https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Lifestyle / Perjalanan Panjang Gadis Sumatera Bawa Inovasi Masa Depan Desa Wisata

Perjalanan Panjang Gadis Sumatera Bawa Inovasi Masa Depan Desa Wisata


Selasa, 24 Desember 2024 | 10:20 WIB  

Editor : Sahdan
Perjalanan Panjang Gadis Sumatera Bawa Inovasi Masa Depan Desa Wisata

Foto Ilustrasi Net/katakabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 36816 | Artikel Judul: Perjalanan Panjang Gadis Sumatera Bawa Inovasi Masa Depan Desa Wisata | Tanggal: Selasa, 24 Desember 2024 - 10:20

Surabaya, katakabar.com - Suci Amalia Ramadani, mahasiswa semester 5 dari STIE Bina Karya, bersama tim "The Innovators," berhasil menciptakan aplikasi berbasis gamifikasi untuk meningkatkan partisipasi pemuda Desa Leuwimalang.

Perjalanan dari Sumatera ke Jakarta ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tapi pengalaman bermakna yang mengajarkan kolaborasi lintas budaya dan semangat pantang menyerah, seperti diungkapkan Isaac Munandar, CEO Maxy Academy, yang terinspirasi oleh dedikasi dan keberanian mereka.

"Dimana ada kemauan, di situ ada jalan", peribahasa ini seolah menjadi cerminan dari perjalanan luar biasa Suci Amalia Ramadani, mahasiswa semester 5 dari STIE Bina Karya.

Bersama timnya, Ia dikenal sebagai "The Innovators," mereka berhasil menciptakan aplikasi inovatif berbasis gamifikasi untuk meningkatkan partisipasi pemuda Desa Leuwimalang dalam kegiatan desa.

Perjalanan ini tidak hanya menjadi sebuah pengalaman kompetisi, tetapi juga pelajaran hidup yang penuh dengan tantangan dan inspirasi.

Perjalanan Penuh Makna

Suci dan rekan-rekannya merancang produk bernama "Teman Desa" sebuah aplikasi yang bertujuan untuk menghubungkan pemuda desa dengan berbagai kegiatan lokal yang relevan dan bermanfaat.

Ide awal mereka mencakup berbagai aspek, seperti event, paket wisata, blog, mitra petani, dan kegiatan volunteering. Namun, seiring berjalannya waktu dan proses evaluasi, ide ini difokuskan pada pengembangan fitur event berbasis gamifikasi untuk memaksimalkan manfaat bagi masyarakat desa.

Aplikasi ini tidak hanya dirancang sebagai alat digital biasa, tapi sebagai solusi kreatif yang membawa dampak nyata. Pengguna dapat memperoleh poin dan penghargaan sebagai motivasi untuk aktif dalam kegiatan desa, seperti gotong-royong, pelatihan keterampilan, hingga lomba kreatif.

Terus, "Teman Desa" menawarkan fitur kalender acara dan ruang diskusi online untuk mempermudah koordinasi antar pemuda desa.

"Kami ingin aplikasi ini tidak hanya permudah koordinasi, tapi membuat kegiatan desa lebih menarik bagi anak muda," jelas Suci dengan penuh antusiasme.

Proses pengembangan ini tidak datang tanpa tantangan. "The Innovators" melakukan observasi langsung ke Desa Leuwimalang untuk memahami permasalahan masyarakat dari dekat. Mereka mengunjungi UMKM setempat, berbincang dengan pengurus desa, dan mencoba merasakan kehidupan lokal.

Dari hasil observasi mendalam ini, mereka mendapatkan wawasan tentang kebutuhan desa yang sebenarnya dan bagaimana teknologi dapat menjadi jembatan untuk memberdayakan generasi muda di sana.

Kerja Tim dan Tekad Kuat

Perjalanan Suci menuju hackathon ini penuh dengan tantangan. Bagi Suci, keberangkatan ke Jakarta sendiri sudah menjadi pengalaman besar. Ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru yang jauh berbeda dari kampung halamannya di Sumatera.

“Aku sempat merasa takut waktu tiba di Jakarta sendiri. Banyak hal baru yang aku temui, tapi untungnya tim dari Maxy Academy sangat membantu,” kenangnya dengan senyum kecil.

Selama proses kompetisi, "The Innovators" menghadapi tekanan waktu yang sangat ketat. Dengan hanya tiga hari untuk menyelesaikan prototipe, setiap anggota tim memainkan peran penting.

"Aku fokus di pembuatan wireframe dan desain UI, sementara teman-teman lain membantu copywriting dan persiapan presentasi. Meskipun capek, aku merasa bangga bisa menyelesaikannya bersama," ulas Suci.

Keputusan tim untuk memfokuskan aplikasi pada fitur event berbasis gamifikasi menjadi salah satu langkah strategis yang mengubah arah perjalanan mereka.

"Kami ingin aplikasi ini lebih personal dan menarik untuk anak muda, makanya kami tambahkan elemen gamifikasi. Harapannya, mereka termotivasi untuk ikut kegiatan desa dan membantu pembangunan komunitas," harap Suci.

Tapi, jalan menuju keberhasilan tidak selalu mulus. Diskusi panjang dan debat sering terjadi, terutama ketika harus memutuskan prioritas fitur.

"Awalnya kami punya banyak ide, mulai dari paket wisata hingga blog desa. Tapi karena waktu terbatas, kami harus memprioritaskan. Diskusi ini justru memperkuat kekompakan tim," tuturnya.

Pengalaman Berharga Tak Terlupakan

Hackathon ini memberikan lebih dari sekadar pengalaman kompetisi bagi Suci. Ia mendapatkan pelajaran berharga tentang pentingnya kerja sama tim, komunikasi yang efektif, dan manajemen waktu.

“Aku belajar bagaimana cara menyampaikan ide dengan jelas dan bekerja dalam tim meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda. Semua ini membuat aku jadi lebih percaya diri,” terangnya dengan rasa syukur.

Selain itu, sambungnya, interaksi dengan peserta lain di hackathon membuka wawasan baru tentang inovasi teknologi. "Bertemu dengan orang-orang hebat dari berbagai daerah memberikan inspirasi tersendiri. Aku jadi tahu bahwa banyak sekali cara kreatif untuk menyelesaikan masalah.

Salah satu momen paling berkesan bagi Suci adalah saat harus mempresentasikan ide timnya di depan panel juri yang terdiri dari para ahli teknologi dan pengembangan komunitas.

“Aku sempat grogi, tapi dukungan dari teman-teman membuatku yakin. Prototipe yang kami buat berhasil berfungsi dengan baik, dan itu memberikan rasa lega yang luar biasa,” sebutnya.

Pengalaman ini tidak hanya mengasah keterampilan teknisnya, tapi membangun kepercayaan dirinya untuk menghadapi tantangan lebih besar di masa depan.

Harapan Masa Depan

Suci berharap aplikasi yang telah mereka kembangkan tidak hanya menjadi prototipe, tetapi juga dapat diimplementasikan di Desa Leuwimalang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Ia percaya bahwa "Desa Muda" memiliki potensi besar untuk menginspirasi desa-desa lain di Indonesia dalam mengadopsi teknologi sebagai alat pemberdayaan.

“Aku ingin apa yang kami buat ini benar-benar membantu desa dan menjadi inspirasi bagi daerah lain,” imbubnya dengan penuh semangat.

Tidak lupa, Suci menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Maxy Academy dan semua pihak yang telah mendukungnya selama perjalanan ini. Dukungan yang diberikan telah menjadi katalis penting dalam perjalanan mereka menuju final Impact National Hackathon 2024, sebuah kompetisi yang tidak hanya menantang kreativitas, tapi membangun karakter yang tangguh dan berdaya juang tinggi.

Isaac Munandar, CEO dan Co-Founder Maxy Academy mengutarakan, kekagumannya terhadap dedikasi Suci yang berasal dari Sumatera untuk mengikuti kegiatan ini di Jakarta.

“Melihat keberanian Suci meninggalkan kenyamanan lingkungan asalnya untuk berkompetisi di ibu kota sungguh menginspirasi. Perjalanannya menunjukkan semangat dan kerja keras bisa mengalahkan segala keterbatasan geografis,” timpalnya.

Menurut Isaac, pengalaman ini memberikan perspektif baru bagi Suci dan timnya tentang pentingnya kolaborasi lintas budaya dan lokasi.

Kontak: Sepriandi, Alferli Maxy Academy +628111025854

www.katakabar.com | Artikel ID: 36816 | Artikel Judul: Perjalanan Panjang Gadis Sumatera Bawa Inovasi Masa Depan Desa Wisata | Tanggal: Selasa, 24 Desember 2024 - 10:20

TOPIK TERKAIT

# Perjalanan# Gadis# Sumatera# Bawa# Inovasi# Masa Depan# .Panjang# Desa Wisata
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Ekonomi

    Daftar Negara Menjadikan Bitcoin sebagai Aset Cadangan Masa Depan

    Sabtu, 21 Des 2024 | 10:48 WIB
  • Sawit

    Sosialisasi, Pemkab Labura Siap Jalankan RAD KSB

    Jumat, 20 Des 2024 | 21:05 WIB
  • Ekonomi

    Industrial Festival 2024: Inspirasi Generasi Muda Menuju Masa Depan Industri Digital

    Jumat, 13 Des 2024 | 09:16 WIB
  • Politik

    Kantongi Bukit Kuat, Timses 03 Bakal Laporkan KPU-Bawaslu Siak

    Kamis, 05 Des 2024 | 20:07 WIB
  • Riau

    Bersama Kapolres Tim Supervisi Polda Riau Cek Kantor KPU, Bawaslu dan Gudang Logistik

    Minggu, 01 Des 2024 | 14:44 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :