Home / Lingkungan / Si Bongsor Mengamuk Hajar Gubuk, dan Warga Tasik Serai Ditemukan Tak Bernyawa
Konflik Gajah vs Manusia
Si Bongsor Mengamuk Hajar Gubuk, dan Warga Tasik Serai Ditemukan Tak Bernyawa
Begini kondisi korban pasca gajah mengamuk di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau. Foto: Sah/katakabar.com.
Talang Muandau, katakabar.com - Konflik antara Gajah dan Manusia terjadi lagi di wilayah Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau hingga menimbulkan korban jiwa.
Adalah Natalia br Manalu 39 tahun istri dari Hoslen Panjaitan terpaksa kehilangan nyawa lantaran keganasan si bongsor, hewan bertubuh besar berbelalai panjang.
Konflik itu berawal satu ekor gajah mengamuk di ladang milik Pasangan Suami Istri atau Pasutri, Hoslen Panjaitan dan Natalia Br Manalu, Senin (4/8) malam lalu. Itu diketahui, saat Pasutri pulang ke ladang di kawasan Simandak, Selasa (5/8) sekitar pukul 10.00 WIB pagi, dan terkejut melihat rumah sudah roboh.
Tapi Pasutri tetap menginap, dan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tiba-tiba, Pasutri ini mendengar suara gajah pekakkan telinga. Mendengar suara gajah, suami korban, Hoslen Panjaitan turun dari gubuk spontan dikejar si bongsor.
Korban masih di dalam gubuk disuruh suaminya turun. "Turun kamu lari saja ke arah rawa," teriak Hoslen ke istri. Saat itu suami korban sembunyi di dalam parit.
"Saat korban turun gajah menyembur. Enggak lama kemudian tak terdengar lagi suara lagi," cerita Hoslen kenang peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dini hari itu kepada wartawan, Rabu siang.
Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (6/8).
Menurutnya, berawal saat keduanya beristirahat di ladang miliknya tiba-tiba dikejutkan dengan suara teriakan gajah.
Keduanya lalu turun dari pondoknya dengan niat menghalau hewan raksasa langka yang dilindungi itu. Alih alih berharap pergi, gajah itu malah marah dan mengejar keduanya.
Saat kejadian keduanya yang terpisah saat dikejar gajah, malah mengambil jalan aman masing masing. Suami korban berusaha mengalihkan konsentrasi gajah dengan menyalakan senter mancis. Tapi, gajah semakin marah.
Tak lama berselang, suami korban mendengar teriakan istrinya dan memohon ampun kepada gajah dan kembali berusaha mengalihkan perhatian gajah. Sayang, gajah terus mengganas hingga membuat suami korban berhenti sejenak hingga hari beralih terang.
Curiga akan kondisi istrinya setelahbsituasi aman, Hoslen mencari asal teriakan tadi dan mendapati korban sudah tidak bernyawa sekitar pukul 06.00 WIB.
Setelah mencari bantuan dan memberi laporan lisan, sekira pukul 08.00 WIB, Bhabinkamtibmas Desa Tasik Serai, Aiptu Jaka Utama bersama masyarakat lainnya turun ke lapangan mengevakuasi korban.
"Benar, korban kini telah dievakuasi dan disemayamkan di kediamannya guna persiapan pemakaman," terang Kapolres.
Kata mantan Kapolres Indragiri Hilir ini, pihaknya mengimbau agar masyarakat senantiasa menghindar dari amukan hewan dilindungi, dan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait agar tidak ada lagi korban berikutnya.








Komentar Via Facebook :