Home / Sawit / SLKS WEI Tingkatkan Produktivitas dan Kemandirian Usaha Petani Sawit Swadaya
SLKS WEI Tingkatkan Produktivitas dan Kemandirian Usaha Petani Sawit Swadaya
Foto Istimewa/katakabar.com.
Tembilahan, katakabar.com - Widya Erti Indonesia atau WEI taja Hari Temu Tani usung tema “Sekolah Lapangan Meningkatkan Produktivitas dan Kemandirian Usaha Petani Sawit Swadaya Melalui Pembentukan Entitas”, di Gedung PSHT, Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan bagi peserta Sekolah Lapangan Kelapa Sawit atau SLKS untuk presentasikan hasil belajar mereka, dan promosikan program praktik pertanian terbaik (Good Agricultural Practices/GAP), serta menggalang dukungan rencana tindak lanjut menuju pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan.
Kepala BP3 Kecamatan Kempas dan Kemuning, Forkopimcan setempat, perwakilan asosiasi petani PKTSTKM, dan ASAGRI, serta petani dan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani atau KWT dampingan WEI turut hadir.
Acara ini jadi momentum penting dorong petani menuju sertifikasi ISPO dan RSPO lewat penerapan prinsip-prinsip berkelanjutan.
Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir, Dian Reza beri pujian atas pendampingan petani melalui program SLKS.
“Kegiatan kolaborasi ini sangat penting bagi kelompok tani meningkatkan kapasitas, dan potensi yang mereka miliki di bidang pertanian,” kata Reza melalui keterangan resmi, dilansir dari laman EMG, Rabu (25/12).
Melalui pendampingan petani sawit swadaya yang terintegrasi, sahut Manager WEI, Billy Hasbi, program ini juga mendukung percepatan penerbitan 2,5 juta STDB sebagai syarat utama pengelolaan komoditas berkelanjutan, dan akses bantuan pemerintah.
"Secara simultan program ini mendukung pencapaian target pemerintah untuk sawit berkelanjutan dari berbagai aspek teknis, administrasi, produktivitas, hingga kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Di program SKLS total 472 petani dari 7 desa di Kecamatan Keritang, Kemuning, dan Kempas, berpartisipasi aktif program SKLS. Selama program, para petani dibagi dalam 18 kelompok atau kelas guna memastikan efektivitas transfer pengetahuan.
Praktik pembelajaran memadukan antara informasi teknis, praktik pengelolaan kebun secara intensif, dan percontohan melalui demo plot.
Tercatat persentase kelulusan petani mencapai 100 persen. Ini jadi bukti efektivitas pelatihan meningkatkan keterampilan, dan kapasitas petani sawit swadaya.
Perwakilan dari alumni SLKS, Saiful Adib dari kelompok Joyo Mulyo, turut berbagi pengalaman selama mengikuti pembinaan dalam program Sekolah Lapangan.
"Praktik yang dipelajari dari SLKS, seperti pembuatan pupuk organik serta perbanyakan trichoderma sangatlah penting dalam menjalankan pertanian terbaik dan berkelanjutan," tuturnya.
Diketahui WEI sudah mendampingi lebih dari 4.500 petani kelapa sawit swadaya di tiga wilayah utama, yakni Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Rokan Hilir.
Program ini melalui pendekatan sekolah lapangan, WEI mendorong pembukaan akses bagi petani ke informasi, praktik keberlanjutan, dan rantai pasok yang lebih luas.
Hari Temu Tani menjadi rangkaian penting dalam Program Kelompok Petani Sawit Swadaya yang berkelanjutan, hasil kolaborasi antara Widya Erti Indonesia, Unilever, dan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir.
Para peserta dan pemangku kepentingan diharapkan dapat bersama-sama mendukung implementasi praktik pertanian berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.








Komentar Via Facebook :