Home / Sawit / Mentan RI Datang, Dharmasraya Kurangi Ketergantungan pada Sawit Genjot Perkebunan Kopi
Mentan RI Datang, Dharmasraya Kurangi Ketergantungan pada Sawit Genjot Perkebunan Kopi
Foto: Istimewa/katakabar.com.
Padang, katalabar.com - Menteri Pertanian atau Mentan RI, Andi Amran Sulaiman, sambangi Padang beberapa hari lalu, benar-benar mendatangkan efek positif ke berbagai provinsi sentra perkebunan di Provinsi Sumatera Barat.
Di antara yang merasakan efek positif tersebut, yakni Kabupaten Dharmasraya telah mendapatkan persetujuan dari Mentan RI untuk permohonan pengembangan perkebunan kopi seluas 2.000 hektare.
“Persetujuan yang diberikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjadi angin segar bagi pengembangan komoditas pertanian di Ranah Cati Nan Tigo kita ini,” ucap Bupati Kabupaten Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, dilansir dari laman Mediaperkebunan.id, Selasa (23/9) siang.
Kata Annisa Suci Ramadhani, proyek pengembangan perkebunan kopi di Dharmasraya direncanakan mulai berjalan pada Januari 2026, dengan target dapat terus berkembang hingga mencapai total luas lahan 6.000 hektare
Langkah ini, ulas Annisa Suci Ramadhani, diambil Pemkab Dharmasraya sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas, khususnya perkebunan kelapa sawit.
“Pemerintah daerah menilai pentingnya memiliki alternatif seperti kopi agar tetap memiliki sumber ekonomi saat harga atau produksi sawit mengalami penurunan,” terangnya.
Diversifikasi industri hulu perkebunan ini, sebutnya, diharapkan bisa memerkuat ketahanan ekonomi masyarakat di sekitar perkebunan kopi setempat.
"Kopi yang akan ditanam ini dapat dibudidayakan secara tumpang sari dengan tanaman lain, termasuk di dalam kebun sawit yang baru ditanam.
Hal ini dinilai sebagai solusi efisien dalam pemanfaatan lahan, sekaligus memberikan hasil yang lebih optimal bagi petani. Selain sawit, kopi juga bisa ditanam bersamaan dengan berbagai jenis tanaman perkebunan lainnya," bebernya.
“Selain kopi, potensi pertanian lainnya di Dharmasraya juga dibahas saat kunjungan kerja Menteri Pertanian di Sumbar, di antaranya program cetak sawah baru dan pengembangan jagung,” ulasnya.
“Optimalisasi lahan tidur yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Seluruh inisiatif ini ditujukan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional,” tegasnya.








Komentar Via Facebook :