Home / Hukrim / Polisi Beridentitas Melayu, Polda Riau Wajibkan Personel Pakai Tanjak dan Selempang Setiap Jumat
Polisi Beridentitas Melayu, Polda Riau Wajibkan Personel Pakai Tanjak dan Selempang Setiap Jumat
Polda Riau wajibkan personel pakai Tanjak dan selempang. Foto: Bayu/katakabar.com.
Pekanbaru, katakabar.com - Upaya merawat kearifan lokal kini jadi bagian dari budaya kerja kepolisian. Jajaran Polda Riau resmi memberlakukan penggunaan tanjak dan selempang bagi seluruh personel setiap hari Jumat. Kebijakan tersebut diluncurkan saat apel di halaman Mapolda Riau, Jumat (20/2).
Total 11.000 personel yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Riau akan mengenakan atribut budaya Melayu tersebut secara rutin. Langkah ini diharapkan menjadi simbol identitas sekaligus penguatan nilai pelayanan kepada masyarakat.
Apel peluncuran dipimpin Kepala Biro SDM Polda Riau, Kombes Pol Boy Jackson Situmorang. Kegiatan itu dihadiri para pejabat utama, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.
Boy Jackson menegaskan, penggunaan tanjak dan selempang bukan sekadar atribut seremonial. Tanjak melambangkan marwah dan kehormatan, sementara selempang menjadi simbol amanah yang harus dijalankan dengan keberanian, kejujuran, dan keteguhan.
“Ini menegaskan dua dimensi tanggung jawab anggota Polri, yakni tanggung jawab konstitusional sebagai penegak hukum dan tanggung jawab kultural sebagai bagian dari masyarakat Melayu. Tujuannya memperkuat pelayanan yang humanis, responsif, dan berkeadilan,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman terhadap budaya lokal akan mempererat kedekatan sosial antara polisi dan masyarakat. Kedekatan tersebut dinilai penting karena kepercayaan publik merupakan fondasi utama legitimasi tugas kepolisian.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad aminkan Kepala Biro SDM Polda Riau. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai wujud kecintaan Polri terhadap budaya daerah tempat bertugas.
“Setiap Jumat, sekitar 11 ribu personel akan mengenakan tanjak dan selempang sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Melayu,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari Lembaga Adat Melayu Riau. Datuk Seri Taufik Ikram Jamil mengapresiasi langkah tersebut dan menilai Polda Riau menjadi salah satu institusi vertikal yang berada di garis depan dalam mengangkat simbol budaya Melayu ke dalam identitas kelembagaan.
“Ini pilihan tepat di abad budaya. Kami siap mendukung agar nilai-nilai Melayu terus hidup dan mengakar dalam pelayanan publik,” tuturnya.
Sedang, Kepala Dinas Pariwisata Riau, Tekad Perbatasan Setia Dewa, menyampaikan penggunaan tanjak bagi pejabat pemerintah sebenarnya telah diatur dalam Peraturan Gubernur Riau.
“Ketentuannya sudah ada di Peraturan Gubernur, tinggal dilaksanakan. Pemerintah daerah juga akan menerapkannya, khususnya setiap hari Jumat,” ucapnya.
Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat tampilan personel, tetapi juga menegaskan komitmen moral kepolisian untuk tetap profesional, humanis, serta berakar pada nilai-nilai luhur budaya Melayu dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Riau.








Komentar Via Facebook :