# Harga# Emas# Berpeluang# Menguat# Analisis# Dupoin Futures
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Nasional

    Deklarasikan Perang Industri Personal TA: BF Perkenalkan Standar Emas Elite 1 Persen Coaches

    Senin, 09 Mar 2026 | 15:10 WIB
  • Internasional

    Harga Emas Rentan Turun Pasar Tunggu Data Inflasi AS

    Senin, 09 Mar 2026 | 11:58 WIB
  • Sawit

    Harga TBS Sawit Naik Sentuh Angka Rp2.860 Per Kg di Aceh Jaya

    Minggu, 08 Mar 2026 | 20:23 WIB
  • Internasional

    Prospek Emas Pekan Depan Masih Positif, Berpotensi Dekati Level $5.400

    Sabtu, 07 Mar 2026 | 16:09 WIB
  • Ekonomi

    Ramadhan 2026: Peluang Trading di KVB Berhadiah Emas

    Jumat, 06 Mar 2026 | 18:10 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :