https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Sawit / Pijakkan Kaki di Pelalawan, Menteri LH Lihat Penerapan Teknologi Methane Capture di PKS

Pijakkan Kaki di Pelalawan, Menteri LH Lihat Penerapan Teknologi Methane Capture di PKS


Minggu, 24 November 2024 | 20:12 WIB  

Penulis : Supriadi
Editor : Sahdan
Pijakkan Kaki di Pelalawan, Menteri LH Lihat Penerapan Teknologi Methane Capture di PKS

Foto Istimewa/katakabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 36393 | Artikel Judul: Pijakkan Kaki di Pelalawan, Menteri LH Lihat Penerapan Teknologi Methane Capture di PKS | Tanggal: Minggu, 24 November 2024 - 20:12

Pangkalan Kerinci, katakabar.com - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol, didampingi Penjabat Bupati Pelalawan, Jhon Armedi Pinem, pijakkan kaki di 'Negeri Seiya Sekata' nama lain dari Kabupaten Pelalawan, Sabtu (23/11).

Di sana Pak Menteri LH bertandang ke PT Musim Mas di Kabupaten Pelalawan, Riau, terkait penyusunan peta jalan atau roadmap pengurangan emisi gas rumah kaca atau GRK.

Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau penerapan teknologi penangkap gas metana (methane capture) di pabrik kelapa sawit milik PT Musim Mas.

Kedatangan Hanif Faisol dan jajaran Kementerian Lingkungan Hidup atau KemenLH disambut Direktur Utama PT Musim Mas, Gunawan Siregar.

"Kami sedang menyusun roadmap pengurangan emisi GRK, khususnya dari metana yang dihasilkan industri kelapa sawit. Di sini, kami melihat praktik pengelolaan limbah cair yang baik dan ketat, termasuk pemanfaatan metana menjadi bahan bakar untuk pembangkit listrik," ulas Hanif Faisol lewat keterangan resmi, dilansir dari laman EMG, Ahad (24/11). 

Menurutnya, potensi emisi metana dari industri kelapa sawit Indonesia cukup signifikan. Berdasarkan kajian, produksi minyak sawit mentah atau crude palm Oil (CPO) di Indonesia menghasilkan sekitar 900 ribu ton metana setiap tahun. Jika metana ini dikonversi ke emisi karbon dioksida (CO2), nilainya setara dengan 35 juta ton CO2.

"Pentingn percepatan pengelolaan metana untuk meningkatkan reputasi Indonesia dalam penanganan perubahan iklim," tegas Hanif.

Pemerintah tengah menyusun regulasi, ujar Hanif, baik berupa peraturan menteri maupun keputusan Kepala BPLH, untuk memandatkan penerapan teknologi ini di seluruh industri kelapa sawit.

"Kami sedang berdiskusi dengan banyak pihak, termasuk mitra internasional, untuk mempercepat implementasi methane capture. Langkah ini bakal memberikan insentif terkait kredit karbon yang sangat penting dalam membangun sistem iklim karbon," terangnya.

Di hadapan menteri, Gunawan Siregar menjelaskan, PT Musim Mas telah menjadi pelopor penerapan methane capture pada pabrik kelapa sawit. Teknologi ini menangkap gas metana dari pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) yang biasanya dilepaskan ke atmosfer selama proses pencernaan anaerobik.

"Metana yang tertangkap digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik untuk operasional pabrik, perkebunan, dan perumahan pekerja. Satu fasilitas methane capture dengan kapasitas 1 megawatt bahkan dapat menerangi hingga 1.600 rumah di pedesaan," ucapnya.

Hingga tahun 2023, cerita Gunawan, PT Musim Mas telah memasang 17 fasilitas methane capture di pabrik. Fasilitas ini berhasil menghindari emisi sebesar 539.225 ton CO2e, setara dengan emisi dari 117 ribu mobil penumpang per tahun.

www.katakabar.com | Artikel ID: 36393 | Artikel Judul: Pijakkan Kaki di Pelalawan, Menteri LH Lihat Penerapan Teknologi Methane Capture di PKS | Tanggal: Minggu, 24 November 2024 - 20:12

TOPIK TERKAIT

# Menteri LH# Kunjungan# Lihat# Penerapan# Tekhnologi# Methane Cupture# Pabrik Sawit
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Riau

    Kampanye di Desa Alahair, Masyarakat Dukung H Asmar Melihat Rekam Jejak

    Kamis, 14 Nov 2024 | 07:49 WIB
  • Sawit

    Surati Komisi UE, Apkasindo Desak Penerapan EUDR Ditunda

    Sabtu, 05 Okt 2024 | 20:02 WIB
  • Sawit
    PERISAI ke 8 2024 di BNDCC Bali

    BPDPKS Dorong Transformasi Industri Kelapa Sawit Lewat Teknologi Inovatif

    Kamis, 03 Okt 2024 | 12:08 WIB
  • Ekonomi

    Penerapan Augmented Reality Pada Manufaktur Tawarkan Ragam Manfaat

    Kamis, 29 Agu 2024 | 21:43 WIB
  • Tekno

    PT TI dan BRIN Teken MoU, Langkah Strategis Inovasi Teknologi di Indonesia

    Selasa, 25 Jun 2024 | 13:38 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :