https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Sumut / Istana Tak Siap Dikritik? BEM USU Tegaskan Pers Tak Bisa Diatur Kekuasaan

Istana Tak Siap Dikritik? BEM USU Tegaskan Pers Tak Bisa Diatur Kekuasaan


Senin, 29 September 2025 | 12:02 WIB  

Editor : Dedi
Istana Tak Siap Dikritik? BEM USU Tegaskan Pers Tak Bisa Diatur Kekuasaan

BEM USU

www.katakabar.com | Artikel ID: 41341 | Artikel Judul: Istana Tak Siap Dikritik? BEM USU Tegaskan Pers Tak Bisa Diatur Kekuasaan | Tanggal: Senin, 29 September 2025 - 12:02

Medan, katakabar.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) menyampaikan keprihatinan mendalam atas pencabutan kartu identitas liputan Istana milik reporter CNN Indonesia oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden. Insiden ini dinilai mencederai prinsip dasar demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia.

Kepala Staf BEM USU, Arya LM Sinurat, menegaskan tindakan tersebut diduga dipicu pertanyaan kritis jurnalis terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk intimidasi terhadap jurnalis sekaligus penghalangan kerja-kerja jurnalistik.

www.katakabar.com | Artikel ID: 41341 | Artikel Judul: Istana Tak Siap Dikritik? BEM USU Tegaskan Pers Tak Bisa Diatur Kekuasaan | Tanggal: Senin, 29 September 2025 - 12:02

“Apa yang dilakukan Biro Pers Istana sangat bertentangan dengan semangat demokrasi dan keterbukaan informasi publik. Jurnalis tidak bisa dibatasi aturan politis mengenai apa yang boleh atau tidak boleh ditanyakan. Jika pertanyaan tentang program pemerintah saja dianggap melanggar batas, lalu bagaimana rakyat bisa mengawasi jalannya pemerintahan?” tegas Arya.

Ia menambahkan, jurnalis memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, mengontrol kekuasaan, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Membungkam pertanyaan kritis, kata Arya, sama saja merusak mekanisme kontrol sosial yang sah.

BEM USU juga menyoroti bahwa program MBG tengah disorot publik setelah muncul sejumlah kasus keracunan. Pertanyaan reporter CNN Indonesia justru mencerminkan kepedulian publik terhadap kualitas dan pelaksanaan program tersebut.

“Alih-alih merespons dengan terbuka, Biro Pers malah bereaksi dengan mencabut kartu liputan. Ini bukan hanya tindakan represif, tapi juga menunjukkan kegagapan dalam menghadapi kritik. Seharusnya Istana menjadi ruang terbuka terhadap suara publik, bukan dibatasi demi kepentingan pencitraan semata,” sambungnya.

BEM USU mendesak agar:

Biro Pers Sekretariat Presiden segera mengembalikan hak liputan reporter CNN Indonesia dan meminta maaf secara terbuka.

Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen terhadap kebebasan pers dengan menjamin tidak adanya intervensi terhadap jurnalis di lingkungan Istana.

Komnas HAM dan Dewan Pers menyelidiki dugaan pelanggaran kebebasan pers dalam insiden ini.

Sebagai representasi generasi muda, BEM USU menegaskan bahwa demokrasi hanya bisa tumbuh jika kebebasan pers dijunjung tinggi, bukan dibungkam. Mahasiswa, pers, dan masyarakat sipil harus berdiri bersama melawan segala bentuk represi terhadap kebebasan berpendapat.

“Kami, mahasiswa Universitas Sumatera Utara, tidak akan diam saat suara kebenaran dibungkam. Hari ini satu jurnalis, besok bisa siapa saja. Ini bukan hanya soal media, ini soal demokrasi yang sedang kita jaga bersama,” pungkas Arya.


TOPIK TERKAIT

# Wartawan# Pers# Istana Presiden# MBG
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Sumut

    Polres Asahan Tangkap Pelaku Persetubuhan Anak di Bunut Seberang

    Minggu, 28 Sep 2025 | 13:44 WIB
  • Nusantara

    KS Produksi Food Tray dari Bahan Minyak Nabati Dukung Program MBG

    Sabtu, 27 Sep 2025 | 17:32 WIB
  • Sumut

    Ombudsman RI Wujudkan Desa Anti Maladministrasi di Langkat, Syah Afandin : Pemkab siap berkolaborasi

    Kamis, 25 Sep 2025 | 20:46 WIB
  • Hukrim

    'Tot Tot Wuk Wuk' Viral! Polres Bengkalis Gercep Instruksikan Personel Tak Gunakan Sirene dan Rotator

    Selasa, 23 Sep 2025 | 20:00 WIB
  • Riau

    Silaturahmi dengan Wartawan, Kasatlantas Polres Bengkalis: Wartawan Mitra Strategis Polri

    Jumat, 19 Sep 2025 | 18:14 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :