Home / Sawit / Siap Dukung Pemerintah Capai Asta Cita, Pertamina Wujudkan Ketahanan Energi Lewat Sawit
Siap Dukung Pemerintah Capai Asta Cita, Pertamina Wujudkan Ketahanan Energi Lewat Sawit
Foto: Istimewa/katakabar.com.
Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina (Persero) siap mendukung Pemerintah mencapai Asta Cita mewujudkan ketahanan energi, melalui upaya dan inovasi untuk meningkatkan produksi migas, sekaligus pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), salah satunya lewat kelapa sawit.
Menurut Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, kesiapan Pertamina melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak guna mewujudkan ketahanan energi nasional.
”Sesuai visi perusahaan untuk menjadi perusahaan energi yang mengedepankan ketahanan, ketersediaan, dan keberlanjutan, Pertamina siap mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pertamina juga mendukung kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan ketahanan energi,” ujar Simon, dilansir dari laman sawitsetara.co, Rabu (29/10).
Sebagaimana pesan Menteri ESDM, cerita Simon, Pertamina terus berupaya meningkatkan lifting migas dan mempercepat implementasi program transisi energi dengan memanfaatkan EBT.
Ditegaskan Simon, komitmen Pertamina untuk terus meningkatkan dan mempercepat transisi energi.
“Sebagai perusahaan terdepan dalam transisi energi, Pertamina sudah melakukan berbagai terobosan. Misalanya bidang energi panas bumi, bioefuel, bioetanol, bahkan penggunaan minyak jelantah sebagai bahan baku produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF),” kata Simon.
Pada kerangka tersebut, Pertamina fokus pada pengembangan ekosistem biofuel yang mencakup produksi SAF, energi panas bumi (geothermal), serta penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Upaya ini mendukung target Pemerintah Indonesia dalam Net Zero Emission (NZE).
Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan SAF karena potensi sumber bahan bakunya sangat besar, terutama dari minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO). Pertamina juga telah membangun ekosistem terintegrasi dalam pengembangan SAF, dimulai dari pengumpulan UCO hingga proses pengolahan dan penggunaannya untuk pesawat terbang.
Pertamina terus berupaya memperluas kapasitas produksi SAF melalui dua kilang utama, yakni Kilang Cilacap dan Kilang Plaju. Di mana, Kilang Cilacap saat ini telah mampu memproduksi sekitar 238 ribu kiloliter SAF per tahun melalui teknologi co-processing (2,4 persen UCO), dan akan ditingkatkan seiring penambahan fasilitas baru.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengutarakan pengembangan Pertamina SAF akan mendorong ekonomi sirkular karena melibatkan masyarakat luas dalam mata rantai bahan bakunya.
“Ekosistem Pertamina SAF akan mendorong peningkatan ekonomi sirkuler di masyarakat, karena masyarakat dapat terlibat sebagai pemasok untuk bahan baku Used Cooking Oil atau minyak jelantahnya,” ulas Fadjar.
Pertamina, sebut Fadjar, telah meluncurkan inisiatif UCollect. Program ini mengajak masyarakat secara aktif untuk menjadi bagian dari ekosistem energi bersih dengan mengumpulkan minyak jelantah rumah tangga.
“Masyarakat bisa menukarkan minyak jelantah di titik-titik pengumpulan yang telah disediakan, seperti UCollect Box di sejumlah SPBU dan rumah sakit IHC Pertamina,” tandas Fadjar.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Forum BKKS 2025 di Kubu Raya
Sujiwo: Sinergi Pemerintah, Perusahaan dan Masyarakat Kunci Pengembangan Sawit








Komentar Via Facebook :