Berbagai jejak dan informasi di lapangan juga menunjukkan bahwa gerakan kelompok yang menyerang karyawan PT SBP selaras dengan serangkaian upaya penguasaan lahan sepihak di wilayah HGU yang juga didukung oleh kelompok terafiliasi pejabat legislatif tersebut. 

"Jika memang tidak ada hubungan, mengapa setiap ada upaya penegakan hukum justru selalu ada hambatan? Mengapa tokoh yang sama terus muncul di setiap konflik lahan yang menyeret nama Ketua DPRD?," tambahnya.

Sebelumnya, ratusan massa yang tergabung dalam Forum 3 Desa dan 1 Kelurahan pernah menggelar aksi di Mapolres Ini pada Sabtu (6/6) lalu.

Mereka menuntut agar kepolisian segera menangkap seluruh pelaku dan mengungkap aktor intelektual di balik penyerangan tersebut. Kini ancaman serupa kembali disampaikan jika penanganan dianggap masih berjalan lambat. 

"Kami memberi waktu lagi, tapi jangan sampai kami terpaksa mengerahkan massa kembali ke Mapolres Inhu maupun Polda Riau. Kami tidak ingin ada kerusuhan, dan yang paling penting jangan sampai insiden berdarah seperti 1 Juni itu terulang kembali. Rakyat tidak akan diam jika hukum hanya berjalan untuk yang lemah dan bungkam saat berhadapan dengan kekuasaan," pungkas Zaudi.