BNN Asesment Pasien Dikerangkeng di Rumah Terbit Rencana Perangin Angin

Langkat}Katakabar.com

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Langkat, melakukan assesment kepada pasien yang sempat berada di dalam kerangkeng rumah pribadi Bupati Langkat Non Aktif Terbit Rencana PA. 

Assesment dilakukan di kantor Camat Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (25/1/2022) siang. Mereka (pasien) berhasil keluar dengancara merusak gembok kerangkeng. 

Sebab, penjemputan pasien yang dilakukan pihak Polda Sumut, dirumah pribadi Cana Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, sempat terhalang oleh warga sekitar. Assesment dilakukan dengan didampingi oleh pihak kepolisian dan TNI, beberapa keluargapun mendampingi para pasien. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BNN Kabupaten Langkat Rosmiyati mengatakan, dulunya pihak Terbit Rencana pernah mengajukan permohonan menjadikan penjara tersebut untuk lokasi rehabilitasi penyalahgunaan narkoba. "Yang kami tahu, tahun 2017 kami sudah survei ke tempat itu," kata dia. 

Akan tetapi, setelah pertemuan pada beberapa tahun silam, Terbit Rencana Peranginangin melalui adiknya Sri Bana tidak juga melengkapi berkas untuk izin lokasi rehab tersebut. 

"Tidak layaknya, karena mereka belum punya izin. Kasi Rehab sudah menyerahkan kepada adik bupati, dan sudah dikelola oleh adiknya Sri Bana saat itu," ungkapnya. 

Ia mengatakan, seluruh berkas sudah diminta untuk dilengkapi, akan tetapi Terbit Rencana Peranginangin juga tidak mengindahkannya. 

"Semua kami minta untuk dilengkapi seluruh berkasnya. Sampi sekarang tidak ada koordinasi dengan kami terkait tempat itu," jelasnya. 

Dirinya juga enggan memberikan penjelasan, bilamana tempat rehab adanya orang yang disiksa. Lantaran, penghuni kerangkeng terlihat mengalami luka lebam pada wajah. 

Dengan bermoduskan lokasi rehab, diduga perbudakan modern dan perdagangan manusia terjadi di tempat itu. 

Dari pertemuan di Kantor Camat, kata dia hanya delapan orang yang mengaku sebagai penyalahgunaan narkoba ditemuinya. Sisanya, ia tidak tahu di mana keberadaannya. 

"Saya tidak tahu, di mana mereka semua. Mereka sudah tidak lagi berada di dalam," katanya. 

Dari pengakuan orang di kediaman Terbit, kata dia ada 48 orang yang menghuni dua sel. Saat melakukan peninjauan bersama dengan Polres Langkat, ia melihat penghuninya. Akan tetapi, dirinya tidak mengetahui kemana para penghuni sel di dalam kediaman pribadi Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin. 

"Kami mendengar dari pengawas ada 48 orang yang dibagi dalam dua kamar. Pada saat kami datang mereka di dalam. Dan kami pulang audah tidak tahu bagaimana kabarnya," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Suparman PA mengakui, jika selama ini lokasi (kerangkeng) berkapasitas sekitar 160 orang. Ada beberapa program atau rehab yang didirikan oleh Terbit Rencana PA, kediaman pribadi Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. 

"Ada beberapa program yang dilakukan kepada para pasien pecandu narkoba yang didirikan Bapak Terbit Rencana," kata dia. 

Program yang dilakukan, diakui dia, adalah program rehab dan pengobatan yang tenaga medis langsung didatangkan dari dinas kesehatan di Kuala. "Jadi semua program didampingi oleh dokter yang dari dinas kesehatan di Kuala ini," papar dia. 

Semasa rehab atau pengobatan yang dilakukan di kediaman Bapak Terbit, dijelaskan dia, sudah ada sekitar 500 pecandu yang selesai atau sembuh dari pengaruh narkoba. Kegiatan sehari-hari yang dilakukan semasa pengobatan yang dilakukan untuk mengisi waktu luang para pasien. 

Selain mendapat pengobatan yang semuanya secara gratis. Para pasien mendapatkan siraman rohani seperti menjalankan sholat 5 waktu dan lain-lain. "Ruangan seperti yang digambar itulah. Semua kita jalankan tanpa memungut biaya sedikitpun dan keluarga yang menyerahkan ke kita," papar dia.

Editor : Dedi
BNN

Berita Terkait